Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Nikah kembali


"Apa kata dokter mas?" tanya Carla setelah Rendy kembali ke ruangan


"Perkembangan kamu dan anak kita"


"Kenapa?"tanya Nia yang ikut penasaran


"Alhamdulillah kalian berdua semakin membaik,kamu beberapa hari lagi sudah boleh pulang sayang"


"Ardy?" tanya Carla membuat Nia mengerutkan keningnya siapa Ardy


"Nama anak kami mbak,mas Rendy memberi nama Ardy" jelas Carla dan diangguki Nia pelan


"Kemungkinan Ardy bisa pulang dua atau tiga pekan lagi sayang, semua dari kekuatan fisik Ardy dan kamu"


"Maksud nya?" tanya Carla tak mengerti


"Kesiapan mental kamu sayang,jika kamu merasa sudah siap untuk merawat nya insyaallah dia akan nyaman dan akan semakin pesat perkembangannya, sekarang saja berat badan nya bertambah terus dalam setiap Minggu nya, perubahan yang sangat pesat bukan"


"Aku siap mas"jawab Carla tegas


"Ya aku yakin kamu akan siap sayang,tadi aku juga sudah bicara pada dokter meminta jika kondisi dan berat badan Ardy stabil aku ingin membawa nya pulang seminggu ini,aku akan membantu kamu untuk merawat nya, semoga saja bisa sayang"jelas Rendy


"Terimakasih mas, terimakasih selalu ada untuk aku"


"Itu memang tugas ku sayang,kamu saja yang tidak percaya pada ku sehingga bisa-bisa nya memilih untuk pergi" Sindir Rendy membuat Carla tersenyum malu


"Maaf mas,aku bukan tidak percaya tapi aku belum siap kalau kamu benar-benar bersama perempuan lain" aku Carla


"Lain kali persoalan itu di luruskan la bukan di bawa kabur" Sahut Nia dan di anggukki Rendy


"Untung saja mbak Nia masih mau menghubungi ku coba kalau diam-diam saja sudah pasti aku tidak bisa merawat kamu dan anak kita"


"Iya-iya aku mengaku salah,maaf mas"


"Lebih baik setelah Carla bersih kalian nikah kembali karena saat kalian Nikah kemarin Carla dalam keadaan hamil bukan" ucap Ayah Bahtiar


"Iya yah,aku juga sudah pikiran itu" jawab Rendy


"Bagus lah kalau begitu ayah sedikit tenang"


***


"Maaf jeng, Rendy tidak bisa di hubungi sampai sekarang,saya juga bingung sama Rendy ini di guna-guna kali ya"


"Keluarga kami tidak bisa menunggu begini jeng Veni,Anak kami juga butuh kepastian kalau memang Rendy tidak mau ya kami akan nikahkan Dena dengan yang lain"


"Saya beri waktu dua hari ini jika tidak ada juga jawaban dari Rendy saya tidak mau menunggu lagi, Dena akan saya nikahkan dengan lelaki lain yang lebih kaya dari Rendy, ingat itu"


"Iya jeng,sabar ya, terimakasih atas waktu nya" ujar mama Veni lalu menutup ponselnya


"Rendy kamu membuat mama susah saja,kalau memang Carla sakit tinggal kan saja dia, perempuan nggak jelas kok di pertahankan" oceh mama Veni kesal


"Nya....ada tamu" lapor pembantu Rendy


"Siapa bik?"


"Keluarga non Bianca"


"Kenapa lagi dia kesini, Sudah kamu bilang kalau Rendy tidak ada di rumah"


"Sudah nya tapi mereka tetap ingin bertemu keluarga pak Rendy"


"Ya sudah sebentar lagi saya keluar jangan di buat kan minum bi, nggak usah di ladeni betul" ujar mama Rendy dan di anggukki sang bibi


"Belum kelar satu masalah Sudah datang lagi masalah baru, Rendy memang benar-benar menguji kesabaran ku" oceh nya sambil berjalan keluar.


Mama Veni segera keluar menemui keluarga Bianca.


"Ada apa?" tanya mama Veni dengan wajah sinis


"Mana Rendy? kami datang kemari baik-baik dan ingin meminta pertanggung jawaban Rendy terhadap Bianca,ibu tau anak saya akan di jodohkan dengan lelaki lain tapi karena kebiadaban Rendy masa depan nya hancur"


"Saya sudah bicara kan pada Rendy dan Rendy sama sekali tidak pernah menyentuh anak kalian, untuk itu Rendy juga tidak akan pernah bertanggung jawab atas apa yang tidak dia perbuat, Rendy juga akan menikah dengan perempuan lain pilihan saya" tegas mama Veni


"Saya akan tuntut Rendy ke kantor polisi jika Rendy tidak ingin menikahi Bianca"Ancam Ayah Bianca


"Terserah! silahkan lapor,saya lebih percaya anak saya dari pada Anak kalian"


"Saya juga percaya anak saya" jawab mama Bianca


"Keluar kalian dari rumah saya,saya tidak mau tau urusan anak kalian" usir mama Veni


"Kami datang baik-baik untuk membicarakan nya jangan buat kami menempuh jalur hukum bu" ancam papa Bianca lagi


"Terserah saya tidak mau tau, pergi kalian" pekik mama Veni sehingga para pekerja di rumah Rendy datang


"Usir mereka pak,jangan sampai masuk lagi" ujar mama Veni lalu segera masuk ke dalam kamar nya, kepalanya pusing dengan banyak nya masalah Rendy.