
"Kamu tidak pulang La?"tanya mama Dina
"Tadi mas Pieter mengabarkan kalau dia akan keluar kota ma" bohong Carla, dia masih takut untuk pulang bertemu Pieter.
"Kalau begitu kita shopping saja la" ajak mama Dina
"Kamu pasti sudah di beri Pieter kartu sakti nya kan,ayo la belanja in mama barang mewah biar teman-teman arisan mama pada melongoh,masa mereka nggak percaya kalau kamu menikah dengan pengusaha kaya raya, terkadang netizen bikin geram deh" oceh mama Dina membuat Carla sulit untuk menelan air liurnya sendiri karena memang belum ada Pieter memberikan Carla kartu sakti yang seperti di katakan mama nya ini.
"Ayo la mama siap-siap dulu"
"Tunggu ma,aku lagi nggak enak badan ma"
"Kamu sakit?" tanya mama Dina sambil memegang Dahi Carla dan diangguki Carla pelan
"Apa mungkin kamu isi la?"
"isi?"
"Iya hamil"
"Mu-ngkin saja ma aku belum cek" jawab Carla gugup memang dia sering melakukan dengan Pieter bahkan sebelum menikah tapi untuk saat ini Carla belum mau hamil lagi apalagi kelakuan Pieter dengan nya akhir-akhir ini.
"Kalau begitu segera cek la pasti Pieter akan bahagia,kamu bisa menguasai harta Pieter jika kalian punya anak, biasanya La kalau Istri hamil itu bawaan suami pengen pulang mulu lihat calon anak mereka"
"Apa iya kalau aku hamil Pieter akan begitu" batin Carla
"Bagaimana jika sebaliknya dia semakin kasar"lanjut nya membatin
"Nanti aku cek ma,aku mau istirahat dulu" ujar Carla berjalan masuk ke dalam kamar nya.
***
"Sudah selesai pak, sebentar lagi juga Pieter akan pusing sendiri karena satu persatu rekan bisnis nya akan menghilang" lapor anak buat Ben membuat Ben menyeringai tipis,dia puas dengan hasil kerja anak buah nya ini
"Kerja yang bagus" puji Ben
"Lalu bagaimana dengan nasib orang Pieter ini pak?"
"Tahan saja dulu,beri makan dan obat-obatan yang cukup,biar dia memulihkan kondisi nya terlebih dahulu di markas kalian" jawab Ben lalu menutup ponselnya.
"Kenapa tidak di bunuh atau di masukan ke penjara pak?"
"Dia butuh uang,uang yang membuat nya mau menerima tawaran Pieter dan jika dia di penjara sekarang otomatis pasti Pieter tau itu perbuatan kita, biarkan dia memulihkan dulu kondisi nya saat ini sampai Pieter masuk penjara jika Pieter masuk penjara bukan dia yang di pikirkan Pieter tapi perusahaan nya kalau saat ini dia bertemu dengan Pieter otomatis pasti Pieter yang akan mengakhiri hidupnya karena sudah ketahuan" jelas Ben dan diangguki oleh anak buah nya,Ben sangat memikirkan nasib seseorang dan menyusun rapi semua rencana nya.
***
"Hmmmm..dia anak ku yah"
"Aku tau itu ma,tapi jangan terlalu di manja"
"Yah,kamu salah besar! Carla bahagia bersama Pieter dan sekarang hidup nya enak bergelimang harta,jangan selalu membandingkan Carla dan Nia yah mereka berbeda dari kelas nya saja sudah beda" oceh mama Dina
"Aku tak pernah membandingkan mereka ma hanya saja Nia lebih menghormati ku sebagai ayah nya,Nia tidak akan pernah membantah jika aku tidak mengizinkan nya meskipun dia sudah menikah saat ini Nia tetap bertanya pada ku sedang kan Carla apa? aku tidak pernah menganggap Carla sebagai anak tiri ku tapi dia lah yang menganggap ku sebagai ayah tirinya!" tegas pak Bahtiar
"Yah, semua anak perempuan dan ayah tiri punya batasan tersendiri"
"Jika memang punya batasan kenapa masih datang kemari?"
"Oo....jadi Ayah tidak mengizinkan jika Carla datang kemari? oke,mama akan bilang pada Carla untuk tidak kemarin lagi dan mama pun akan pergi ikut dengan Carla"
"Ma,kamu gila! sadar dengan ucapan mu"
"Jika kamu hanya menerima ku aku yang akan mundur yah,aku juga sudah muak menikah dengan kamu yang tidak memiliki apa-apa"
"Plak" pak Bahtiar menampar pipi mama Dina karena sudah berbicara kasar.
"Kamu berani menampar ku,Carla....la...." pekik Mama Dina
"Kenapa ma?" tanya Carla panik melihat mama nya menangis
"Ayo kita pergi dari sini la,kita sudah di usir oleh tua bangka ini, biarkan anak kesayangan nya itu yang mengurusi nya jika tua nanti"
"Ma..maaf kan aku" mama Dina menepis tangan pak Bahtiar
"Ada apa yah?" tanya Carla tak mengerti melihat perdebatan mama dan ayah tiri nya ini.
"Jangan kamu tanya kan lagi La,mama sudah tidak sanggup tinggal di sini,ayo kita minta rumah baru yang lebih mewah dan besar dari ini pada Pieter biar si tua bangka ini tau kalau suami kamu orang kaya raya jangan hanya Ben dan Nia yang terus dia banggakan"
"Ma"
"Sudah lah jangan membantah mama, segera Ambi barang kamu kita keluar dari rumah ini" ajak Mama Dina segera berlari ke arah kamar nya dan Carla mengusap wajah nya lalu berjalan ke arah kamar nya untuk mengambil tas dan kunci mobil.
"Ma,kita bisa bicarakan ini baik-baik " bujuk pak Bahtiar
"Sudah lah,aku tidak ingin lagi bersama kamu, sudah lama aku ingin bercerai,aku sudah bosan hidup miskin dengan mu dan sekarang aku ingin bebas dan ingin merasakan menjadi orang kaya melalui Pieter,urus perceraian kita jika kamu tidak mengurus nya aku yang akan mengurus nya"
"Ayo Carla kita pergi dari rumah tua ini,mama juga tidak mau tinggal di sini lagi"
Carla hanya terdiam dan mengikuti langkah kaki sang mama yang sedang menarik koper nya menuju mobil Carla.