IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 87. DUA KEJUTAN


Hari semakin berlalu, satu bulan telah terlewatkan. Stephano sudah kembali ke kerajaannya dan bersiap melakukan invasi besar besaran.


Apa yang terjadi pada Alfonso? Tidak ada yang berubah.


Filips dan bibi Ma yang menjaga dan merawat Alfonso tidak tau lagi berbuat apa.


Kadang di tengah malam, filips sering memasuki kamar Alfonso, duduk di pinggir ranjang dan menangisi keadaan Tuannya.


Keadaan Alfonso semakin drop. Asupan yang masuk hanya sedikit, minim pergerakan, stress yang berlarut, membuat keadaan kesehatan Alfonso sering tidak stabil.


Alfonso sering tiba tiba menjadi demam dengan suhu badan memanas, tak jarang juga suhu badannya mendingin.


seperti pagi ini, Filips membolak balikkan kain diatas kening Alfonso.


"Tuan, apa kau ingin bertemu nona Sophia secepatnya?" tanya filips.


Filips tidak tahan lagi merahasiakan ini melihat keadaan Alfonso yang semakin diambang batas.


"Tuan, jika aku mengatakan nona masih hidup apa kau akan percaya?" tanya filips yang sontak membuat kedua mata alfonso terbuka


"So..Sofi ku masih hidup?" tanya Alfonso lemah memaksakan dirinya ingin bangkit


"Tuan berbaringlah.." ucap filips menghentikan


"Di..dimana istriku fi..filips" ucap Alfonso terbata


Filips menghirup nafas dalam


"Tuan, malam itu sebenarnyaaa


#FLASHBACK#


"Ini.. ini.. Sophia" ucap mereka terkejut setelah membalikkan tubuh wanita ini.


Nampaklah wajah tenang Sophia menutup mata dengan wajah yang pucat.


Langsung saja stephano meraung raung. Memeluk adik nya yang telah terbujur kaku.


"Maafkan kakak, maafkan kakak. Kakak hanya berfokus pada diri kakak sendiri. Maafkan kakak Fia" tangis stephano meraung memanggil panggilan masa kecil adiknya.


Filips dan Carlos hanya bisa menunduk menyendu. Tiada yang menebak hal ini akan terjadi sebelumnya.


Ditengah keharuan mereka tiba tiba datanglah dua orang wanita berlari tergopoh gopoh mendekati mereka.


"Kalian!!! Jangan sentuh nona. Siapa kalian" ucap salah satu wanita paruh baya menunjuk filips


Keadaan sangat gelap dibawah sini. Membuat pandangan mereka terbatas. Hanya dengan penerangan remang remang seadanya


"Lepaskan nona. Berikan ia bersama kami" teriak wanita paruh baya ini


Salah satu wanita muda yang memegang penerangan mengangkat penerangannya menyinari wajah stephano.


Stephano dan wanita ini sama sama terkejut.


"Sayang!!" teriak wanita ini dengan spontan memeluk stephano


Stephano berjengkit kaget.


"Sayang mengapa kau ada disini ha? Apa yang kau lakukan?" tanya stephano panik.


Filips dan Carlos bingung


Filips merebut penerangan milik wanita itu dan mengangkatnya mendekati wajah wanita muda itu dan


DEGGG!!!


"PUTRI AMORA!!!" teriak Filips.


"Yang Mulia. Banyak hantu disini. Ayo pergi Ayo pergi" ucap filips panik.


"APA YANG KALIAN RIBUTKAN HA? AYO CEPAT ANGKAT NONA SOPHIA" ucap wanita paruh baya ini memecah kepanikan filips melihat wujud Amora disini.


Stephano segera mengangkat adiknya, berjalan menanjak keluar dari jurang.


Sesampainya di atas, Mereka langsung memasukkan Sophia ke atas kereta kuda yang telah tersedia.


Stephano dan yang lainnya memacu kuda mengikuti kuda Amora.


Mereka keluar kerajaan, menunggangi kuda menjauh menuju kerajaan x


Tetapi, kereta kuda itu tidak menuju ke kerajaan, melainkan ke rumah Amora. Di dalam hutan ditempat stephano tinggal dulu bersama Lukas dan Alena.


Banyak pertanyaan di kepala filips.


"mengapa Amora masih hidup"


"Mengapa mereka tidak membawa nona ku ke pemakaman"


"rumah siapa ini"


Batin filips bertanya tanya.


Sesampainya di kediaman, barulah filips dapat melihat dengan jelas.


Ini adalah Amora dan bibi pengasuhnya.


Selesai meletakkan Sophia di pembaringan, Amora segera memerintahkan stephano memanggil tabib kerajaan


Stephano yang masih bingung dan linglung hanya menuruti permintaan kekasihnya itu.


Ia pergi bersama Carlos memanggil tabib kerajaan mereka.


"Ada apa ini? ada apa?" tanya filips seperti orang hilang yang diabaikan oleh amora dan bibi pengasuh Amora yang berlari kesini.


"Duduk lah dengan tenang filips!!!" bentak bibi pengasuh Amora merasa semak dengan filips


"TIDAK!! APA MAKSUD KALIAN SIALAN!! BERIKAN NONA KU" ucap filips kembali membentak wanita tua ini


Seketika Amora dan bibi nya terdiam menelan ludah dengan susah payah.


Mereka seketika lupa


Filips tidak lebih mengerikan dari Tuannya.


Bibi menghirup nafas perlahan


"Nak, duduklah biar kami menangani nona Sophia dulu"


"TIDAK!! KAU PIKIR AKU MEMBIARKAN KALIAN MENYENTUH NONA BEGITU SAJA? AKU TAU APA NIAT BURUKMU DULU PUTRI AMORA!!!" teriak filips menghalangi jalan mereka merentangkan tangan melindungi Sophia.


Amora mendekat. Ia panik. Waktu tidak banyak lagi


"Nonamu masih hidup filips. Biarkan kami menolongnya dahulu. Aku akan menceritakan semuanya kepadamu. Percayalah" bujuk Amora memohon


Filips terkejut.


"Ma..masih hi hidup?" ucap filips terbata bata


"Ya jadi biarkan kami mengobati nonamu dulu. Kemari, duduk di pinggir ranjang ini saja. Jika kau ingin selalu melindungi nonamu" ucap Amora menyuruh filips duduk di pinggir ranjang di arah yang lain.


Filips menurut. Ia hanya duduk mengawasi Amora yang mengelap kaki Sophia dengan air hangat, Bibi yang mengelap sisa sisa darah dari wajah dan leher Sophia.


Tiba tiba datanglah Stephano dengan tabib kerajaan.


Tabib segera memeriksa Sophia


"Tabib, kondisinya sama seperti putri Amora dulu" ucap Bibi pelayan ini membingungkan filips.


Stephano yang mendengar itu sudah mulai paham akan apa yang terjadi disini


Filips dan stephano serta Amora keluar dari kamar, dan duduk di kursi diluar rumah menunggu sang tabib kerajaan menyelesaikan pemeriksaan dan pengobatannya.


Filips masih terdiam melihat Stephano dan Amora yang duduk berdampingan didepannya.


"Jelaskan kepadaku!!" geram filips


Amora membuka suara setelah mendapat kode Anggukan dari Stephano


"Aku tidak meninggal sungguhan waktu itu filips. Kau ingat gosip kerajaan tentang aku sering membawa seorang pria masuk ke dala kamarku dulu? Itu adalah stephano. Dia adalah teknisi kerajaan yang menyamar dengan nama Vano"


filips tertegun mendengar. Vano? Jadi Vano adalah stephano? Pantas saja datanya tidak dia temukan


"Kau adalah Vano? kenapa?" tanya filips bingung


"Ya aku adalah Vano. Aku menyamar jadi teknisi di kerajaan waktu itu agar aku bisa memantau adikku Sophia. Aku juga yang kalian sebut pria misterius yang disebut Sophia sebagai hantu. Akulah yang diam diam memasuki rumah mengobati luka, dan menolong Sophia." jelas Stephano


Filips hanya diam mendengar


"Aku mendekati Amora waktu itu untuk mencari informasi dan mengambil sedikit harta kerajaannya untukku dan kawananku bertahan hidup, dan ingin membalaskan dendamku karena Amora pernah ingin mencelakai adikku Sophia" lanjut stephano menerawang


"lalu bagaimana kalian bisa bersama seperti ini? aku bahkan menyaksikan putri dikubur waktu itu" tanya filips masih belum mengerti


"Saat aku mendekati Amora dengan tujuanku sendiri, aku mengetahui bagaimana Amora di perlakukan oleh keluarganya selama ini.


Aku mengetahui Amora yang bukan merupakan putri mereka. Aku mengetahui segalanya.


Sampai pada saat Amora mendapat kekerasan fisik dari permaisuri, entah mengapa hatiku terbakar melihat itu. Jadi aku mengajak Amora untuk pergi meninggalkan kekaisaran. Tetapi amora menangis. Tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk keluar dari kekaisaran yang mengerikan itu.


Jadi, kami membuat siasat dengan Amora dan bibi pengasuhnya. Bibi pengasuh itu yang membuat racun yang sama dengan racun yang di konsumsi Sophia.


Racun itu akan bereaksi dengan menghentikan cara kerja jantung sementara. Orang orang pasti akan mengira orang yang meminum itu telah tiada.


Tetapi itu harus cepat ditangani filips. Banyak hal berbahaya akan muncul jika pengobatan tidak segera dilakukan.


Kami dan bibi pengasuh Amora menggali kuburan Amora pada malam hari dan segera membawanya kesini. Tabib itulah yang menyembuhkan Amora. Aku dan tabib merawat Amora dan bibi pengasuh kembali ke kerajaan"


...****************...