
Carla sedang duduk di balkon kamar hotel mereka sambil memegang selembar kartu nama yang di berikan Nia tempo hari.
Dari tadi dia membolak-balikkan kartu nama tersebut sambil menangis, ingin menghubungi Nia tapi dia belum berani.
"La....."panggil Rendy
"Iya mas"jawab Carla mengusap air mata nya cepat
"Perlengkapan mandi nya kamu letakkan di mana? sudah aku cari tapi tidak ketemu" tanya Rendy karena memang sekarang Carla yang lebih banyak mengurus keperluan Rendy apalagi setelah mereka menikah tak ada batasan lagi kecuali berhubungan intim.
"Ada di tas kecil mas yang ada di belakang koper ku" jawab Carla
"Kamu menangis la? ada yang sakit,apa perut mu sakit?" tanya Rendy khawatir karena melihat mata Carla yang memerah
"Tidak mas,hanya kelilipan saja tadi" bohong Carla
"Aku mandi dulu setelah itu kita makan,aku sudah memesan meja di restoran bawah"
"Mas aku lelah kamu saja ya yang makan di restoran"
"Tidak jauh la"
"Aku benar-benar lelah mas,mau langsung tidur saja" tolak Carla dia tidak nafsu untuk makan
"La kamu sedang hamil tidak mungkin kan tidak mengisi perut mu,kalau kamu tidak mau ke bawah aku hubungi pihak hotel untuk membawa makanan nya ke kamar"
"Tidak usah mas, merepotkan mereka saja"
"Kita bayar la di sini bukan gratis,aku mandi dulu setelah itu kita makan,kamu mau mandi?" tanya Rendy
"Duluan saja mas" jawab Carla
Rendy mengangguk pelan lalu segera pergi, Carla masuk ke dalam untuk menyiapkan semua keperluan Rendy karena masih di dalam koper.
Tiba-tiba ponsel Rendy berbunyi dan menampilkan nama Sayang serta foto perempuan berambut pirang,Carla tau siapa itu dan dia tidak berani untuk mengangkat nya.
Ponsel Carla berbunyi rupanya sang mertua yang menghubungi Carla.
"Iya ma"
"Sudah sampai sayang"
"Sudah"
"Rendy mana?"
"Lagi mandi ma,gerah di perjalanan"jawab Carla
"Ya sudah kamu makan dulu lalu istirahat kalau mau jalan-jalan pastikan kondisi kamu fit ya,jangan di paksa"
"Iya ma"
"Iya mas" pekik Carla
"Mana ****** ***** nya"
"Ma, sudah dulu ya ada yang kelupaan" ujar Carla menutup ponselnya
"Iya mas"
"****** ***** nya mana?"
"Maaf mas tadi aku angkat telpon dulu"
"Siapa yang nelpon?"
"Mama" jawab Carla mencari koper untuk mengambil ****** ***** Rendy
"Ini mas,aku mandi dulu,oh ya mas tadi ponsel kamu bunyi terus" ujar Carla lalu pergi segera pergi
Rendy segera memasang baju lalu melihat ponsel nya ternyata Bianca yang menghubungi nya dari tadi tapi saat ingin menghubungi kembali Rendy justru mendengar suara muntahan Carla dari kamar mandi membuat nya segera berjalan ke arah kamar mandi.
"Huek.....Huek....
"La....buka pintu nya"
"Nanti saja mas,aku tidak apa-apa" jawab Carla, bukan tidak mau membuka pintu tapi dia sudah membuka pakaian nya dan hanya di baluti handuk
"Huek......"
"La...buka!" teriak Rendy dia khawatir dengan keadaan Carla
"Tidak apa-apa mas,hanya mual sedikit saja"
Carla menghidupkan air kran agar Rendy tidak mendengar suara nya tapi Rendy yang berdiri di depan pintu kamar mandi semakin khawatir karena tak mendengar suara Carla lagi.
"Tok....tok...tok...."
"La,buka nanti aku dobrak pintu nya" pekik Rendy
"Sebentar " jawab Carla sambil ingin mengambil pakaian nya tapi dobrakan pintu sudah terdengar membuat Carla segera membuka pintu kamar mandi nya takut nya Rendy malah merusak pintu tersebut.
"Ku tidak apa-apa?"
"Aku mau mandi mas, tidak apa! hanya mual saja mungkin Ac di pesawat tadi terlalu dingin" jawab Carla cepat
"Kalau begitu jangan mandi,lap badan saja nanti malah masuk angin"
"Ya sudah kamu keluar dulu" usir Carla karena merasa risih dengan kehadiran Rendy yang menatap ke arah tubuh nya.
Rendy segera keluar tapi bayangan tubuh Carla membuat nya tidak konsentrasi apalagi mereka memang sudah sah.