IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 52. BANGUNNN


Setelah menyelesaikan latihan dan pengawasan di siang hari, Alfonso pulang kerumah membawa titipan Pelayan Ma.


Alfonso mengetuk pintu beberapa kali tidak ada yang menjawab dan membuka pintu. Alfonso panik membuka pintu tergesa gesa dengan sendirinya.


Netranya memindai sudut rumah. Sepi, Seperti tidak ada aktivitas.


Alfonso begegas ke kamar membuka pintu dengan kasar dengan pikiran menduga duga sesuatu yang buruk telah terjadi kepada Sophia.


Setelah pintu terbuka, tampaklah Sophia yang masih terlelap tengkurap dengan posisi abstrak merotasi menguasai sisi ranjang. Selimut hampir jatuh menyentuh lantai kamar menampakkan punggung putih mulus tanpa cela.


Alfonso menghela nafas perlahan, lega mengetahui Sophia baik baik saja.


Alfonso duduk di pinggir ranjang mengamati posisi tidur yang sangat tidak anggun ini tetapi menggemaskan. Netranya tidak sengaja melirik sarapan yang ia bawakan tadi tidak tersentuh.


"Si ceroboh ini belum makan apapun" gumam Alfonso.


Alfonso mengelus kepala Sophia membangunkan wanitanya


"Sofi, Makan dulu setelah itu lanjutkan tidurmu. Bangun lah" ucap Alfonso


tidak ada respon apapun, Alfonso mengguncang bahu mulus ini perlahan


"Sofi, bangun! ini sudah siang" guncang Alfonso.


Untungnya Sofi dan Alfonso hidup menyendiri terpisah dari peraturan kerajaan. Jika ia tinggal menyatu dengan kerajaan, Sudah pasti sebelum Alfonso bangun, sophia harus bangun terlebih dahulu mengingat banyak tugas dan kewajiban khusus seorang wanita bangsawan.


Sophia juga tidak pernah mengikuti acara acara dan perkumpulan istri petinggi kerajaan maupun perkumpulan atau kelompok wanita bangsawan yang diikuti permaisuri.


Setiap Wanita kerajaan wajib mengikuti peraturan dari Permaisuri. Tetapi siapa yang Berani memerintah Alfonso? Tentu saja permaisuri merasa segan jika Alfonso sudah mengatakan bahwa istrinya tidak mengikuti peraturan permaisuri.


Berbagai sekolah dan pelatihan wanita bangsawan pun hanya dibekali pembelajaran awal oleh Bibi Ma saat sebelum menikah.


Terusik akibat guncangan dari Alfonso, Sophia menggeliat malas membalikkan tubuhnya. meregangkan otot mengangkat kedua tangannya.


Tanpa menyadari selimut yang hanya menutupi bokong bulat tadi kini hanya menutupi bagian bawah Sophia. Sophia hanya mengerjapkan mata sebentar lalu kembali terlelap tidur.


Melihat bagian atas yang terekspos sempurna, Alfonso menelan ludah berat. Jika tidak mengingat Sophia merajuk kesakitan meminta Alfonso berhenti dini hari itu, dan panggilan dari kaisar sore ini, pasti Alfonso sudah menerkam si cantiknya ini


Alfonso menutup harta Karun Sophia dengan selimut.


"Sayang bangun dulu, kenapa kau malas sekali" Ucap Alfonso membangunkan Sophia.


Semakin terusik dalam tidurnya, Sophia mengerjabkan matanya memfokuskan pandangannya.


Ia melihat wajah tampan suaminya. Sophia tersenyum polos menampakkan deretan gigi rapih itu.


"Pagiii" cengir Sophia


Mendengar itu wajah Alfonso seketika datar tidak habis pikir dengan kelakuan Sophia.


"Sayang ini sudah siang. Bahkan hampir sore" kesal Alfonso


mendengar itu Sophia terkejut spontan mendudukkan diri melihat ventilasi terang benderang karena adanya cahaya matahari


Selimut nya melorot hingga kepinggangnya.


Alfonso menatap Sophia tajam.


"Kau menggodaku lagi? Tidak cukup malam itu?" Tanya Alfonso menyeringai


Merasa ada tanda bahaya, Sophia hanya menyengir menaikkan selimut hingga batas lehernya.


"Hehe maafkan aku" Ucapnya tanpa rasa bersalah. Sedetik kemudian matanya membola menatap Alfonso


"Sayang, kau belum sarapan? kau juga pasti pulang untuk makan siang kan?, dan aku baru bangun, memang Sophia tidak berguna" ucap Sophia merasa bersalah kepada suaminya.


Mengetahui isi kepala Sophia, Alfonso mendengus


"Sudahlah. Tidak apa, mandilah dulu, aku akan menyiapkan makanan" ucap Alfonso


Setelah makan siang Alfonso dan sarapan siang bagi Sophia (😂), Alfonso meluangkan waktunya sebentar sebelum pergi ke markasnya. Duduk di kursi kayu kesukaan Sophia.


"Lihatlah, bibi Ma menitipkan ini tadi pagi kepadaku." Ucap Alfonso seraya menyerahkan titipan bibi Ma disambut binaran bahagia dari Sophia


"Wahhh ini harta berhargaku!! Aku sedang membuat pakaian untukmu sayang. Lihatlah aku merajut mantel musim dingin untukmu" Riang Sophia membuka bungkusan memperlihatkan sulaman Sophia yang masih belum jadi.


Hati Alfonso menghangat. Tidak ada yang pernah mengingatnya dan memberikan hadiah apapun selama ini. Bahkan untuk tanggal dan bulan ulang tahunnya saja ia tidak mengingatnya lagi


Mendengar Sophia berinisiatif membuat pakaian untuknya dengan tangan mungil ini membuat hati Alfonso bergetar hebat. Merasakan dunia yang baru.


Tangan Alfonso terangkat membelai kepala Sophia yang menatapnya penuh damba


"Bibi Ma yang mengajariku. Bibi bilang jarumnya tidak akan melukaiku karena jarumnya besar dan tidak lumayan tajam" ucap Sophia


Tentu saja bibi Ma memilih kualitas terbaik untuk wanita berharga Alfonso.


"Apapun yang kau inginkan katakan saja Sofi, aku akan memenuhi apapun yang kau mau kecuali keluar rumah, dan meninggalkan aku" ucap Alfonso


"Untuk saat ini mungkin hanya ini saja. Aku tidak akan bosan lagi dirumah sendiri setelah bersih bersih" Ucap Sophia riang


"Tenang saja, Aku juga tidak akan mau keluar rumah jika tidak bersamamu" lanjut Sophia


Mendengar kata kata Sophia membuatnya teringat dengan laporan bibi Ma.


"Pasti saat itu kau sangat ketakutan" batin Alfonso seraya mengecup ringan pelipis Sophia.


"Sayang kau suka melukis?" Tanya Alfonso mengalihkan pembicaraan


Sophia mengangguk


"Ya aku suka menggambar dan melukis apapun. Saat paman mencari uang, jika aku bosan paman menyuruhku melukis tembok di rumah"


"Baiklah kita akan membeli alat lukis nanti" ucap Alfonso


tok..tok.. tok


Terdengar ketukan pintu memecah keharmonisan dan kehangatan pasangan ini


Alfonso beranjak membuka pintu dan tampaklah Filips memberi hormat dan menatap raut tegas Alfonso memberi kode.


Melihat nona Sophia nya sedang berada di ruang keluarga, tentu saja Sophia bisa mendengar lebih jelas jika Filips berbicara.


Jadi Filips memberikan kode kepada Alfonso yang langsung memahaminya.


Alfonso kembali menutup pintu melangkah mendekati Sophia


"Sayang, Filips sudah menjemputku. Ada urusan yang harus aku urus sebentar sayang. Jangan habiskan tenagamu dengan kegemaran barumu itu hmm? istirahat jika merasa lelah." Jelas Alfonso mengecup singkat bibir mungil merah itu dan kepala Sophia


Filips dan alfonso berjalan bersisian mendengar penjelasan Filips


"Aku sudah mengurung wanita desa yang menghina Nona Tuan" ucap Filips


...****************...


Hello maaf up nya kurang teratur lagi, Nyambil Skripsian soalnya😭


Semoga terhibur


Jangan lupa vote and like