IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 86. TIDAK ADA PERUBAHAN


Keadaan tengah ramai di kamar Alfonso.


Ibu dan ayah Alfonso bergerak di pagi buta karena raungan minta tolong dari filips yang menggedor pintu rumahnya tengah malam.


Keadaan rumah Lukas yang juga sedang ramai memantik reaksi penasaran dari kehebohan filips.


Kediaman Lukas juga sedang ketangan tamu yaitu stephano yang pernah mereka rawat sejak kecil dan juga Carlos.


Stephano berkunjung seraya menceritakan kejadian yang sebenarnya yang memilukan bagi Alfonso saat mereka mengusir Alfonso karena mereka mengira Alfonso menewaskan stephano kala itu.


Stephano berpura pura meninggal tenggelam saat Alfonso dan ia pergi memancing di sungai.


Stephano merencanakan pelarian itu sudah dari lama. Tetapi ia tidak menemukan celah yang bagus untuk melarikan diri karena Lukas dan Alena sangat mengawasi dan menempel kepadanya.


Hingga suatu saat, ia melihat alfonso memanjat jendela keluar rumah. Stephano segera mengikuti Alfonso yang selalu cuek dan datar kepadanya.


Stephano hanya ingin merebut apa yang menjadi miliknya. Ia tidak berniat untuk merebut kasih sayang dari lukas untuk Alfonso.


Stephano juga baru mengetahui saat kepergiannya menyebabkan pengusiran pada Alfonso.


Baru sekarang lah Stephano bisa menceritakan semua kebenarannya. Kebenaran yang tidak pernah mereka berikan kesempatan kepada Alfonso untuk menceritakannya.


Tak lupa Stephano juga menceritakan hubungan nya dengan Sophia, dan juga kepergian Sophia.


Seusai urusan stephano dan Filips selesai, stephano memutuskan untuk mendatangi ayahnya dahulu sebelum pulang.


Mereka baru sempat mengunjungi Ayahnya malam ini.


Stephano dan Carlos yang sedang mengunjungi Stephanus di rumah Lukas terkejut dengan kedatangan filips menghebohkan mereka semua.


Filips menceritakan segalanya, tentang keadaan Alfonso sekarang dan juga kekacauan Alfonso sesuai yang dibicarakan oleh bibi Ma.


Mereka semua terkejut tidak percaya. Serigala ganas itu tidak mungkin sekacau itu.


Filips mendesak ayah dan ibu Alfonso untuk segera pergi.


Sebenarnya, jika Lukas tidak menahan filips, filips ingin bergerak pergi disaat itu juga.


Di tengah malam menunggangi kuda menuju tengah hutan akan sedikit membahayakan.


Jadi terpaksa filips menyetujui perintah Lukas yang mengatakan mereka akan bergerak pagi pagi buta.


.


.


Di pada pagi buta, mereka pergi menunggangi kuda. Dengan stephano yang mengotot ingin ikut melihat pria yang pernah menjadi kakaknya itu.


Untuk pasien Lukas, yaitu stephanus yang masih belum sadarkan diri, untuk sementara ia percayakan kepada Carlos dan juga Bastian yang sudah merasa sedikit baikan.


***


Mereka berkumpul di kamar Alfonso memandangi Alfonso dengan tatapan yang berbeda beda.


Alfonso kini sangat kosong tidak berdaya.


Lukas kembali memanggil manggil namanya, menepuk pipi dan lengannya.


Tetapi nihil. Tidak ada reaksi yang ditunjukkan oleh Alfonso yang setia mematung.


Hanya kedipan mata dan suara helaan nafasnya lah pertanda bahwa ia masih hidup


"nak jangan seperti ini nak, maafkan semua kesalahan ayah hm?"


"Nak, sofimu akan bersedih disana melihatmu seperti ini" ucap Lukas sedih melihat kondisi anaknya


Stephano dan Filips saling memandang terdiam.


Ini pasti tidak akan mudah bagi Alfonso.


"Tuan seperti ini sejak makan malam nyonya, saya yang bodoh menceritakan kebenaran kepada Tuan dengan kondisi Tuan yang masih belum stabil. Tuan hanya berdiam diri seperti ini saja.


Ia hanya akan bergerak jika Tuan ingin ke kamar mandi. Saya sudah sangat senang ketika Tuan beranjak kemarin. Tetapi tetap saja walaupun Tuan berjalan sekalipun, ia tetap tidak merespon apapun yang berada di dekatnya" lirih Bibi Ma.


"Dia sangat terguncang" gumam Alena.


"Apa yang harus kita lakukan sayang?" tanya Alena kepada Lukas


"stephano!" panggil Lukas


"ya ayah" ucap stephano yang memang saat umurnya masih belia, Lukas dan Alena membiasakan stephano memanggil ayah dan ibu.


"Keadaan kekaisaran sangat panas sekarang. Pikirkan cara yang tepat untuk pengambilan kekuasaan. Satukan kerajaanmu. Permaisuri hanya akan mengacaukan segalanya. Banyak rakyat yang akan menderita. Alfonso satu satunya manusia yang memiliki akal disana sudah mundur. Balas apapun yang mereka lakukan kepada kakakmu!" geram Lukas menahan amarah.


Mendengar cerita filips dan bibi Ma saja sudah membuat ia shock dan terguncang. Apalagi Alfonso sendiri yang mengalaminya.


"kematian terlalu mudah bagi permaisuri ayah. Aku akan bermain main dulu dengan permaisuri." ucap stephano.


***


Beberapa Minggu berjalan Alfonso sama sekali tidak menampakkan perubahan.


Ia terkurung dalam penyesalannya sendiri. Trauma masa kecil, dan ketidak kokohan diri dan mental Alfonso, mengorbankan keduanya.


Filips lah yang selalu menjaga dan mengajak Alfonso berbicara dengan harapan Alfonso menjawab segala pertanyaannya.


Ayah dan ibu filips akan berkunjung sesekali karena di rumah mereka, mereka juga memiliki seseorang yang amat penting yang harus dijaga keamanan nya.


Bukan hanya pada Alfonso, filips juga merasa menyesal tidak menerima pemunduran diri Alfonso waktu itu, dan menyesal meninggalkan Alfonso beberapa waktu belakangan ini.


"Tuan, Sophia pasti tidak suka kau seperti ini tuan, Sadarlah. Ayo kita berburu lagi seperti dulu. Kau yang berada di depan, aku akan bersembunyi ketika kau sudah mendapat tangkapan baru aku akan keluar." ucap filips sendu membayangkan masa masa yang telah mereka lewati.


"Tuan, saat kau tidak menyelamatkan aku waktu itu, aku pikir aku tidak akan merasakan mempunyai teman dan sahabat sepertimu. Kau tau? aku selalu berterimakasih kepada peguasa Karena memberi anugerah sepertimu kepadaku." Ucap filips sambil menyuapi Alfonso. walaupun tidak mendapat tanggapan dari Alfonso yang tetap menatap diam ke depan.


"Mau sampai kapan kau seperti ini terus Tuan, Tidakkah dulu kita hidup berdua? anggap saja nona dulu adalah bunga tidur dan mimpi bagimu. Ayo kita ulangi kegiatan konyol kita berdua seperti dulu." ucap filips memijat Lengan Alfonso.


Alfonso hanya diam. Tetapi dikepalanya, ia memutar segala memorinya dari awal bertemu Sophia, kenangan aneh dan lucu Sophia, rengekan Sophia. Ia memutar ulang semuanya didalam pikirannya.


Ia hidup bersama Sophia di dalam dunia yang ia ciptakan sendiri.


Sesekali, jika Alfonso mengingat kekejamannya terhadap Sofi nya, maka air mata akan mengalir di pipinya.


Itu sudah hal biasa bagi filips yang selalu mengusap rahang tegas sang pimpinannya.


"Tuan kemarin bibi memberikanku penutup kepala rajut. Bibi bilang itu buatan nona Sophia. Apa itu benar? Apa yang kau dapat dari nona Tuan?" tanya filips tetap berusaha walaupun filips tau hasil yang didapatnya.


Tidak terduga, Alfonso menggerakkan tangannya menunjuk lemari pakaiannya.


Filips terkejut.


"Tuan, kau mendengarku tuan? Ada apa? apa yang ada di lemari? sebentar sebentar" ucap filips riang melihat ada respon dari Alfonso.


Filips membuka lemari dan melihat ada dua mantel yang di gantung rapi disini.


Dua mantel rajut hitam dengan ukuran yang berbeda.


Filips menyendu kembali. Filips mengambil mantel yang berukuran lebih kecil yang ia yakini sebagai mantel nona nya.


Ia berjalan, mendekati Alfonso dan meletakkan mantel itu di pangkuan Alfonso yang sedang terduduk.


Kepala Alfonso yang semula lurus kedepan, kini perlahan menunduk menatap dan mengusap mantel rajut milik istrinya.


Ia sangat merindukan Sophia


"Sayangku.." lirih Alfonso pelan dengan air mata kembali menetes.


...****************...