Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Bertengkar lagi


"Aku masuk dulu mas" pamit Nia pada om Ben,saat Nia membuka pintu mobil tapi mash terkunci.


"Mas buka" pinta nya


"Pamit dengan baik sayang" ujar Om Ben membuat Nia menatap sang suami,ya selama ini mereka memang tak pernah berpamitan seperti kebanyakan suami istri dan kini Om Ben mau semua nya di rubah.


Nia meraih tangan om Ben dan mencium nya.


"Aku pamit" ujar Nia tapi om Ben tetap tak membuka kan pintu membuat Nia heran.


"Satu ciuman" pinta Om Ben membuat Nia menghela nafas panjang


Nia mencium bibir suaminya ini sekilas dan Om Ben tersenyum puas,Nia tau di bagian mana yang dia ingin kan.


Om Ben membuka kunci mobil nya dan melambaikan tangan pada sang istri.


"Sore aku jemput sayang" ujar Om Ben dan di anggukki Nia


Nia berjalan masuk ke arah kantor nya dengan senyum berbunga-bunga,dia sendiri sebenarnya juga tak ingin berpisah dari sang suami tapi mau bagaimana lagi mereka harus sama-sama bekerja.


"Cie....cie...yang pulang dari bulan madu" goda Maya


"Apaan sih May"


"Gila Sar, ketinggalan kita! tangan nya aja nggak mau lepas gimana orang nya" lanjut Maya menggoda Nia hingga membuat wajah Nia malu


"Main berapa ronde sehari Ni?" tanya Sari yang ikut menggoda nya


"Lima kali puas loe pada" jawab Nia asal membuat Maya dan Sari terkekeh geli


"Minum obat kuat neng"


"Udah ah,jangan bahas itu ntar kalian juga bakal ngerasain nya makanya cepetan nikah"ucap Nia yang mulai menghidupkan layar komputer nya.


Ambar kesal bukan main karena rencana nya gagal,sang suami tidak jadi menyusul ke Bali karena pekerjaan mereka di luar Negeri masih banyak.


Ambar sudah meminta izin agar dia sendiri yang ke Bali tapi Mr. Pieter tak mengizinkan nya,Mr.Pieter bukan orang bodoh dia tapi Ambar ingin lari dari dirinya perlahan karena dia sudah melihat tidak ada lagi keharmonisan dalam hubungan *** mereka,Ambar kerap menolak keinginan nya jadi dia tidak membebaskan gerak-gerik Ambar lagi.


"Aku harus temui Ben kembali" ujar Ambar,bukan tanpa alasan Ambar masih menginginkan Ben karena Mr.Pierter memiliki kelainan dalam hubungan ***,dulu Ambar menyukai nya tapi lama kelamaan menurut Ambar itu menyakitkan,Mr.Pieter kerap menyiksa nya dalam berhubungan suami-istri lagi pula baru belakang ini Ambar mengetahui kalau Mr. Pieter suka bermain perempuan di luar sana, tidak memprioritaskan dirinya saja hingga Ambar ingin kembali pada Ben tapi siapa sangka Ben memiliki perempuan lain saat reuni, tapi Ambar tak putus asa dia yakin kalau itu hanya perempuan sewaan Ben karena Ben tidak akan mungkin melupakan nya begitu saja tapi saat dia pulang dari Sidney bersama sang suami mendapatkan kabar kalau Ben telah resmi menikah,hanya kini waktu yang tepat untuk mendekati Ben kembali pada kerjasama ini pikir Ambar.


***


Carla memilah pakaian kotor milik Fahmi, tercium bau alkohol yang menyengat membuat Carla berpikir kalau sang suami pasti bersenang-senang di sana.


Fahmi masih tidur di ranjang,hari ini dia enggan ke kantor,tadi dia sudah menghubungi pihak kantor mengatakan kalau dia masuk angin sepulang dari Bali, sebenarnya bukan itu alasan nya dia masih gugup untuk bertemu Shela ,dia belum bisa menjelaskan pada Shela dengan semua yang terjadi di Bali kemarin.


"Mas kamu mabuk di Bali?" tanya Carla melempar pakaian kotor Fahmi


"Apa-apaan kamu La,suami baru pulang sudah di ajak bertengkar"


"Kamu senang-senang kan di Bali bukan bekerja???" tanya Carla dengan tatapan bengis


"La, aku tidak ingin berdebat,aku masih lelah ingin tidur"


"Mas,akui saja kalau kamu di sana bersenang-senang bukan bekerja,baju mu bau alkohol, kamu tega ya mas aku hamil begini kamu malah senang-senang, perempuan mana yang kamu bawa mas!!" pekik Carla tidak terima


"Kamu Gila!!" bentak Fahmi yang mulai emosi,dia bangkit dari ranjang. kepalanya masih pusing memikirkan Shela kini Carla justru marah-marah pada nya


"Ya aku Gila!!! ini semua karena kamu mas, karena kamu aku Gila" marah Carla mendekat pada Fahmi dan memukul dada nya.


Fahmi mendorong tubuh Carla ke ranjang dan menampar pipi perempuan hamil itu,Fahmi terlalu kesal dengan sikap Carla yang makin hari makin marah tak jelas.


"Kamu tampar aku mas, brengsek kamu!! lelaki brengsek kamu, keluar dari rumah orang tua ku" usir Carla


Fahmi segera mengambil kunci mobil nya dan keluar kamar.