
"Enak ya,,, sampai belepotan gitu makan nya" ujar Om Ben yang melihat sang istri sangat menikmati makan es crem nya sambil nonton drakor kesukaan nya.
Nia mengambil tisu dan mengelap nya.
"Jarang-jarang dapat makan begini mas jadi kebablasan deh" jawab Nia sambil terkekeh kecil
Om Ben memperhatikan Nia dengan seksama saat menjilati es crem nya bahkan dia menelan saliva nya beberapa kali padahal cara Nia menjilat es crem nya biasa saja,tapi dasar om Ben nya yang terlalu berpikir kotor.
"Kenapa?" tanya Nia dan di jawab oleh Om Ben dengan senyuman menggeleng
"Pasti pikiran kamu ngeres ya mas" tuduh Nia membuat Om Ben tertawa keras
Nia melempar bantal sofa pada sang suami.
Om Ben ikut duduk dan merebahkan tubuhnya di paha Nia.
"Sayang kamu tau nggak kalau aku tuh cinta banget sama kamu" ucap Om Ben mengganggu Nia dengan mencium perut nya sambil memeluk tubuh Nia.
"Geli mas"
"Kamu tau nggak, jawab sayang" rengek Om Ben
"Iya....iya....tau, sejak kapan kamu mencintai aku?"
"Sejak pertama kali kita bertemu aku sudah suka pada pandangan pertama tapi aku tidak begitu yakin saat itu karena usia kita berbeda jauh"
"Malam reuni itu? tanya Nia
"Hmmm...tapi sebenarnya kita sudah pernah bertemu sebelumnya sayang" ujar Om Ben mengalihkan pandangannya pada wajah Nia
"Kapan?" tanya Nia memandang balin sang suami yang berbaring di paha nya.
"Kamu tau saat di kafe kamu menabrak aku hingga menumpahkan minuman di jas ku"ucap Om Ben sambil memainkan rambut Nia
"Astaga, jadi itu kamu mas?" tanya Nia tak percaya
"Iya karena aku ingin cepat-cepat jadi aku tinggal kan saja kamu,coba waktu itu aku memanfaatkan situasi, pasti aku tidak akan membayar mu 50 juta"
"Maksud nya?"
"Aku minta ganti rugi dengan kencan" jawab om Ben
"Jadi kamu menyesal membayar ku 50 juta?"tanya Nia sambil membelakan mata nya
"Bukan begitu sayang pasti cara berkenalan kita berbeda,kamu sensitif sekali sih cinta,jangan kan 50 juta semua uang ku saja jika kamu ambil akan aku berikan asalkan ada timbal balik nya"
"Apa?"
"Hati dan cinta kamu"
"Gombal" cebik Nia membuat Om Ben gemas dan menarik tengkuk istri nya ini,Om Ben ******* bibir Nia hingga perempuan cantik itu kesulitan bernafas.
****
"Kamu jadi mau ke Singapura?"
"Ya" jawab Carla singkat
"Tanggal berapa?"
"Awal bulan, mungkin tanggal lima, kenapa? kamu nggak izinin aku?" tanya Carla ketus
"Percuma juga aku nggak izinin kamu toh kamu tetap kekeh pergi kan"
"Kamu sudah tau watak ku mas tapi masih saja ingin bertengkar"
"Kalau kamu pergi aku pulang ke rumah mama saja, nggak enak kan harus mama Dina yang menyiapkan segala keperluan ku"
"Kenapa memang nya,mama nggak keberatan"
"Aku yang keberatan nggak sopan banget sama mertua,kamu berapa lama di sana?"
"Palingan seminggu mas, jalan-jalan sekaligus ngerayain ulang tahun Sindy teman ku"
Fahmi hanya mengangguk kan kepala nya pelan.
"Aku minta uang ya mas, soalnya di sana aku mau belanja baju bayi"
"Berapa?"
"20 juta lah mas"
"Gila kamu mana ada aku uang segitu,kamu tau sendiri kan tiap bulan nya aku kasih uang ke kamu terus" protes Fahmi
"Uang bonus kamu bulan ini aku nggak terima loe mas"
"Aku kasih mama separuh nya, separuh lagi untuk pegangan aku lagian nggak seberapa juga,kamu jangan boros-boros lah La,kita mau punya anak kebutuhan semakin meningkat"
"Mas nyenengin istri itu pahala nya gede lo mas,bisa buat rezeki kamu lancar, nggak usah pelit sama istri kali, ini kan juga anak kamu nggak usah hitung-hitungan"
"Bukan begitu La,kamu tau sendiri bukan kita belum punya rumah,hemat sedikit lah buat nabung beli rumah"
"Mas kenapa harus beli rumah ini juga masih bisa kita tempati"
"Tapi bukan milik kita La, setidaknya biarpun kecil milik sendiri,nyaman"
"Udah deh mas nggak usah mulai,aku nggak mood berdebat dengan kamu, turutin aja kenapa,pelit banget"
"Aku nggak ada kalau segitu,kalau kamu mau aku kasih 10 juta saja, itu pun udah habis pegangan aku" ucap Fahmi membuat Carla kesal
"Kalau tau pelit begini mending aku nggak jebak kamu mas dulu,Nia enak-enakan nikah sama duda tajir,eh aku dapat lelaki perhitungan,nyesel aku masukin obat perangsang ke minuman kamu dulu" batin Carla,dia mengira kalau Fahmi lelaki yang gampang di atur karena melihat Nia dan Fahmi berpacaran anteng-anteng saja tanpa masalah tapi kenapa saat mereka menikah justru makin banyak masalah,andai saja tidak hamil ingin rasanya Carla mencari lelaki lain yang lebih kaya dari Fahmi tapi sekarang tubuh nya sedang berbadan dua tidak akan mungkin ada yang mau.