Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
tugas


"Kenapa ma?" tanya Fahmi yang tadi di hubungi sang mama untuk datang ke rumah nya.


"Papa bilang kamu kerja di kantor papa saja dulu Mi,ada proyek pembangunan baru yang harus di selesaikan"


"Tapi ma-"


"Sudah,mama sudah cerita kan semua nya sama papa,papa ingin nya kamu berubah Mi,kamu harus lebih baik lagi dan bertanggung jawab pada istri, jadikan kesalahan sebagai pembelajaran untuk sukses nak, bukti kan pada papa dan mama kalau kamu bisa,jangan terus membangkang kamu butuh papa"nasehat mama Fahmi membuat Fahmi terdiam sejenak karena saat ini dia dan papa nya selalu saja berdebat jika bertemu.


"Nanti aku temui ma" jawab Fahmi pelan


"Oh ya mobil mama bagaimana?"


"Pakai saja dulu nanti mama bisa pinjem mobil papa kalau memang penting,mama juga lebih banyak di rumah sekarang"


"Makasih ya ma,mama sudah banyak bantu aku, sedangkan aku belum bisa bahagiain mama dan papa"


"Kamu bahagia kan cucu mama nanti itu sudah lebih dari cukup buat mama,jangan lagi bertingkah nak cukup sudah yang dulu-dulu kesalahan kamu,Shela perempuan baik jaga dia bahagia kan dia"


Fahmi memeluk tubuh sang mama.


"Temui papa mu di kantor jangan lagi membantah ucapan nya, kesamping kan ego mu nak sebentar lagi kamu akan jadi ayah"Fahmi mengangguk kan kepala nya patuh,dulu dia sering membangkang pada papa nya apalagi saat tau papa nya memiliki istri selain mama nya tapi kini semua nya semakin membaik,Fahmi sendiri sudah mulai menyadari keegoisan nya.


****


"Pak Fahmi nggak kerja di sini lagi ya"


"Memang nya kenapa?"tanya salah satu karyawan lain


"Kata Diah istri nya ketauan di pake Mr.Pieter"


"Yang bener padahal pak Fahmi lumayan tampan ya masa Carla bisa kepincut yang lain"


"Jadi Carla pelakor dong"


"Bisa jadi, orang Mr.Pieter lebih kaya dari pak Fahmi ya Carla doyan"


"Tapi Mr.Pieter punya bu Ambar"


"Bu Ambar udah nggak jelas di mana sekarang, tapi kalau benar-benar Carla yang menjadi nyonya di sini bisa hancur perusahaan,dia arogan main pecat seenaknya"


Cerita para karyawan pagi ini terdengar oleh Shela sekilas,dia memang tidak tau jelas dengan Carla hanya kenal selayang saja dulu sebelum dia menikah dengan Fahmi, ternyata banyak cerita buruk tentang Carla.


Shela hanya menghela nafas berat sambil mengusap perut nya pelan.


"Shel,ada perintah ke luar kota dari pak Bos"


"Yang bener mbak,aku kan lagi hamil mbak"


"Mau gimana lagi, seharusnya Pak Fahmi yang pergi tapi pak Fahmi nya udah resign mau tidak mau ya kamu La,kamu yang tau pekerjaan nya dulu kan" jelas Diah


"Jadi ke Bali lagi ya Mbak? sama siapa?"


"Seperti nya iya la,sama pak Rahmad bos ruangan kamu"


"Bisa aku minta waktu dulu mbak buat bicara sama suami aku"


"Oke,besok sudah ada jawaban nya ya"


"Iya mbak" jawab Shela pelan, sebenarnya hati nya bimbang jika harus ke Bali bersama pak Rahmat,andai saja Fahmi belum keluar pasti mereka bisa pergi berdua tapi sekarang??


"Hufs......ya sudah lah nama nya juga pekerjaan, kalau aku tolak otomatis kinerja ku akan di pertanyakan" gumam Shela pelan tapi dia juga belum yakin kalau Fahmi akan mengizinkan nya pergi ke Bali dengan kondisi hamil begini.