IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 56. MENJEMPUT KARMA


Alfonso terkejut matanya melotot sempurna mendengar penuturan kaisar


"Jadi malam itu? Yang menemui Sophia malam itu adalah jenderal perang kerajaan Eros?" Tanya Alfonso tidak percaya.


Hector mengangguk.


"Salah satu tiang penyangga kerajaan Eros telah bertemu dengan istrimu. Kau kecolongan Alfonso. Apa Sophia tidak apa apa?" Tanya Hector.


"Ia tidak apa apa. Sophia juga tidak menyebutkan bahwa dia adalah istriku" Ucap Alfonso


"Baguslah. Aku pikir mereka membuat siasat lain Alfonso. Segera laksanakan rencana awal kita" Ucap Hector memerintah


"Baiklah aku akan mengatur segalanya hari ini. Aku pikir persiapan kita telah matang. Mereka dapat kita lepaskan hari ini." ucap Alfonso mengundurkan diri menuju kamp pelayan


Melihat bibi Ma, Alfonso segera menghampirinya


"Bibi Ma"


"Alfonso kau sudah datang? bagaimana keadaan Sophia?" Tanya Pelayan Ma.


"Dia baik baik saja, Bibi kumpulkan beberapa pelayan yang aku minta kemarin untuk berkumpul di tenda sebelah tenda kaisar" ucap Alfonso memerintah


"Baiklah nak. Bibi juga sudah menyiapkan pakaian samaran mereka persis seperti pakaian pelayan milik kerajaan X" ucap Bibi Ma.


"Baik bi terimakasih" ucap Alfonso mengundurkan diri pergi menuju barak para prajurit


Ia menemui Pengawal setia Kaisar yang bertanggung jawab tentang barak prajurit khusus mereka


"Paman, aku pikir ini sudah saatnya. Kumpulkan Prajurit yang aku minta pada tenda sebelah tenda kaisar" ucap Alfonso


"Baiklah Panglima"


Filips yang hanya selalu mengekor Alfonso sejak keluar dari tenda kaisar mengeluarkan suara.


"Tuan, apa Nona baik baik saja?" Tanya Filips yang masih was was akan ledakan emosi pimpinannya


"Kau ingin mati menanyakan kabar istri seorang pria Filips?" jawab Alfonso dingin


"ekhem, aku sudah menyiapkan kendaraan mereka" ucap Filips berkilah mengamankan diri.


Setelah semuanya berkumpul


Alfonso menjelaskan ulang rencana mereka


"Filips telah menyiapkan kendaraan yang sama persis"


"Beberapa prajurit dan pelayan kerajaan x yang memasok bahan serta rempah, akan memasuki istana. Sebelum mereka sampai di kerajaan, kalian harus melumpuhkan mereka. Hilangkan jejak, dan gantikan mereka.


Sebagian bersembunyi diantara bahan bahan makanan, Bekerjalah dengan bersih. Aku tidak ingin ada kesalahan" perintah Alfonso.


"Prajurit yang tersisa, akan mengantarkan budak kerajaan yang diminta oleh Eros waktu itu. Setelah menyerahkan tawanan, kalian gantikan beberapa posisi prajurit kerajaan x, dan menyamarlah. Bekerjalah dengan hati hati." lanjut Alfonso memerintah


Kaisar hanya memangut mangut menyerahkan segalanya kepada Alfonso.


Otak pria tampan ini tidak perlu di ragukan lagi dalam menyusun siasat.


"Bastian yang akan menjadi pemandu dan pemimpin kalian saat disana" tambah Alfonso mempercayakan Bastian yang sudah ia perintahkan terlebih dahulu.


"Dan kalian. Aku tau mungkin ini tidak akan mudah. Bekerjalah dengan hati hati. Gali informasi apapun dari petinggi petinggi kerajaan. Nafsu bisa membutakan mata dan pikiran. Kumpulkan bukti fisik apapun tentang kecurangan kerajaan X, dan lemahkan ketahanan mereka." ucap Alfonso kepada Wanita wanita yang mereka persiapkan akan menjadi budak kerajaan X


"Bibi Ma akan memberikan racun kepada kalian masing masing sesuai dengan yang ditugaskan"


"Baik Tuan" ucap mereka hormat.


***


Pasar digemparkan dengan gantungan kepala wanita pada tiang kegemaran sang panglima kerajaan.


Mereka berkumpul. Tentu saja mereka tau itu kepala dari wanita muda yang dibawa oleh Filips waktu itu.


Inilah akhir dari penghinaan mulut nya yang terlalu ringan bersuara


Kepalanya dipampang dengan label penghianat kerajaan, dengan rambut terurai mengiris keberanian siapa saja yang melihatnya.


ini bukan yang pertama kali, Banyak kepala yang telah di Pampang disini sebelumnya sebagai peringatan akibat dari ketidaknyamanan sang panglima dan kaisar.


Kepala ini akan di Pampang selama seharian penuh, Dan selanjutnya akan diberikan kepada keluarganya atau dibuang ke tempat pembuangan mayat.


"Mengapa nasibmu seperti ini nak, ibu telah mengusahakan segalanya agar hidupmu nyaman. Bahkan ibu mengorbankan wanita lain untuk keselamatanmu. Tetapi mengapa bisa begini? Kesalahan apa yang kau perbuat sehingga melukai hati panglima?" ibunya teriak meraung Raung


Teriakannya memancing perhatian banyak orang yang hanya bisa menatap prihatin


"Sudahlah, kau masih memiliki satu putri bukan? walaupun dia dibawa oleh kerajaan untuk menjadi budak, setidaknya dia masih hidup" ucap salah satu warga menenangkannya


"Iya benar yakinlah ia akan pulang jika masanya sudah tiba" lanjut yang lain


"Tidak sialan tidak!!! Dia bukan putriku. Putriku hanya satu. Wanita jala*g yang entah darimana asalnya itu bukan putriku" teriak wanita tua ini keceplosan memancing amarah banyak orang


Suaminya terkejut akan kebodohan istrinya.


"Jadi kau menipu takdir dan peramal serta warga? Kau menipu kekaisaran dan panglima?" bentak salah satu warga


"Tidak tidak bukan begitu" kilah sang ibu panik


"Dia menghina dan menghianati kaisar."


"Kalian harus dihukum mati!"


"ikuti aturan kekaisaran, seluruh keluarga penghianat harus di bunuh"


"Ya mereka harus dibunuh"


banyak teriakan warga mewarnai tangisan keluarga ini


"Kepala desa, buat lah surat kepada panglima. Katakan mereka menghianati kekaisaran dan membohongi warga serta peramal suci. Mereka harus dihukum" tuntut mereka.


Di tengah malam, terjadi pertengkaran hebat antara suami istri yang telah ditinggalkan anaknya tersebut


"ini semua salahmu!! mengapa kau membawa gadis terkutuk itu kerumah ini" teriak sang nyonya rumah


"Kau menyalahkan aku? kau lah yang terlalu bodoh berbaik hati kepadanya. Kau bahkan menyakiti putri kita dengan berbuat baik kepadanya"


"Apa maksudmu? kau yang mengatakan bahwa dia penolong putri kita" teriak sang istri


"Kau juga sangat memanjakan putrimu. Ia tidak tau aturan dan tata Krama berdebat di tengah pasar dengan pelayan kerajaan. Apa kau tidak berpikir bahwa itu yg menyebabkan putrimu dibunuh oleh panglima?" balas suaminya murka


"Kau menyalahkan putri mu yang bahkan sudah tiada? Kau tidak pernah menyayanginya" teriak istrinya menangis pilu


"Dia putriku tentu saja aku menyayanginya!!!"


"Sialan kau, Kau pikir aku tidak tau kau berjudi dengan temanmu? kau bertaruh apakah putri kita yang akan dibawa saat itu atau tidak. Kau mempertaruhkan putrimu sendiri"


Plakk


"Jaga mulutmu wanita sialan!! Pergilah dan susul Putri mu" bentak suaminya menampar dan mengarahkan belati ke leher istrinya sendiri


"apa kau sudah gila ingin membunuhku? Kaulah yang menyebabkan kehancuran dirumah ini" teriak wanita tua ini melawan tanpa sadar menusukkan belati menembus jantung suaminya sendiri


Degg


Pandangannya berkunang. Ia bingung apa yang terjadi barusan. Ia memandang tangannya yang bermandikan darah suaminya gemetar.


"Bukan aku.. Bukan aku" cicitnya gemetar berlari mengemasi pakaian nya melarikan diri dari rumahnya menghindari hukuman kejam kekaisaran.


Ia berlari menembus keheningan malam mengasingkan dan menyembunyikan diri ke tempat tidak ada satu orang pun yang dapat menemukannya


Mereka menjemput karmanya sendiri.


Menipu dan menyakiti hati wanita polos, Yang berujung kehancuran keluarga mereka sendiri.


...****************...