IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 22. MENYELIDIKI


Matahari bergerak naik. Setelah menyelesaikan sarapan pertama nya bersama Sophia, Alfonso bertolak menuju istana. Ada hal yang harus ia pastikan.


Alfonso menemui Kaisar ditempat rahasia mereka seperti biasa.


"Putri mu sangat berbesar hati mengunjungi istriku saat aku sedang menyelesaikan masalah kerajaanmu"


"huh kau tentu tau bagaimana hubunganku dengan nya bukan? kau bertanya pada orang yang salah" Ucap Hector


Saat sedang berdua, Hector dan Alfonso terbiasa berbicara dengan non formal seperti teman, dan berbicara formal jika ada satu orang pun yang hadir diantara mereka untuk menjaga nama baik dan martabat keduanya.


"Bukankah Sophia barang berhargamu? Putrimu hampir saja membunuh istriku. Aku tidak mau tau, kau harus mengurus hal ini"


"Kau bodoh atau apa? apakah sejak pulang dari perbatasan otakmu ikut tercemar? sebagai sahabat ayahmu, aku ikut malu dengan jalan pikiranmu" sarkas Raja


"Akan sangat aneh jika aku bertanya tentang istri mu, mereka akan curiga, itu akan semakin membahayakan istrimu" lanjutnya


Alfonso tertegun. Pria tua ini benar juga


"Aku akan mempertemukan kau dengannya nanti. Datang lah saat makan malam. Kau bisa bertanya padanya langsung. Tidak akan ada yang curiga, Karena ia istrimu" jelas Hector


"Tidak bisa, aku makan malam dengan istriku!" ucap Alfonso memantik rasa geli dalam hati Hector.


Tetapi ia sedikit lega sepertinya Alfonso mulai menerima Sophia.


"Kau tidak perlu makan kalau begitu, aku juga tidak aku tidak menyuruhmu makan. Jika tidak di perkumpulan makan malam, aku tidak pernah berkumpul atau berbicara dengan khusus kepada nya" sarkas Hector.


"Baik aku akan datang nanti"


"Jangan lupa menyerahkan istrimu saat aku memintanya, Raja negara X akan datang beberapa bulan lagi. Sepertinya Sophia bisa menjadi jaminan yang menarik yang akan membawa keuntungan bagi kita" pancing Hector


Alfonso diam dan berlalu pergi mengabaikan Hector.


***


"Kau sudah menemukan sesuatu?" Tanya Alfonso pada Filips yang ia suruh mencari kejanggalan Putri Amora.


"Putri Amora keluar kerajaan dua hari sebelum kematian prajurit perbatasan. Tidak ada yang mengetahui kemana putri pergi" jelas Filips


"Aku menyuruhmu menyelidiki untuk apa dia menemui Sophia, Filips!! aku tidak perduli dia kemana" geram Alfonso


"Jadi maksudmu? Amora menyebabkan pembunuhan itu? Tetapi apa untungnya?"


"Aku tidak bisa memastikan itu Tuan, tetapi salah satu pelayan yang keluar bersama Putri saat itu sedang aku sekap". Filips


"bawa aku kepadanya"


"Aku mohon lepaskan aku Tuan, aku tidak mengetahui apapun" tangis pelayan itu setelah Alfonso dan Filips memaksa nya untuk mengakui sesuatu


"Sepertinya menyenangkan Tuan jika ia dipindahkan menjadi budak rendahan. Kau bisa memuaskan pejabat pejabat tinggi" hina Filips.


Alfonso seperti biasa tidak banyak berbicara jika berhadapan dengan orang orang yang tidak dekat dengannya.


Alfonso mengeluarkan belati kecil miliknya dari dalam sakunya dan mengarahkan langsung ujung mata pisau itu kedepan bola mata pelayan itu


"Katakan atau kubutakan matamu" dingin Alfonso


Pelayan itu gemetar mengeluarkan keringat dingin. Ia tentu tau Alfonso tidak akan main main dengan perkataannya.


Ia menghentikan Isak tangisnya


"Tuan, maafkan aku tapi putri Amora memaksaku.


Putri memberikan racun pada minuman stamina milik prajurit. Putri tidak sampai ke perbatasan. Putri menunggu di hutan Tuan, Ia menyuruh pelayan bagian makanan untuk menabur racun"


"Kami menemukan mayat pelayan di tengah hutan" gumam Filips


"Iya Tuan, Sebelumnya Putri Amora menjanjikan emas dan perhiasan kepadanya. Tetapi saat pelayan itu telah selesai, Putri tidak memberikannya, Pelayan marah dan berusaha menyerang putri Amora begitu juga dengan putri yang membalasnya hingga pelayan itu tewas Tuan." Jelasnya.


Alfonso masih diam mencerna


"Untuk apa ia melakukan itu? tidak ada untungnya kematian prajurit itu untuknya" Tanya Filips.


"Karena Putri Amora menyukai Panglima, Tuan"


...****************...