
"Semoga saja tidak selamat ya ma"ucap Carla menyumpahi sang kakak Tiri
"Ya mama berharap juga begitu sayang,biar dia merasakan apa yang kamu rasakan kehilangan anak,jadi jangan sombong dia mentang-mentang nikah sama orang kaya"
"Kalau dia beneran mati berarti do'a aku di dengerin Tuhan deh ma,do'a orang kaya" ucap Carla sambil terkekeh kecil
"Kenapa mama pulang sih, seharusnya mama tuh lihat sampai selesai jadi tau perkembangan nya kan,apa dia baik-baik saja atau malah sekarat" lanjut Carla
"Ya sekarat lah La, orang dia belum sembilan bulan kok,anak nya di paksa keluar gitu,bisa jadi nggak sehat atau langsung modar ibu dan anak nya"
"Penasaran aku ma,apa aku sok prihatin ya lihat ke sana,jadi bisa tau langsung tu detik-detik kematian anak nya atau ibu nya"
"Nggak usah,mama males lama-lama di sana La,ada Fahmi"
"Mas Fahmi??" tanya Carla terkejut
"Iya,Fahmi mantan suami kamu"
"Kenapa dia di sana ma,sok cari perhatian sama Nia gitu?" tanya Carla lagi penasaran
"Bukan,kata nya lagi nunggu istri nya yang juga masuk rumah sakit di sana"
"Istri!!! dia udah nikah lagi ma?"
"Iya kata nya sih gitu"
"Kok bisa ma? belum juga sebulan cere udah main nikah aja dia,siapa istri nya ma?"
"Mama juga nggak tau, nggak bisa ngobrol banyak mama sama dia,dia juga kaya menghindar gitu La sama mama,malu kali"
"Jadi penasaran aku ma,siapa perempuan yang mau sama si pengangguran itu"
"Tapi dia pakai pakaian kantor loe la,rapi gitu kemeja sama celana panjang,apa udah kerja dia ya?"
"Mana ada ma dia kerja ma, orang baru di pecat! nggak akan secepat itu dapat pekerjaan di Jakarta ini ma, apalagi orang seperti dia! paling juga buat bohongi tu perempuan biar mau sama dia,eh tapi aku penasaran deh ma dengan kehidupan dia,dia kan nggak punya mobil tuh pasti ke mana-mana naik grab,terus tinggal nya ngontrak" ejek Carla
"Bisa jadi La,kalau nggak di bawa ke rumah orang tua dia"Sahut mama Dina
"Hahaha... malang banget tu perempuan ya ma jadi babu mama Fahmi, secara mama dia kan ketus banget,ada ya perempuan yang tahan tinggal sama mertua jutek,kalau aku mah ogah ma bisa kuris kering aku"
"Biarin aja paling juga dua bulan cere,ntar juga bakalan ngemis-ngemis minta balikan sama kamu"
"Ogah ma!! emang nya aku tempat penampung apa"
"Makanya cepetan Nikah sama Mr.Pieter itu la sebelum Fahmi ganggu hidup kamu lagi, nggak usah mau balikan sama lelaki perhitungan kaya dia"
"Iya ma, udah aku pikirin nggak akan mau balikan sama dia,aku malahan greget banget pengen ketemu sama Fahmi dan mama nya ma,biar mereka tau kalau aku hidup bahagia sekarang apalagi mau jadi nyonya kaya raya"
"Hahaha mama bisa aja" terdengar tawa ibu dan anak ini menggema di rumah mereka.
***
"Mas,kamu marah?" tanya Shela
"Nggak"
"Kenapa diam aja mas,aku jadi nya bingung"
"Aku masih sedikit kaget sayang kok kamu bisa menyelamatkan Nia"
"Mas,kalau saja bukan Nia yang di sana tetap aku selamat kan kok, siapapun itu, apalagi dia hamil gede kan kasian harus di tabrak mobil"
Fahmi hanya mengangguk kecil lalu memperhatikan wajah Shela.
"Kamu nggak cemburu sayang?"
"Kenapa harus cemburu mas, nggak ada alasan buat cemburu kan? kecuali kamu ninggalin aku buat ngejar-ngejar dia ya aku cemburu" jawab Shela polos
"Kata orang cemburu tanda cinta sayang?"
"Mas,kalau cemburu buta bukan cinta lagi tapi egois, orang kamu nggak ngapa-ngapain sama dia kok aku cemburu, nggak lucu kan"
Fahmi memeluk tubuh sang istri erat, perempuan ini selalu bisa menenangkan hatinya.
"Kenapa gini,jangan bilang pengen ya mas,aku lagi sakit"
"Hahahaha....cuma pengen peluk saja sayang,aku bahagia deh punya istri seperti kamu, selalu bisa ngertiin posisi aku,kaya nya aku deh yang harus belajar banyak dari kamu sayang,masih muda tapi pemikiran nya dewasa banget"
"Mas, usia bukan penghalang seseorang untuk jadi dewasa apalagi kehidupan ku yang bukan dari orang kaya,aku harus berjuang untuk hidup, kerasnya ibu kota mengajarkan ku untuk mandiri mas, tidak ada hari bermanja-manja"
"bijak sekali istri ku,jadi gemes deh pengen cium cup.....cup....cup.... " beberapa kecupan di layangkan Fahmi untuk Shela membuat perempuan cantik ini terkekeh geli.
"Udah ah mas geli tau,kena kumis kamu"
"Masa' aku nggak ada kumis sayang"
"Ada tu, tipis-tipis"tunjuk Shela membuat Fahmi meraba wajah nya
"Sedikit sayang,belum di cukur"
"Cup"
"Mas...udah..hahaha geli"rengek Shela sambil tertawa lagi, kehidupan rumah tangga yang sangat di idamkan Fahmi dari dulu,tak menyangka justru di dapat kan nya dari Shela perempuan muda yatim piatu ini,Shela penuh dengan kesederhanaan,tak pernah menuntut dan selalu lembut.