Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Heru


"Tok....tok...."


"Iya.... sebentar" sahut Shela dari dalam kamar nya.


"Tok...Tok..."


"Siapa??? sebentar" teriak Shela yang baru selesai mandi dia segera memakai pakaian nya dan keluar.


"Ma-s He-ru" gumam Shela terbata, kenapa sang kakak ipar datang kerumahnya pagi ini padahal pagi-pagi sebelumnya Heru tidak pernah datang apalagi kali ini tidak dengan Dea sang kakak.


"Ada apa ma-s?" tanya Shela tak membiarkan sang kakak ipar masuk dia berdiri di depan pintu rumah nya.


"Kamu tidak mengizinkan aku masuk?"


"Suamiku tidak ada mas" jawab Shela ketus


"Aku tau sayang justru itu aku datang kemari"ucap Heru sambil mencolek dagu Shela


"Jangan macam-macam kamu mas"marah Shela


"Hahaha...aku hanya satu macam Shel,aku mau kamu" ucap Heru tanpa basa-basi mendorong tubuh Shela agar masuk kedalam rumah.


"Sudah berapa kali aku katakan kalau aku tidak mau mas,aku ipar mu ingat itu!!!"


"Kenapa memang nya kalau kamu ipar ku,aku tidak peduli aku ingin merasakan tubuh mu Shel"


"Mas aku sudah menikah" ucap Shela yang terus memundurkan langkah nya


"Justru bagus kalau kamu sudah menikah jadi aku tak perlu bertanggung jawab untuk akibatnya nanti" jawab Heru dengan seringai jahat nya membuat Shela ketakutan.


Tubuh Shela sudah mepet di tembok membuat Heru lebih mudah mengunci pergerakan Shela.


"Kau tau bagaimana perasaan ku saat tau kau akan menikah,aku hancur Shell!! kau tau aku mencintaimu bukan? kenapa kau justru menikah dengan lelaki lain" bentak Heru


"Aku tidak pernah mencintai mu mas, sadar aku adik ipar mu, keluar dari rumah ku! atau aku akan teriak kalau kamu masih di sini" ancam Shela


Heru tak mendengar ucapan Shela dia justru mendekatkan tubuhnya dengan Shela membuat Shela berontak tapi mulut nya di bekap oleh Heru.


Shela dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Heru tapi bagaimana pun juga Shela hanya seorang wanita yang tidak akan mampu mengalahkan tenaga Heru.


Heru berusaha mencium wajah Shela tapi Shela terus mengelak membuat Heru marah dan menyeret tubuh nya ke dalam kamar.


"Tolong...!!!" teriak Shela, meskipun perumahan mereka tak begitu jauh tapi rata-rata penghuni nya bekerja jika pagi hari jadi tak ada yang mendengar teriakan Shela.


"Teriak saja tidak akan ada yang bisa menolong mu" ucap Heru yang bersiap membuka celana nya


Shela terus berontak dan menendang bagian ************ Heru karena hanya itu yang bisa di perbuat di posisi berbaring saat ini.


"Aawwww..." teriak Heru merasa bendanya sakit oleh tendangan Shela


"Kurang ajar kamu" marah Heru


"Plak...."


"Aku akan memberikan kamu kenikmatan kamu malah menolak nya,****** sialan!!" kesal Heru sambil menampar pipi Shela hingga sudut bibir Shela mengeluarkan darah.


Shela terus memohon tapi tak di hiraukan oleh Heru bahkan kini Heru sudah menarik dalaman yang di pakai Shela hingga terlepas membuat Shela menutup rapat paha nya.


Heru menyingkap daster yang di kenakan Shela tapi tangan Shela terus berusaha menghalang-halangi tangan Heru.


"Jangan!!!" teriak Shela sambil menangis saat Heru merobek daster nya hingga kini Heru bisa melihat warna bra yang di pakai oleh Shela.