
"Jadi mbak Dea pilih bercerai sayang dari di Heru itu?" tanya Fahmi
"Iya mas, kasihan ya mbak Dea"
"Sebenarnya pilihan yang tepat sayang,kenapa harus kasihan siapa tau mbak Dea bisa dapat yang lebih baik dari pada terus bersama Heru, lelaki brengsek itu"
"Tapi Nisa kasihan mas masih kecil harus menjadi keluarga broken home,aku pernah merasakan kehilangan kasih sayang orang tua mas"
"Sayang,kalau ibu dan ayah kamu meninggal berbeda dengan Nisa yang bercerai"
"Tapi pasti mas Heru akan melupakan Nisa" kekeh Shela
"Meskipun dia melupakan Nisa masih ada mbak Dea yang bisa menjadi ibu sekaligus ayah untuk Nisa,ada nya Heru juga tidak berpengaruh penting dalam kehidupan mbak Dea bukan! kalau menikah hanya untuk di sakiti lebih baik berpisah" jelas Fahmi membuat Shela terdiam dan mengelus perut nya pelan,dia takut apa yang terjadi pada rumah tangga kakak nya nanti terjadi pada dirinya.
"Kenapa sayang? sakit?" tanya Fahmi khawatir
"Tidak mas hanya takut saja"
"Takut apa?"
"Takut jika rumah tangga kita-"
"Cup" Fahmi mengecup bibir Shela sekilas
"Mas!"
"Jangan berpikir aneh-aneh sayang,aku bukan lelaki bejat seperti Heru,kini aku mencoba untuk memperbaiki diri agar lebih baik,aku ingin hidup tenang bersama anak kita nanti,do'a kan yang terbaik untuk rumah tangga kita ya"
"Hanya khawatir saja mas"
"Tidak akan terjadi" tegas Fahmi membuat Shela sedikit lega.
"Ayo tidur, sini aku peluk" Fahmi menarik Shela kedalam pelukannya, sambil menggosok pelan punggung sang istri agar bisa tertidur nyenyak,Shela memang menyukai jika suaminya ini mengelus punggung nya terasa nyaman bagi Shela.
***
"Sah"
"Sah"
Carla menyalami punggung tangan Mr.Pieter lelaki yang baru saja menikahi nya ini.
Pernikahan hanya di hadiri adik papa Carla beserta istri nya dan mama nya,lalu dari pihak Mr.Pieter ada beberapa orang ntah siapa Carla velum mengenali nya, tidak tampak pak Bahtiar di pernikahan Carla kali ini karena memang lelaki tua itu tak memberikan izin pada anak tirinya ini dan jika Carla nekat menikah dia harus keluar dari rumah karena memang itu rumah pak Bahtiar.
"Ma,nanti kalau aku sudah beli rumah mama tinggal kan saja ayah,jangan mau dengan lelaki kere itu ma" bisik Carla
"Iya sayang, tenang saja.Mama juga sudah bosan sama dia, apa-apa perhitungan,oh ya minta belikan perhiasan mahal pada suamimu nanti ya buat mama juga"
"Tenang saja ma" sahut Carla tersenyum manis
Akhirnya dia resmi menjadi nyonya Pieter meskipun hanya sebatas pernikahan siri tidak masalah untuk Carla yang jelas dia mau kemewahan.
****
"Lepas kan aku,lepas" isak Ambar
"Bik, tolong bantu aku bi,apa bibi tidak punya anak sehingga tega membiarkan aku di kurung di kamar ini" mohon Ambar
"Percuma juga jika kamu saya lepas kan,di luar sana banyak pengawal Pieter, tadi akan mungkin kamu bebas"
"Ini lantai berapa bik?" tanya Ambar
"Lima"
"Tidak terlalu tinggi,lepas kan tangan saya bik, biarkan saya turun melalui jendela"
"Sangat berbahaya!"
"Bik tolong saya,saya tidak mau mati konyol di dalam apartemen ini,saya akan cari cara tapi lepaskan saya bik"Pembantu itu tampak berpikir sejenak, memang di dalam kamar ini tidak ada CCTV karena apartemen ini sering di gunakan Pieter untuk membawa para perempuan nakal nya,tapi sejak Ambar di sekap di sini Pieter tidak pernah membawa perempuan lagi.
"Ayo lah bi,saya tidak akan mengatakan kalau bibi yang melepaskan saya"
"Baiklah tapi biarkan saya keluar dulu setelah itu baru kamu pergi,saya tidak ingin para penjaga itu curiga dan saya yang menjadi sasaran nya"ujar Sang pembantu karena setiap pembantu itu keluar para penjaga akan memeriksa keadaan Ambar di dalam
Ambar mengangguk patuh, pembantu itu sengaja melonggarkan ikatan di tangan Ambar agar nanti Ambar bisa melepaskan nya sendiri dan menyiapkan beberapa alat untuk Ambar kabur.
Setelah semua selesai pembantu itu segera keluar dan pamit pada penjaga,Ambar berpura-pura tidur agar tidak ada yang curiga pada nya.