IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
MENDAPAT TITIK TERANG


Mengabaikan rasa lelah, filips dan Alfonso tiba di tempat pengasingan permaisuri kala itu.


seperti dugaan mereka, beberapa pria berpakaian hitam tampak berjaga disekitar kediaman.


"Lihatlah filips sebelumya tempat ini tidak ada yang mengetahui selain kaisar, permaisuri, dan juga pelayan kaisar. Sekarang, permaisuri merusak keamanan dan kerahasian tempat kesukaan kaisar ini" ucap Alfonso berbisik.


"Tuan, kenapa kita bersembunyi tuan, ayo kita habisi mereka!!" ucap filips bersemangat. sudah sangat lama tangannya yang haus darah ini tidak memakan korban


"Aku tidak ingin membunuh orang lagi filips. Sophia tidak akan menyukai itu. Pergilah bersenang senang" ucap Alfonso yang langsung membuat filips melompat kegirangan. Ini hal yang langka Alfonso membiarkan filips memangsa sendirian.


Alfonso hanya melihat dari jauh bagaimana ganasnya pengikut setianya membantai habis manusia manusia yang berjaga.


"Belum. Ia belum bisa dilepas begitu saja. Dia masih sulit mengendalikan nafsu dan amarahnya" batin Alfonso melihat filips.


Alfonso hanya menguji filips. Dan nyatanya filips belum sesuai dengan harapannya.


Ia juga ingin melihat filips memiliki hidupnya sendiri, menikah dan berbahagia dengan manusia manusia pilihannya.


Tetapi mungkin harapannya akan ia tunda dahulu sementara waktu.


filips berlari menghampiri Alfonso. Lumuran darah di pakaiannya ia abaikan.


"Tuan, Tuan.. semuanya telah habis, ayo tuan kita masuk" ucap filips bersemangat setelah mengisi energinya kembali


Alfonso dan Filips membuka pintu kediaman. Sepi dan senyap. Tidak ada tanda tanda kehidupan disini.


"Dimana? apa kita di jebak?" tanya filips


"tidak mungkin filips. Jika mereka berniat menjebak, tidak mungkin mereka mengirim penjaga kesini" ucap Alfonso yang memang memiliki firasat ada orang lain disini


filips dan Alfonso terus mengendap menyusuri kediaman ini.


Tidak seperti dahulu saat hector masih hidup, kediaman ini kini sangat tidak terawat.


traakkk!!!


Alfonso mendengar suara sesuatu yang jatuh dari bawah lantai tempat ia berpijak.


Alfonso membungkuk mengetuk lantai kayu dan suara ketukan nya terdengar nyaring seperti lantai kayu ini tidak langsung beralaskan oleh tanah. Melainkan sesuatu kosong yang menyebabkan lantai berbunyi kopong saat di ketuk.


"Tuan, ada ruangan dibawah!!" ucap filips.


"iya" singkat Alfonso yang menilik dimana pintu akses menuju tempat itu


Lama filips menilik segala sisi, hingga terdengarlah suara lompatan filips.


"Filips apa yang kau lakukan?"


"tuan, akan sangat memakan waktu lama untuk mencari letak pintunya, kita hancurkan saja lantai ini, ayoo lompatlah yang tinggi Maka kita akan AARRGGHHH!!!"


Ucapan filips terpotong karena filips jatuh bersamaan dengan lantai yang ambruk


"Filips kau tak apa?" tanya Alfonso


filips mengusap punggungnya dan menilik sekeliling


"Tuan turunlah, bawa penerangan juga disini sangat gelap, aku tidak melihat apapun"


Alfonso segera menyusul filips. Ia melompat dengan kaki kokohnya membawa penerangan seadanya.


"Tuan, ruangan apa ini?" tanya filips mengayunkan penerangannya.


Tiba tiba


BRUUGHHH


Seseorang memeluk perut filips, yang membuat sang empunya terlonjak terkejut


"Hey siapa kau!!!!" teriak filips.


Alfonso yang menyusuri ruangan pun seketika menoleh kearah filips.


Ia mendekatkan penerangannya dan melihat seorang anak perempuan memeluk erat filips yang bergerak gelisah melepaskan diri.


Alfonso menyentuh bahu Alfonso menghentikan pergerakan


"Hey!! Siapa namamu, mengapa kau ada disini" tanya Alfonso


"Tolong aku tuan, ibuku..ibukuu" Raung anak tersebut ketakutan


"dimana ibumu" tanya filips


Filips mengikuti langkah kecil tersebut dan melihat


DEGGG


Wanita telanj*ng dengan lumuran darah. Beberapa jahitan tidak rapi menghiasi perut dan dadanya.


filips langsung berbalik membawa anak tersebut keluar


Alfonso mendekat memeriksa wanita ini


"Organnya telah diambil" batin Alfonso.


Alfonso berlari keluar, memanjat naik dari tempat masuk mereka.


Alfonso merobek beberapa tirai dan berlari kembali ke ruang bawah tanah tersebut


Alfonso membalut jasad wanita paruh baya ini mengangkat dan membawanya keluar.


Filips yang melihat itu mendekati Alfonso


"Tuan apa yang kau lakukan? ayo kita harus bergegas sebelum ada seseorang yang datang kemari" ucap filips


"Tidak akan ada yang datang filips. Permaisuri sedang kebingungan karena pemutusan kerja sama oleh kerajaan yang lain lagi" ucap Alfonso mulai menggali tanah di belakang kediaman


"Apa? bagaimana kau tau Tuan?" tanya filips


"Aku tidak bodoh sepertimu, segalanya sudah ku pertimbangkan" ucap Alfonso


"Pergi lah jelaskan kepada anak yang tadi bahwa ibunya telah tiada. Kita membutuhkan informasinya" ucap Alfonso yang diangguki filips.


beberapa saat setelah menguburkan jasad wanita tua itu, Alfonso kembali memasuki kediaman dan melihat anak perempuan yang mungkin usianya belasan tahun itu sedang menangis memeluk filips.


Alfonso mendekat


"Kau harus kuat, jangan lemah menerima kenyataan" ucap Alfonso yang mendapat gelengan dari filips


"Tuan bukan begitu menenangkan seseorang" ucap filips


"aku... aku.. tidak ada siapa siapa lagi huhuuuu, berarti ibu.. ibu.. sudah.."


"Aku pikir kau sudah hampir remaja, bagaimana bisa kau tidak mengetahui ibumu telah tiada?" tanya Alfonso sedikit geram


"Aku.. aku tidak tahu tuan, ibu bilang aku tidur duluan malam itu, lalu ibu akan akan kembali setelah berbicara dengan paman paman itu, lalu tidur juga disebelahki, aku pikir ibu juga tidur, aku tidak melihat darah itu, disana sangat gelap" tangis nya tersedu


"kau tidak menyadari orang orang datang melukai ibumu?" tanya Alfonso


Ia hanya menggeleng


"Bagaimana kalian berada disini?" tanya Alfonso mengabaikan kesedihannya.


Alfonso harus tau secepatnya. Ada yang janggal disini


"aku dan ibu diculik Tuan, saat malam hari mereka datang menghancurkan rumah kami" Isak nya


"Apa mereka ada masalah dengan kekaisaran? Tapi sepertinya tidak mungkin tuan, Tempat ini tempat terpencil yang mungkin tidak mendapat perhatian dari pemerintah" ucap filips menganalisa


"Kesalahan apa yang ibumu perbuat?" tanya alfonso


"Tidak ada Tuan, Itu semua karena kakak cantik itu" ucapnya terisak


"kakak cantik?" ucap Alfonso dengan dahi berkerut


"Kami..kami hanya menolong kakak cantik itu, kakak cantik itu menginap dirumah, tetapi..tetapi kakak cantik itu pergi saat malam hari, lalu..lalu beberapa orang jahat datang membawa ku dan ibu, mereka..mereka memaksa kami memberitahu dimana kakak cantik itu, kami tidak tau tuan, kakak cantik itu pergi begitu saja malam malam tanpa sepengetahuan kami" racaunya tersendat sendat


"Kakak cantik? kakak cantik siapa yang kau maksud?" tanya filips


"Ada kakak cantik yang datang di pagi hari saat itu, dia sedang sakit, dia pucat, dia terlihat panik seperti dikejar sesuatu" lirih nya


Jantung Alfonso kembali berdegup kencang


Alfonso mengeluarkan lipatan kertas dari dalam sakunya


"Apa..apa kakak cantikmu a..adalah orang ini?" tanya Alfonso terbata


"Iya Tuan, kakak cantik itu digambar ini"


DEGG!!!


...****************...