IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 71. MENGUNDURKAN DIRI?


Kepulangan permaisuri disambut baik oleh seluruh anggota kerajaan.


Beberapa hari setelah kepulangan, Permaisuri mengadakan pertemuan. Semua antusias menghadiri pertemuan.


Termasuk Alfonso yang setia didampingi oleh Filips.


Dan juga termasuk para penjilat yang masih mengira Permaisuri berada di pihaknya seperti biasa


Mereka tidak tahu saja. Yang melantik mereka adalah Eros. Sekarang Eros telah tiada. Tentu saja keadaan tidak akan berjalan seperti biasanya.


"Permaisuri, Kami turut berduka cita atas kepergian Kaisar disaat perjalanan melakukan kerja sama" ucap Jenderal


"Terimakasih. Aku permaisuri akan mengambil alih kekuasaan suamiku. Aku akan merombak seluruh tatanan pejabat pejabat kekaisaran ini." ucap Permaisuri tegas


Jenderal pajak yang tamak ini tersenyum samar.


"Mampus lah kau panglima. Permaisuri akan menghentikanmu" batinnya


"Untuk ini, aku memberhentikan jenderal pajak dan seluruh anggota keluarganya yang memiliki peran dan kedudukan di kerajaan ini." ucap permaisuri tegas membuat jenderal pajak yang tamak serta anak anak laki lakinya, mertua dan menantunya yang memiliki kedudukan yang tinggi di kerajaan terkejut.


"Permaisuri apa maksudmu? Kau memulangkan kami? kami bahkan sangat berjasa bagi masyarakat permaisuri!!!" teriak jenderal pajak ini tidak terima


"Dengan memonopoli pasar dan pajak serta keuangan kerajaan? Aku menyimpan semua bukti kejahatanmu. Kau dilantik dan di beri jabatan oleh ayahku. Sekarang akulah yang berhak memberhentikanmu"


"Permaisuri tidakkah kau terlalu kejam seperti itu? bahkan kau ikut andil dalam pencucian keuangan kerajaan" ucap Jenderal sarkas


"Aku hanya memberimu peluang. Walau aku memberimu peluang, bukan berarti aku mengambil peran di dalam dosa dosamu" tegas permaisuri.


"Tidak!!! wanita sialan!! kau tidak tau terimakasih" ucap Jenderal merasa ditipu.


"Aku memutuskan untuk mengasingkan seluruh keluarga dan petinggi petinggi kerajaan yang terlibat dalam kejahatan jenderal pajak. Dan untuk jenderal pajak, aku memerintahkan hukuman mati kepadamu." jelas permaisuri membuat semua orang tertunduk tidak percaya


Mengapa permaisuri sangat berubah?


Seusai pertemuan, Alfonso secara pribadi menghampiri permaisuri


"Ada apa panglima? apa kau membutuhkan sesuatu?" tanya Permaisuri melihat Alfonso dan Filips masih setia berada di aula walau semua telah membubarkan diri


"Permaisuri, aku ingin meminta sesuatu kepadamu. Selama pengabdianku, aku belum pernah meminta apa apa. Bahkan hadiah hadiah yang diberikan oleh kaisar dengan hormat aku menolaknya. Tetapi ada satu permintaanku saat ini Yang Mulia" ucap Alfonso hormat


"katakan lah. Aku akan berusaha memenuhinya jika itu hal yang baik" ucap permaisuri yang memang telah benar benar berubah


"Aku ingin mundur dari posisiku Yang Mulia" ucap Alfonso mengejutkan permaisuri dan Filips yang berada di belakangnya.


"Tu..tuan" lirih Filips.


"Apa maksudmu Alfonso? kerajaan tidak akan bisa aman tanpa dirimu" ucap Permaisuri.


"Aku tidak bisa membahayakan nyawaku terus menerus permaisuri. Ada istriku yang sekarang bergantung hidup padaku. Dia hanya memiliki aku Yang Mulia" ucap Alfonso hormat


"Kau tidak perlu berhenti kalau begitu. Aku bisa memindahkan posisi mu" ucap Permaisuri


"Maafkan aku Yang Mulia. Tetapi lingkungan kerajaan memang tidak cocok untuk istriku. Aku merasa khawatir jika ia merasa tidak nyaman Yang Mulia" ucap Alfonso yang merasa perubahan Sophia belakangan ini.


"Lalu kau lepas tangan begitu saja?" tanya permaisuri


"Tidak Yang Mulia. Aku telah memikirkan ini. Filips adalah orang yang tepat untuk menggantikan aku" jelas Alfonso memantik rasa terkejut Filips.


"Tuan!!! Apa maksudmu? Tidak!! Aku tidak pernah menginginkan posisi itu" ucap Filips kesal berlalu tanpa memberikan rasa hormat pada permaisuri dan tuannya


"Kau dengar Alfonso? Aku tidak akan mengizinkan pemberhentianmu sampai kau menemukan seseorang yang tepat bagimu dan bagiku" tegas Permaisuri


.


.


.


Alfonso mencari cari keberadaan filips. Ia merasa bersalah tidak membicarakan hal ini pada Filips sebelumnya.


Seharusnya ia mendiskusikan segalanya kepada Filips.


Filips sama saja seperti Sophia. Filips hanya memiliki Alfonso seorang.


Alfonso telah mengelilingi setiap sudut kerajaan untuk mencari Filips. Hingga birunya langit berubah menjadi gelap.


Merasa lelah tidak menemukan Filips dan juga malam hari yang pasti Sophia telah menunggunya, akhirnya Alfonso memutuskan untuk pulang.


Langkah Alfonso terhenti beberapa meter dari halaman rumahnya.


Ia melihat Filips duduk menelungkup kan wajahnya diantara lututnya.


Filips duduk di bawah pohon di sebelah kediamannya.


Alfonso menarik nafas panjang lega Alfonso tidak melakukan hal buruk sepertinya disaat sedang emosi.


Alfonso mendekat, duduk disebelah Filips tanpa aba aba.


"Ada apa denganmu!! berhentilah terlihat menyedihkan. Cukuplah hanya Sophia yang cengeng. Kau jangan ikut ikutan" sarkas Alfonso merasa gengsi untuk meminta maaf.


Filips mengangkat kepalanya menatap Alfonso sinis


"Tuan!! kau tau bukan? aku tidak pernah bisa terbang sendirian tanpa panduanmu!! Aku tidak membutuhkan jabatan itu, aku hanya membutuhkanmu" geram Filips


Alfonso menghembuskan nafas kasar


"Filips sudah saatnya kau memikirkan dirimu dan masa depanmu. Berbahagialah, carilah istrimu" ucap Alfonso memandang lurus kedepan enggan melihat wajah menyedihkan Filips


"Tuan!! aku telah bersumpah bahwa aku hanya mengabdikan diri kepadamu. Aku tidak ingin menjadi apapun. Kau tenang saja. Aku tidak akan mengganggumu dengan nona Sophia jika itu membuatmu merasa aku adalah batu kerikil mu"


"Hey bodoh apa yang kau pikirkan!! aku tidak pernah berpikiran seperti itu bodoh!!!" ucap Alfonso menoyor kepala filips.


"Tuan aku mohon. Biarkan aku tetap berdiri disampingmu. Aku ingin selalu melindungimu tuan" mohon Filips


"Hah Filips. Kau adalah manusia teraneh setelah Sophia. Aku juga pernah melepaskan Sophia tetapi ia tidak mau pergi dariku. Ada apa dengan kalian berdua" sarkas Alfonso melirik Filips tajam


"Tuan"


"Filips, aku akan pergi besok untuk mencari keluarga Sophia. Habiskan waktumu untuk mencari pengganti mu. Jika kau tidak menemukannya, maka kau akan menjadi panglima tanpa penolakan" ucap Alfonso berdiri melangkah menuju kediamannya


"Ah Filips!! kau ingin tetap disitu? aku ingin mendaki. Kau ingin mendengar lagi?" tanya Alfonso jenaka


Filips mengomel menjauh pulang menuju kediamannya.


.


.


.


Alfonso memasuki rumahnya.


Seperti biasa Sophia menyambutnya hangat.


"Sayang, aku melihatmu berbicara kepada Filips dari jendela. Mengapa lama sekali?" Tanya Sophia memeluk suaminya seperti biasa


"Ah tidak ada sayang, aku hanya memberinya pekerjaan. Karena aku besok akan pergi" pancing Alfonso membawa Sophia duduk


"Pergi lagi? pergi kemana?" tanya Sophia lesu


"Tebak lah."


"sayang jangan pergi terus, kau mau kemana? aku ikut yaa" rengek Sophia seperti biasa. Alfonso sudah tidak asing dengan ini


"Hey aku memintamu menebak bukan merengek memohon seperti itu" jahil Alfonso


"Kau mau ke kerajaan X lagi bukan?"


"Salah sayang!"


"Lalu kemanaaa sudah lah pergilah kalau begitu" ucap Sophia kesal beranjak


Alfonso menarik tangan Sophia membuat Sophia duduk di pangkuannya


Alfonso mendekatkan wajahnya ke leher Sophia


"Kita akan mencari keluargamu sayang" bisik Alfonso


...****************...