IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 33. BANYAK HAL JANGGAL


Malam hari menyambut, Bunyi hewan hewan malam menghiasi kediaman sepasang pasutri yang bersiap untuk terlelap.


Seperti biasa, rutinitas mereka adalah menceritakan aktivitas keseharian mereka hari ini.


Karena Alfonso hanya berlatih dan menemani Sophia jadi, Racauan Sophia lebih banyak terdengar dari kamar ini.


"...karena itu lah aku suka menyiram tanaman Tuan, melihat tanaman tumbuh dan berbunga karena perawatan tanganku itu membuatku sangat senang" Jawab riang Sophia yang berada di pelukan suaminya.


"benarkah? lalu apa saja yang ditanyakan pelayan tua itu padamu?" tanya Alfonso


"Bibi Ma hanya bertanya bagaimana kabarku, dan bibi Ma memohon untuk memperlakukanmu dengan baik, hihi itu sangat lucu Tuan, Apa bibi Ma merasa aku akan mencakar cakarmu?" tanya Sophia bersamaan dengan suara kekehannya.


"Berhenti bertemu dengannya, Fia" ujar Alfonso mengagetkan Sophia


"Tuan kenapa? Bibi Ma yang membantuku sebelum kita menikah Tuan, dia juga yang memberiku roti dan pakaian"


"Pasti ada maksud tersembunyi dengan kedatangannya Sofi, dia itu tidak sebaik yang kau bayangkan.


saat kecil, ayah pernah menitipkan aku kepadanya. Dan dia hanya menyiksaku, sangat aneh dia benci kepadaku tetapi menyayangi istriku" jelas Alfonso.


"Benarkah? dimana Bibi Ma memukulmu Tuan? Apa benar Bibi Ma memukulmu karna membenci Tuan? atau karena Tuan yang nakal?" tanya Sophia


"Hey aku bahkan tidak berbicara saat kecil Sofi" elak Alfonso


Tatapan mata jahil Sophia menyipit tidak percaya


"Baiklah kalau begitu dimana Bibi memukulmu? apa disini?" tanya Sophia dengan tangan spontan meraba bo*k**g Alfonso


Alfonso terjengkit kaget


"Hey jangan sembarangan menyentuh" ucap Alfonso menghindar


Hal itu semakin memantik rasa jahil dalam diri Sophia


"Kalau begitu apa disini? disini? atau disini?" tanya Sophia meraba semua titik tubuh Alfonso membuat Alfonso merasa geli dengan tangan mungil menggelitik itu


"Hey hey hentikan!!!aaaaa"


Tawa keduanya terdengar bergema mengisi udara malam itu.


Pemuda misterius yang baru saja datang menghentikan langkahnya. Suara tawa Sophia dan Alfonso yang begitu jelas membuat ia menghela nafas dan membalikkan langkahnya enggan menganggu keduanya.


"Syukurlah, Sepertinya aku bisa lebih fokus dengan tujuanku saat ini, aku tidak bisa sering mengunjungimu, Orang orang mulai curiga kepadaku" gumamnya


Malam semakin larut


Sophia tertidur kelelahan dengan posisi kesukaan Alfonso. Alfonso mengelus rambut lembut hitam Sophia.


Masih banyak kejanggalan yang ingin ditanyakan Alfonso kepada Sophia


"Apa yang kau sembunyikan?"


"Bagaimana bisa dia dihutan sendiri waktu itu?"


"Aku menurunkannya di pasar pagi itu, apa dia langsung pulang kerumahnya?"


"Bagaimana bisa ibunya membiarkannya begitu saja dihutan kelaparan dan tersesat"


"Apa wanita itu benar ibunya?"


Banyak pikiran menghiasi kepala Alfonso. Alfonso juga enggan membahas itu semua kepada Sophia yang kelihatannya masih belum stabil.


"Huffftt nanti aku akan mencari tau semua, Saat urusan kerajaan sudah selesai dengan sempurna" gumam Alfonso menyudahi pikirannya


menyusul Sophia ke alam mimpinya.


 


Pagi menyapa, kembali dengan aktivitas dan kebiasaan Alfonso dan filips yang semakin sibuk karena beberapa tugas Alfonso dibebankan kepada Filips.


Salah satunya mencari pemuda pemuda.


"Tuan, aku membawa dua orang. Dia sedang di berikan pengarahan awal oleh penjaga barak mereka" Lapor Filips.


"Bagus. Bagaimana dengan prajurit yang tidak tau aturan itu" tanya Alfonso


"Aku telah menangkap prajurit itu saat dia keluar tadi malam Tuan, dia mengatakan hanya berjalan jalan disekitar kerajaan" ucap Filips


"Alasan macam apa itu, bawa dia kepadaku" perintah Alfonso.


Filips mengangguk pergi dan kembali beberapa saat lagi dengan membawa pemuda tegap bersamanya.


"Perkenalkan dirimu" titah Filips


"Salam panglima, Saya Bastian. Tuan membawa saya dari desa A"


"Jelaskan!!" singkat Alfonso


"Tuan, saya sering keluar masuk barak dan tempat pelatihan karena saya ingin melihat dan mempelajari sekitar istana Tuan. Penjaga barak telah menjelaskan apa peran kami sebagai prajurit dalam membantu Kaisar. Tetapi menurutku untuk berdiam dan berlatih hanya didalam kandang saja tidak maksimal Tuan" jelas Prajurit yang diketahui namanya sebagai Stephano


"kau tau kecerobohanmu berdampak buruk pada persembunyian!!" suara berat Alfonso sedikit melemaskan Tungkainya


"Maafkan saya Tuan, saya tidak akan melakukannya lagi" Ucap kepala menunduk itu


Alfonso menelisik gerakan tubuhnya dan mendapat bahwa Masih ada yang disembunyikan pemuda ini.


Sangat mudah membaca gerakan tubuh seseorang bagi Alfonso. Hidup dengan belajar dan juga pengalaman membuatnya dapat menilai hampir seluruh karakter manusia yang dijumpainya.


Kecuali kucing kecil dirumahnya tentunya. Gadis kecil itu belum tertebak oleh Alfonso. Saat netranya basah dia bisa tersenyum dan memperhatikan Alfonso saat awal awal.


Saat tangannya berdarah, ia justru meminta maaf darahnya mengotori lantai. Bukan menunjukkan wajah kesakitan memohon ampun dan belas kasih seperti orang orang pada umumnya.


"Apa yang kau dapat" tanya Alfonso kepada Bastian yang merasa masih ada yang disembunyikan


"Saya mendapat beberapa ruangan dan jalan rahasia di sekitar kerajaan inti, jalan bawah tanah terhubung ke kerajaan X Tuan.


saya kerap melihat pria berjubah datang berkunjung melalui ruang bawah tanah, dan memasuki kamar nona Amora"


Alfonso tertegun. Hanya ia dan Kaisar orang lain yang mengetahui jalan itu. Tetapi pemuda ini


"Siapa pria ini" pikir Alfonso yang juga melihat kecerdasan dari Bastian.


"Berdiam di barakmu, selesaikan latihanmu, tunggu perintah selanjutnya" ucap Alfonso datar


...****************...