
Seperti biasa om Ben menjemput sang istri sepulang kantor, tapi kali ini Om Ben lebih dulu datang dan menunggu Nia di parkiran.
"Duluan ya May,Sar...om Ben udah jemput" ujar Nia menunjuk mobil sang suami yang sudah terparkir rapi
Nia berjalan pelan ke arah parkiran dan membuka pintu mobil.
"Tumben cepat sekali jemput nya mas?" tanya Nia saat mendudukkan tubuhnya di jok mobil dan memasang sabuk pengaman
Om Ben mendekat kan wajah nya lalu mencium pipi sang istri hingga Nia mengalihkan pandangannya pada sang suami lalu om Ben ******* sekejap bibir Nia membuat perempuan cantik itu tersenyum manis.
"Aku tidak bisa berlama-lama pisah dengan mu sayang" aku om Ben
"Gombal!!"
Ntah apa yang membuat om Ben terasa sangat bucin sekali pada sang istri.
"Kamu pake pelet ya?"
"Pelet ikan" jawab Nia sambil terkekeh kecil
"Serius sayang? kamu buat aku nggak konsentrasi kerja"
"Jangan gombal deh mas"
"Kamu di bilangin nggak percaya,baru kali ini aku merasa jauh lebih muda lagi"
"Mas,kita mampir ke mall sebentar ya" ajak Nia mengalihkan pembicaraan
"Ada yang mau kamu beli?" tanya Om Ben karena ini bukan hari Sabtu jadi bukan jadwal belanja mingguan mereka
"Beli kado buat mama, beliau mau ulang tahun" jelas Nia membuat om Ben mengerutkan keningnya,baru saja dia ingin mengatakan pada sang istri kalau mama nya mengundang untuk perayaan ulang tahun nya Sabtu ini tapi Nia sudah tau duluan.
"Mama menghubungi kamu sayang?" tanya om Ben dan di jawab gelengan oleh Nia
"Sari yang mengatakan nya sebelum kita berangkat ke Bali,tadi nya aku ingin beli kado di Bali tapi kamu tidak mengizinkan ku keluar kamar sekalian untuk belanja mingguan mas jadi Sabtu ini kita tidak perlu keluar,aku masih lelah" ucap Nia dan diangguki Om Ben, perayaan ulang tahun mama nya malam Minggu ini.
"Mau kado apa?" tanya Om Ben
"Mama suka nya apa mas?"
"Tas, perhiasan dan barang branded lain nya" jawab om Ben santai karena memang sang mama sangat menggemari barang-barang ternama wajar saja jika saat hantaran dia membawa segudang barang bermerek.
Nia menghela nafas panjang karena untuk membelikan barang tersebut harus merogoh kocek yang tidak sedikit sedangkan tabungan nya hanya beberapa ratus juta saja itu pun uang dari om Ben berikan untuk mahar jika di habis kan semua dia tidak memiliki tabungan lagi.
Om Ben melirik sekilas kearah sang istri yang terlihat bingung.
"Kenapa sayang?"
"Tidak apa-apa mas" jawab Nia gugup dia takut uang yang dia punya kurang untuk membelikan kado sang mertua
Suami-istri ini berjalan ke arah peralatan dapur, beberapa hari di Bali kemarin banyak isi kulkas mereka yang sudah tidak bisa di pakai lagi hingga Nia harus mengganti dengan isi yang baru.
"Maaf ya mas,harus ganti yang baru karena di kulkas sudah tidak bisa terpakai lagi" ucap Nia merasa sedikit bersalah saat mereka memilih beberapa sayuran
"Beli saja apa yang kamu mau sayang, tidak masalah" jawab Om Ben dengan enteng nya membuat Nia sedikit lega.
Setelah puas berbelanja mereka masuk di salah satu toko tas branded, awal nya Nia sedikit ragu takut jika harga tas branded mencapai miliyar karena itu yang sering di dengar nya di infotainment artis.
Nia melihat kiri-kanan dan memang benar harga tas kecil saja dengan nominal fantastis dan hanya bisa masuk satu ponsel menurut Nia,kenapa bisa semahal ini dan apa keuntungan nya mengoleksi tas begini pikir Nia tapi karena menurut sang suami mertua nya menyukai itu mau tak mau Nia harus membelikan nya juga.
"Seperti nya yang ini cantik sayang,mama suka warna cerah seperti ini" ujar Om Ben yang sudah tau pasti kesukaan sang mama
Om Ben mengambil tas dengan merk G****i berwarna gold.
"Yakin mama suka mas?"tanya Nia memastikan
"Iya...ambil dua sayang satu untuk kamu"
"Mas,tas di apartemen masih banyak,belum juga terpakai" tolak Nia dia tidak mau hal yang mubazir
"Itu pilihan mama dan sekarang pilihan ku" ucap Om Ben mengambil tas yang sama dengan mama nya tapi dengan warna berbeda
"Mas"
"Ssttt....sudah sayang kemarin di Bali kamu tidak bisa belanja kan dan sekarang kita belanja " ujar Om Ben segera berjalan ke arah kasir untuk membayar nya
"Mas,aku punya uang" tolak Nia lagi
"Simpan saja sayang pakai kartu ini saja" ujar Om Ben membuat Nia menghela nafas berat, lagi-lagi sang suami nya ini berkuasa dengan uang nya bukan Nia tidak mau tapi dia ingin membeli dengan uang nya sendiri untuk sang mertua meskipun tidak terlalu banyak.
Selesai dengan kado sang mertua Om Ben membawa Nia ke salah satu toko yang paling banyak di minati wanita, yaitu toko pakaian dalam yang menjual lingerie seksi serta bagian sensitif lain nya.
"Mas kenapa kesini?" tanya Nia malu, meskipun mereka sudah sama-sama dewasa tetap saja Nia melihat senyuman lain dari para karyawan nya.
"Aku mau kamu pakai lingerie itu sayang" tunjuk om Ben pada salah satu lingerie merah menyala di pojok toko membuat wajah Nia bertambah malu
"Mas, jangan yang aneh-aneh deh,ayo pulang"ajak Nia karena dia tidak terbiasa berbelanja dalaman nya dengan lelaki meskipun om Ben suaminya sendiri.
"Mbak saya mau lingerie itu tolong di bungkus ya, yang pink itu jua sekalian bra nya mbak" ucap Om Ben yang juga tampak sedikit canggung,tapi karena Nia tak mau bicara mau tak mau dia yang memesan nya.
"Nomor berapa bra nya pak?"tanya karyawan toko
"Sayang, nomor berapa?" bisik Om Ben
"Astaga" batin Nia semakin malu mau tidak mau dia menyebut kan nomor bra nya dengan setengah berbisik,ini pengalaman pertama yang tidak akan bisa dia lupakan.
Setelah keluar Nia mencubit kecil pinggang om Ben hingga lelaki tampan itu mengaduh,Nia sedikit jengkel karena suaminya ini mengerjai nya sore ini.