
"Lusa kita akan menikah"
"Beneran mas?"
"Iya bukan nya kamu ingin kita cepat-cepat menikah" ujar Mr.Pieter dan di anggukki Carla
"Aku sudah nggak sabar jadi istri kamu mas"
"Iya baby aku juga, setelah menikah kita akan tinggal di apartemenku"
"Kenapa bukan rumah saja mas, apartemen itu kecil dan tidak baik untuk perkembangan anak kita nanti"jawab Carla yang tidak suka tinggal di apartemen
"Kamu tau kan kalau aku punya istri selain kamu jadi tidak mungkin aku meletakkan kalian dalam satu rumah yang sama"
"Beli saja lagi mas rumah yang lain,bukan nya kamu kaya raya,uang mu banyak"
"Kalau beli rumah lagi aku jarang pulang sayang nanti kamu sendirian di sana"
"Lalu anak kita nanti akan tinggal di apartemen juga?"
"Untuk awal pernikahan ini kamu jangan hamil dulu ya,aku takut Ambar tau dan dia akan mengamuk pada mu" alasan Mr.Pieter padahal lelaki bule ini memang tak menyukai istri-istri nya memiliki anak karena hanya akan merepotkan nya nanti belum lagi masalah pembagian harta jika di memiliki anak,Mr.Pieter akan mencampakkan perempuan yang dia anggap sudah membosankan tanpa harta sepeserpun karena mereka tidak ada ikatan lagi.
"Lagi pula aku ingin menikmati waktu kita berdua dulu" bujuk Mr.Pieter dan di anggukki Carla
"Kamu memang perempuan penurut aku suka itu"puji Mr.Pieter sambil mencium bibir Carla
Sebenarnya Carla ingin bertanya di mana Ambar saat ini karena dia bisa bebas masuk ke kantor tanpa adanya Ambar tapi dia tidak ingin merusak suasana hati Mr.Pieter.
****
"Mas,kapan aku boleh bekerja lagi?"tanya Shela
"Untuk sekarang cuti dulu sayang, aku benar-benar trauma dengan berbagai kejadian ini,mulai dari ipar mu sampai kamu tertabrak"
"Tapi mas-"
"Bukan itu mas,aku hanya bosan jika hanya berdiam diri di rumah"
"Nanti aku akan bicarakan pada mama sayang,kalau beliau mengizinkan kamu bekerja di butik mana saja jadi aku bisa sedikit tenang"
"Tapi mas-"
"Sayang, tolong dengarkan ucapan suami mu ini,aku juga sedang berjuang sekarang untuk rumah tangga kita,jujur aku ingin memberikan yang terbaik untuk kamu dan anak kita nanti tapi tolong sabar"
"Mas,,aku percaya pada mu,aku hanya bosan saja jika harus berdiam diri di rumah hanya itu, kalau untuk makanan aku tidak masalah mas, sepiring berdua pun aku mau asalkan itu bersama kamu" ujar Shela jujur membuat Fahmi tersenyum manis
"Hanya terkadang aku takut mas,aku takut kamu lelah jika menghidupi ku dan anak kita nanti,aku takut kamu capek bekerja sendirian" ungkap Shela
"Sayang tidak akan ada kata lelah untuk kamu dan anak kita, selagi kamu bersama ku aku tidak akan pernah mengeluh sayang karena kalian titipan Tuhan yang harus aku jaga dan aku bahagia kan"
"Terimakasih ya mas sudah mau menerima ku"
"Justru aku yang berterima kasih sayang kamu sudah mau hidup susah bersama lelaki brengsek ini"ujar Fahmi sambil memeluk tubuh Shela
"Semua orang bisa jadi lebih baik jika mau berubah mas, tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan sudah berkehendak kita manusia hanya menjalankan skenario nya saja, sebejat apapun kamu dulu Tuhan akan mengampuni mu jika ingin berubah jadi lebih baik"
"Aku beruntung sayang memiliki istri yang bisa menuntut ku lebih baik lagi,benar kata orang kalau orang baik itu akan berjodoh dengan orang baik, seperti kamu"
"Jadi kamu sudah merasa baik?" goda Shela
"Belum!! tapi akan mencoba jadi lebih baik agar bisa terus berjodoh dengan kamu"
"Amiiin" Sahut Shela tersenyum tipis