
Bibi Ma menepuk nepuk Pipi Alfonso membangunkan tetapi, pria ini telah kehilangan kesadarannya akan kenyataan yang baru diterimanya.
Bibi Ma menangis.
Ia keluar dari rumah berharap melihat seseorang melintas. Setidaknya seseorang bisa membantunya untuk mengangkat Alfonso menuju pembaringannya.
Lama ia mondar mandir di sekitar kediaman, Bibi Ma kehabisan kesabarannya
Ia mengambil kuda milik Alfonso dan menunggangi kuda itu seorang diri. Di dalam hutan.
Ia mengabaikan pikiran negatif bahwa perampok biasa berkeliaran di sekitar hutan
Bibi Ma memacu kudanya pergi keluar hutan menuju rumah ayah sang panglima.
bibi ma menghembuskan nafas lega saat ia telah keluar dari hutan yang gelap itu. Beruntung kuda Alfonso merupakan kuda pintar yang terlatih.
Di tengah jalan menuju rumah Lukas, Bibi Ma berpapasan dengan filips. Sontak saja bibi Ma menghentikan filips.
Ia turun dari kuda dan berlari menuju filips yang juga turun dari kudanya.
"Bibi ada apa bibi? mengapa bibi menangis lagi?" tanya filips khawatir
"Alfonso nak, Alfonso!!"
Filips tersentak. Ia khawatir. Bagaimana pun, Alfonso merupakan panutan dan sahabatnya.
"Kenapa dengan Tuan bibi? Ada apa?" tanya filips penasaran dan panik
"Alfonso jatuh tidak sadarkan diri, beberapa Minggu belakangan ini, ia sangat kacau nak. Ia menyesal dengan semua perbuatannya. Alfonso sedang sakit" racau bibi Ma menangis
Filips semakin panik saja mendengar hal itu
"Ayo bibi cepat" desak filips menaiki kudanya
Tanpa berkata apa apa, Bibi Ma berlari menuju kuda nya, dan pergi menunggangi kuda Alfonso tersebut.
Melihat jalan bibi Ma yang berbelok pergi menuju hutan bukan menuju gerbang kerajaan, Alfonso semakin panik saja.
Ia mulai menduga yang tidak tidak
"Apa tuan membunuh dirinya sendiri?" batin filips bertanya tanya.
Mendekat kearah sungai, Alfonso melihat telah ada bangunan yang bisa dibilang mewah pada masa itu disini.
Banyak ukuran kayu yang sangat indah.
"Bibi ini rumah siapa" tanya filips bingung mengikat kudanya.
Ia melihat beberapa puluh meter kedepan adalah sungai tempat Alfonso biasa merenung.
"Ayo filips cepatlah!!!" desak bibi Ma berlari memasuki rumah
Filips hanya mengikuti saja seraya melihat ke kanan ke kiri
"Ini milik nona" pikir Alfonso melihat hiasan dinding milik Sophia
"Filips kemari lah filips ayo cepat!" teriak bibi ma.
Filips terlonjak terkejut. Ia menghampiri bibi Ma.
Dan sesaat netranya disuguhi badan kekar sang pemimpin itu tergeletak tidak berdaya diatas lantai di dekat meja makan ini.
"Tuan!!!!" teriak filips mendekat
"Tuan apa yang terjadi tuan? Bangunlah" panggil filips tetapi tidak ada sahutan dari pria panutannya ini
netra filips memanas. Ini kali pertama ia melihat alfonso tidak berdaya seperti ini
Sekalipun pedang menggores tubuhnya dalam, Alfonso masih bisa berdiri tegak.
Tetapi ini? ia terlihat sangat menyedihkan.
Untung saja semua bahan makanan disini sudah lengkap.
Alfonso benar benar mempersiapkan perpindahannya.
"...jadi begitulah kondisi Alfonso setelah kepergian Nona filips." ucap bibi Ma menceritakan kekacauan Alfonso beberapa Minggu ini
"Tuan tidak sepenuhnya bersalah bibi. Dia membutuhkan pegangan dan tuntunan. Selama ini kaisar yang menuntunnya. Sejak kepergian kaisar, ia bagaikan kuda liar tanpa penunggangnya. Jadi Tuan berusaha mencari seseorang baru yang dapat menuntunnya.
Tuan berpikir pelayan Kaisar sudah lama mengabdi kepadanya. Pasti pelayan kaisar tidak jauh beda dengan kaisar. Tetapi perkiraannya salah" lirih Filips
"Ya bibi juga memaklumi itu filips. Alfonso besar seorang diri dan bertahan hidup. Di sungai inilah dia dulu memancing dan menangkap ikan yang kemudian Alfonso jual di pasar agar mendapatkan uang. Dia tidak tau memasak saat umur yang masih belia itu.
Jadi dia menjual ikan tangkapannya dan membeli roti untuk pengganjal laparnya. Jadi tidak ada siapapun yang bisa mengajari dan menuntunnya disaat umurnya sedang membutuhkan itu. Alfonso hanya melakukan apa yang dia anggap benar" ucap bibi Ma menghembuskan nafas.
"Dari mana bibi tau?"
"Kaisar menugaskan bibi untuk selalu memantaunya. Bibi sering diam diam memasukkan makanan kedalam tas nya saat ia datang bersekolah. Bibi melakukan itu hingga Alfonso ke akademi kau tau" ucap bibi Ma.
"Jadi bagaimana dengan kerajaan bibi? Tuan begitu emosi sampai membunuh pelayan setia kaisar. Apa tuan sedang jadi buronan sekarang bibi?" tanya filips panik
"Jadi buronan pun, apa kau pikir ada yang berani menangkap dan menyentuhnya? Bahkan saat kejadian semalam, Alfonso tidak hanya membunuh pelayan kaisar. Tetapi puluhan prajurit yang berusaha melindungi permaisuri. Jika bibi tidak datang mungkin nyawa permaisuri sendiri pun akan tiada" jelas bibi Ma
"Lalu bagaimana ini bibi? Permaisuri berkuasa disana sekarang. Orang orang kaisar sudah tiada. Hanya Tuanlah yang diharapkan bisa menjaga kestabilan kerajaan. Kini Tuan mengundurkan diri" ucap filips
"Kalau begitu gantikanlah tuan mu filips" ucap bibi ma santai
"Bibi!! Aku tidak mau, aku hanya ingin berada di samping Tuan selalu" tolak filips.
Bibi ma hanya menggeleng saja mendengar kekesalan Filips yang dulu menjadi bahan kejahilan Alfonso
Alfonso dulu sering kali mengancam akan meninggalkan filips sendirian, yang berujung filips akan merajuk seperti Sophia.
"Ayo kita ke kamar Alfonso. Apakah dia suda bangun? Kita harus memberi obat ini" ajak bibi Ma
sesampainya dikamar Alfonso, Mereka melihat alfonso sudah membuka matanya. Menatap langit langit kamar dengan tatapan kosong.
Alfonso merenung. Menyesali segalanya yang telah terlambat.
Filips hanya bisa memandang sendu.
"Tuan" ucap filips mendekat. Tetapi Alfonso bahkan tidak melirik. Netra itu hanya memandang kosong dengan deraian air mata yang tak kunjung habisnya.
"Alfonso kau harus memakan obat mu dulu nak" ucap Bibi Ma. Tetapi tetap saja. Jiwa Alfonso seperti dirampas paksa saat mendengar kenyataan dari bibi Ma.
Filips mendekat memegang tangan Alfonso. Biasanya Alfonso akan marah dan menepis sentuhan Filips.
Tapi kali ini, Alfonso tetap tidak bergeming.
Filips semakin panik. Ia menggoyangkan dan mengguncang Alfonso kuat
"Tuan!! jangan seperti ini!! sadarlah" teriak filips
Tetapi Alfonso hanya tetap mematung dengan tatapan kosong.
Entah apa yang terjadi pada pria perkasa ini. Guncangan yang dialaminya sangat hebat.
"Bibi!!! bagaimana ini bibi. Aku harus memanggil ayah Alfonso dulu. Bibi tunggulah disini ya" ucap filips panik keluar dari rumah dan memacu kudanya sangat cepat.
Sepanjang perjalanan, filips meneteskan air matanya melihat kekacauan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.
Begitu juga dengan bibi Ma yang menjaga Alfonso seraya mengguncangkan Alfonso perlahan. Bibi ma terisak menyesal seandainya ia tidak menceritakan hal itu kepada Alfonso.
Kenyataan pahit itu masih belum bisa Alfonso terima. Kesalahpahaman menyebabkan ia menyiksa dan melenyapkan istrinya.
Ia terkejut berat. Ia tenggelam di dalam lamunannya. Ia tenggelam di dalam dunia yang ia ciptakan sendiri. Dunianya bersama sophianya.
...****************...