IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 78 KETERLIBATAN PERMAISURI


"Aku pikir kita tidak perlu lagi mengharapkan stephano menjadi pemimpin disini Alfonso. Permaisuri mengerjakan semuanya dengan baik" ucap Pelayan kaisar saat bertemu dengan Alfonso


Alfonso hanya diam menatap tanah yang dipijaknya. Pikirannya tidak fokus. Perkataan filips mengganggu pikirannya.


Ia melirik pria tua disampingnya yang sedang berbicara panjang lebar ini


"Apa benar aku terpengaruh oleh pria ini? Tapi paman lah salah satu orang yang setia kepada kaisar" batin Alfonso


"Kau mendengarkan bukan? kau terlihat tidak fokus" ucapnya bertanya karena melihat mata Alfonso yang hanya terpaku pada satu tempat. Alfonso melamun dengan pandangan kosong


"ntah lah paman. Aku merasa sedikit tidak enak badan" kilah Alfonso merasa ini bukan waktu yang tepat membahas kerajaan. Ia tidak bersemangat.


"Huh pulanglah kalau begitu. Katakan istrimu memijat kakimu" ucap pelayan kaisar peduli


"hah aku bahkan tidak Sudi disentuh olehnya lagi" sarkas Alfonso


"baguslah. Jangan belok dari kepatuhanmu kepada kekaisaran" perintahnya memonitor Alfonso


***


Alfonso pulang lebih awal.


Senja keemasan memancarkan cahaya indahnya


Alfonso membuka kunci rumah dan memasuki rumah.


Netranya langsung tersuguh kan oleh istrinya yang tertidur diatas tumpukan gulungan rajutannya.


Ia mendekat dan mengamati Sophia lekat lekat


"Benar yang dikatakan filips. Kau sangat kacau." ucap Alfonso melihat luka luka kembali menghiasi kulit Sophia.


"Aku bimbang. Aku tidak tau mana yang benar. Tolong aku Sophia" lirih Alfonso menyendu.


Lama memandangi Sophia, Alfonso terkejut dengan lonjakan Sophia yang tiba tiba.


Sophia tiba tiba bangun dan berlari kencang menuju kamar mandi.


Alfonso mengikuti sophia dan mendengar suara sophia yang muntah muntah didalam


Alfonso sedikit khawatir. Ada apa dengannya?


Lama Alfonso menunggu diluar, tiba tiba


BRUGHH!!


Sophia keluar menabrak dada Alfonso


"Tu.. Tuan.. kau sudah pulang?" tanya Sophia dengan wajah pucat nya.


"Kemarilah. Aku masih belum memakan masakan tadi siang. Aku akan memanaskannya kembali" ajak Sophia menunduk.


"Kau tidak apa apa?" tanya alfonso kaku.


Sophia mendongak tersenyum. Alfonso mulai memperlihatkan keperduliannya.


Semoga ini tahap awal yang baik


"Aku tidak apa apa. Ayo tuan" ajak Sophia yang entah mengapa langsung diturutin oleh Alfonso


Sesaat ingin menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, Terdengar bunyi ketukan dari luar rumahnya


Alfonso bangkit diikuti oleh Sophia


"Tuan, permaisuri memanggilmu" ucap prajurit itu menjemput Alfonso


Alfonso mengernyit. Ini sudah hampir malam. Apa ada hal yang sangat penting sehingga harus dibicarakan malam ini? Alfonso berpikir keras


"Ayo tuan, permaisuri menunggumu"


Alfonso segera melangkah tidak lupa mengunci pintu dari luar.


***


"Alfonso, bagaimana bisa kau menyembunyikan penghianat di dalam rumahmu!!!!" teriak permaisuri sesaat Alfonso sudah menghampirinya


"Bagaimana bisa..."


"pelayan kaisar yang memberitahuku." ucap permaisuri


Alfonso memandang pelayan itu tidak percaya.


"Kau tidak ingat dengan cerita seluruh anggota kerajaan yang masih membekas sampai saat ini? Ayah ku Eros menghajar kaisar di hadapan semua orang kerajaan karena penghianat itu mencuri?" bentak permaisuri


Tangan Alfonso kembali mengepal. Ia mengingat sejarah pilu yang tidak bisa dilupakan semua orang itu.


"Kau menyembunyikannya dan menyayanginya. Ini tidak bisa aku biarkan. Aku perintahkan kau Alfonso menjatuhkan hukuman mati kepadanya" perintah permaisuri.


"Suamiku yang menolongmu. Yang mengamankan kedudukanmu dan ayahmu. Tetapi kau memelihara musuh suamiku? Bahkan kaisar bersujud di kaki Raja Eros saat itu panglima" ucap permaisuri lantang


Wajah Alfonso kembali mendingin. Matanya memerah. Ia membayangkan kesusahan kaisar agungnya saat itu.


.


.


.


Seperginya Alfonso, permaisuri mendekat kepada Pelayan kaisar


"Apa kau yakin ini akan berhasil?" tanya permaisuri berbisik


"saya yakin permaisuri. Tuan tidak akan meninggalkan kerajaan ini"


Bagaimana jika mereka berdua meninggalkan kerajaan ini" sungut permaisuri


"Tuan mengundurkan diri karena istrinya. Untuk sekarang saya jamin tuan tidak akan meninggalkan kita" ucap pelayan tua ini patuh


"Bagus. kau pengaruhi Alfonso terus menerus. Hilangkan semua yang menghalanginya. Termasuk istrinya sekalipun. Bahkan filips jika ia menghalangi Alfonso, buat Alfonso membenci filips juga" ucap permaisuri kejam


.


.


.


Setelah pertemuan, Alfonso kembali ke rumah.


Membuka pintu dengan kasar.


Sophia yang masih menunggu kepulangan Alfonso terlonjak ketakutan.


Mata sendu Alfonso yang tadi ia lihat, kini menghilang berganti dengan tatapan tajam seolah olah ingin melenyapkannya.


"Apa ini saatnya" pikir Sophia


"KAU!! KELUARGAMU YANG MENYEBABKAN KESUSAHAN KAISAR" teriak Alfonso mendorong Sophia


Sophia hanya menahan nyeri di pinggangnya


Ia tidak tau letak kesalahannya ada dimana.


"Tuan.. keluargaku tidak melakukan apa apa kepada kaisar" lirih Sophia menjawab


BRAKK!!


Alfonso menendang kaki Sophia keras.


"Paman pamanmu yang sialan itu, telah mencuri sesuatu yang berharga milik Kaisar!! KELUARGAMU PENCURI!! " sarkas Alfonso


"Tidak tuan itu tidak benar, mereka..."


"Diam kau sialan!!!" ucap Alfonso kembali menendang sophia. Sophia merasa kakinya akan remuk akibat hantaman tulang besi ini.


Sophia tidak menjawab lagi. Perutnya terasa melilit. Kesadarannya diambang batas.


Ia hanya mendengar sayup sayup teriakan Alfonso.


Semakin ia mempertajam pendengarannya, semakin keras telinganya berdengung. Kemudian semuanya hening. Ia menutup matanya.


"Kau dengar? Hey!! Kau dengar itu?" tanya Alfonso


Hanya kebisuan yang didapatnya dari Sophia.


Sophia tidak sadarkan diri lagi.


"Hah, dasar lemah" maki Alfonso meninggalkan Sophia terkapar begitu saja di lantai rumahnya.


***


Bibi ma berlari cepat menuju kediaman filips.


Mengetuk Kuat rumah filips. Hati bibi ma tidak tenang. Air mata menghiasi pipinya


Filips yang membuka pintu terlonjak kaget


"Bibi? ada apa bibi?" tanya Filips


"Filips bisakah kita berbicara didalam? kaki bibi sangat lemas" lirih bibi Ma dengan suara hampir tidak terdengar


"ah ya mari bibi" ajak filips


"Apa yang terjadi antara Sophia dan panglima filips" tanya bibi Ma setelah mendudukkan diri


"emm bibi? apa maksud bibi" tanya Filips terbata bata


"JANGAN BERBOHONG FILIPS" teriak bibi Ma lantang. Ia merasa frustasi


"Tadi bibi mendengar percakapan Alfonso dengan permaisuri. Permaisuri memerintahkan Alfonso untuk membunuh Sophia. APA YANG TERJADI" Raung bibi Ma.


Filips terkejut


"Permaisuri mengetahui nya?" tanya filips dengan wajah pucat nya


"Apa yang terjadi Filips" Isak bibi ma masih bertanya


"Bibi, pelayan kaisar mempengaruhi tuan bibi, Mereka mengatakan Sophia merupakan keturunan penghianat. Aku tidak tau apa maksudnya" lirih filips


"jadi bagaimana ini filips? nyawa nona sedang dalam bahaya. Bisa saja Alfonso kembali menyiksanya" Raung bibi ma menangis pilu.


"Bahkan pelayan yang mengantar makanan ke rumah alfonso biasanya, telah Alfonso kurung dalam jeruji besi" Isak Bibi Ma.


"Aku sendiri masih bingung Bibi. Hukuman bagi penghianat adalah kematian" lirih filips sendu.


"Sophia yang malang"


Mereka berdua terdiam berpikir cara apa yang bisa mereka gunakan untuk menyelamatkan Sophia.


"Ah bibi, bibi ahli dalam membuat racun bukan? Tuan tidak akan sanggup memenggal kepala istrinya sendiri dengan tangannya. Aku yakin cara untuk membunuh nona yang akan mereka lakukan adalah dengan meminumkan racun kepada nona. Bisakah bibi memanipulasi racunnya bibi?" pinta Filips memohon


"Tidak semua racun bisa bibi racik filips. Tetapi ada satu racun yang pernah bibi buat. Bibi harap bibi masih sempat membuat racun itu"


...****************...