
Perkataan polos Sophia menciptakan suasana menegangkan di meja jamuan makan malam.
"SIALAN!! KAU MANUSIA RENDAHAN TIDAK BERHAK MENGAJARIKU!!! Bentak Amora berapi api ingin mencakar wajah polos itu
Brraakkk
Hector menggebrak meja untuk menghentikan Amora
"Jika kalian tidak berminat untuk makan malam, bubarkan jamuan ini" Tegas Hector.
"Kembali ke tempat dudukmu putri" Perintah Hector.
Sophia terdiam.
"Jadi wanita ini seorang putri? dongeng yang dibacakan paman mengatakan putri itu seorang wanita anggun. Kenapa yang ini sangat brutal" pikir Sophia.
"Panglima, kaisar memberi kabar jika kau akan datang ke jamuan makan malam. Tetapi Kaisar tidak memberitahukan jika kau ikut membawa istrimu, biasanya kau tidak pernah membawanya jika ada jamuan" ucap permaisuri ingin menciutkan nyali Sophia dengan membuat asumsi bahwa Alfonso sering mendatangi jamuan tanpa mengajak Sophia.
Tetapi sayangnya, Sophia terlihat tidak perduli. Ia masih melamuni kebrutalan putri Amora.
"Aku memang belum sempat memberitahukan kepada Yang Mulia, aku membawa istriku ingin mengenalkan nya kepada keluarga agung yang mulia" titah Alfonso.
"Istriku, beliau adalah permaisuri agung, istri dari kaisar. Kau sudah mengenal wajah kaisar bukan?" ucap Alfonso
"Selamat malam Permaisuri, saya Sophia" singkat Sophia membalas
"beliau adalah putri mahkota kekaisaran, putri mahkota Amora"
"Selamat malam Puteri, saya Sophia"
Alfonso mengenalkan semua anggota keluarga yang menghadiri jamuan kepada Sophia dengan Sophia membalas dengan perkenalan singkatnya.
"Saya menghadiri jamuan ini ingin berterimakasih kepada Puteri yang datang menjenguk istri saya saat saya sedang bertugas di perbatasan" ucap Alfonso
Amora yang mendengar itu terkejut memucat. "Bagaimana Panglima bisa tau, Mengapa juga ia perduli" pikirnya
Sophia mengernyit
"Tetapi Puteri tidak mengunjungi ku" gumam Sophia yang didengar semua orang
"Istriku, Puteri berbaik hati mengunjungimu dimalam hari. Prajurit ku mengatakan Puteri datang menemanimu dimalam kepergian ku" pancing Alfonso
"benarkah sayang?" tanya permaisuri pada Amora yang merasa terpojok
"Wah, kalau begitu terimakasih Puteri, tetapi saat itu ada orang jahat yang menyerangku Yang Mulia permaisuri, ia mencekik dan menutup kepalaku saat tertidur
Kalau begitu apa Puteri melihat orang itu?" Tanya Sophia polos menunjukkan wajah pengharapan
Alfonso tersenyum samar. Inilah tujuannya membawa Sophia. Sophia tidak akan berhenti sebelum rasa penasarannya terpenuhi.
Kepolosannya akan menggemaskan bagi beberapa orang dan akan menyebalkan bagi orang orang yang membencinya.
Alfonso telah membuktikannya. Saat membenci Sophia, ia merasa Sophia sangat menyebalkan, tetapi saat ia membuka mata, sangat mudah mencintai Sophia.
"Alfonso, apa kau tidak memastikan kepada Prajurit mu? bagaimana bisa mereka membiarkan seseorang masuk berbuat jahat sedangkan Puteri mahkota ku sedang berada didalam, bagaimana jika ia menyerang Puteri mahkota" geram Kaisar mengikuti permainan Alfonso.
"Maaf Yang Mulia, tetapi prajuritku mengatakan hanya Puteri mahkota yang masuk kedalam kediaman" ucap Alfonso
"Yang mana yang benar, jangan membuat semua orang bingung" ucap permaisuri
"Ibu, Aku..aku memang berkunjung, tetapi saat aku masuk aku hanya melihat bayangan keluar dari jendela kamar"
"Iya Puteri, Aku juga melihat bayangan keluar dari jendela" Sophia menimpali dengan semangat
"i..iya..jadi aku rasa dia yang menutup kepalamu dengan bantal" gugup Amora
"Wah Puteri bagaimana bisa kau tau penjahat itu menutup kepalaku dengan bantal?,
aku belum mengatakan itu sebelumnya karna aku takut Yang Mulia dan permaisuri mengira aku lemah hanya karena sebuah bantal, tetapi itu sangat kuat, sungguh" lanjut Sophia
Semua orang terkejut. Amora semakin berkeringat dingin
"Rasakan mulut lemas istriku" Tawa Alfonso dalam hati.
"maafkan aku Puteri, aku tidak menyadari kedatanganmu, karena setelah itu aku sangat takut, jadi aku bersembunyi, aku..aku.." lirih Sophia kembali bergetar trauma mengingat hal itu
Melihat keadaan Sophia mulai tidak bersahabat, Alfonso khawatir
"Maaf. Aku pikir kami sebaiknya segera pulang, kejadian itu membuat istriku trauma, Jamuan ini membuatnya mengingat hal itu kembali. Aku akan membawanya pulang dan beristirahat Yang Mulia. Mohon izin undur diri dengan rasa hormat" ucap Alfonso
"Ya baiklah, kita akan mengatur jamuan di lain hari saat keadaan istrimu sudah stabil" bijak Hector.
Alfonso merangkul Sophia yang kembali murung keluar ruangan jamuan yang sudah Alfonso rusak suasananya.
Brraakk!!! Permaisuri menggebrak meja.
"Apa itu ulahmu Puteri? Apa kau ingin mempermalukan kita didepan Panglima?, Panglima tentu tau bahwa itu ulahmu, panglima cerdas tidak seperti istrinya. Sangat terbaca bahwa itu ulahmu!!!!" Bentak permaisuri
...****************...
vote and like ya🫂🌻
Nantikan episode selanjutnya👋👋