IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 21. CANGGUNG


Pagi menyapa membangunkan netra netra terpejam untuk kembali melakukan aktivitas


Tidak terkecuali pada sepasang pasutri yang sedang terlelap dibawah selimut hangat ini.


Dahi wanita yang sedang tengkurap diatas matras hidup hangat ini perlahan berkerut mengernyit.


Mata sayu yang semalam membuat Alfonso panik itu perlahan terbuka. Dengan kesadaran yang belum terkumpul sepenuhnya itu Sophia meraba raba benda keras berotot yang menjadi tempat pembaringan nya.


"Kenapa kursi ini menjadi bertekstur begini? Sangat hangat, kursi ku menjadi sangat hangat juga" gumam Sophia pelan mengundang segaris senyum samar dibibir pria tempramen yang sejak sebelum matahari terbit telah terbangun.


---


Alfonso terbangun sebelum matahari terbit. Tatapan Alfonso beralih menatap pucuk kepala sang istri yang semalam membuatnya tidak bisa bernafas normal.


Alfonso membelai rambut hitam legam itu


Entah apa yang terjadi. Tangan kematian ini berubah menjadi tangan halus penyayang kepada istrinya.


Alfonso kembali melamun. Banyak yang terjadi dihidupnya. Tidak ada yang membuatnya begitu berarti selain Sophia.


Ia teringat dengan perkataan yang pernah Sophia ucapkan kepadanya saat Alfonso marah dan bertanya mengapa Sophia tidak Takut kepadanya


"Aku tidak takut tuan, tidak apa apa, marahlah jika itu membuatmu tenang, Jangan pikirkan aku, sekecewa Apapun aku, aku tetap melihatmu dari sisi baikmu"


Perkataan itu kembali terngiang ngiang


"Aku saja tidak tau apakah sisi baikku masih ada, bagaimana kau bisa melihatnya?" tanya Alfonso dalam hati seraya menatap puncak kepala Sophia.


Lama Alfonso melamun, berpikir keras, sampai ia menyimpulkan akan mempertahankan sophia.


Wanita aneh ini adalah satu satunya orang yang menatap Alfonso dengan pandangan hangat yang berbeda dari pandangan ketakutan semua orang.


Wanita ini satu satunya orang yang memperlakukan alfonso berbeda dengan perlakuan yang diberikan orang lain


Wanita ini yang menyambut dan menerimanya disaat semua orang menolaknya


Wanita ini selalu bercerita tentang apapun yang dilewatinya dan dirasakannya kepada Alfonso yang membuat Alfonso merasa dibutuhkan.


Wanita ini yang memenuhi pikirannya disaat sebelumnya pikiran kosong dan negative selalu memenuhi isi kepalanya.


Lamunan nya terhenti kala tangan mungil meraba raba dada kekarnya. Gumaman Sophia sedikit menghiburnya.


---


Sophia terlonjak kaget saat nyawanya terkumpul sempurna. Bagaimana bisa ia tidur dengan posisi seperti ini


Dengan muka memerah, ia mendongak melihat wajah sang empunya raga dan melihat Alfonso menatapnya dengan intens.


Sophia gugup ingin beranjak dari atas tubuh menggoda Alfonso. Tetapi Alfonso mengeratkan belitan tangan nya memeluk Sophia.


"Tuan, maafkan aku, aku tidak tau bagaimana aku bisa berada disini, aku sangat bodoh, hukum aku tuan, kau bisa memukulku dimanapun kau mau" Lirih Sophia hampir menangis.


"Jangan bergerak. Atau aku akan benar benar menghukum mu" titah Alfonso saat merasakan sengatan aneh disetiap pergerakan Sophia.


Keduanya terdiam beberapa saat. Sophia kembali menyandarkan kepalanya dengan kaku di dada bidang Alfonso, dan Alfonso sedang berusaha mengenali getaran aneh yang dirasakan.


Hingga beberapa menit kemudian, keduanya tetap senyap, hanya helaan nafas keduanya yang bersahutan


Jantung Alfonso berdegup dengan kencang. Begitupun dengan Sophia.


Dengan posisi intim ini Sophia bisa mendengar kebrutalan jantung seorang Alfonso.


"Apa tuan sedang sakit?" Pikir Sophia.


Setelah beberapa lama membisu, akhirnya Alfonso mengeluarkan suara.


"Apa luka yang semalam sakit?" tanya Alfonso kaku. Selama ini komunikasinya dengan Sophia hanya dengan bentakan dan teriakan.


Sophia melihat tangan dan meraba dahinya


"Tidak lagi Tuan, Terimakasih sudah mengobati lukaku" ucap Sophia riang.


Alfonso mengernyit merasa bahwa ada yang tidak beres. Alfonso berpikir yang mengobati lukanya adalah Sophia. Lalu mengapa Sophia mengatakan sebaliknya


...****************...