
"Mau kemana buk?" tanya sopir taksi yang membawa Carla sudah dari tadi tadi mobil nya berkeliling tapi Carla belum juga memberitahu tujuan nya.
"Keliling saja dulu pak sampai saya bisa berpikir jernih" jawab Carla
Carla sendiri bingung harus kemana dia pergi, dia hanya membawa uang cash dua juta rupiah uang yang di berikan Rendy jika Carla ingin sesuatu saat dia bekerja dan bisa meminta pada pembantu untuk membelikan nya, semua kartu kredit dan fasilitas yang di berikan Rendy dia tinggal kan dia tidak mau di cap sebagai perempuan matre lagi apalagi sekarang posisi nya Bianca sudah kembali bisa - bisa dia di cap sebagai pelakor,Carla tidak mau itu terjadi.
"Siapa orang yang mau memberikan ku pekerjaan saat ini,Tuhan bantu aku" batin Carla sambil mengusap perut nya,air mata nya terus berlinang.
"Mbak Nia" gumam nya pelan,ya Nia yang bisa membantu nya saat ini pikir Carla.
Carla segera mencari nomor telepon Nia dan menghubungi nya.
"Mbak aku butuh bantuan" ucap Carla pelan, sebenarnya dia malu jika meminta bantuan kakak tirinya ini tapi Carla juga bingung harus minta bantuan siapa lagi,tak ada sanak saudara dan teman yang bisa dia mintai bantuan.
"Aku kesana mbak" jawab Carla menutup ponselnya dan sedikit lega karena Nia mau membantu nya,untuk saat ini dia memilih mencari kebahagiaan nya sendiri terserah Rendy mau menikah dengan Bianca toh dia juga menikah dengan Rendy karena terikat hutang selesai sudah rumah tangga bohongan ini pikir Carla karena Bianca sudah kembali dan akan menjadi istri Rendy tapi perasaan tidak bisa berbohong Carla sudah jatuh cinta pada Rendy, hatinya sudah terpaut dengan dokter muda itu.
****
"Mbak aku benar-benar butuh pekerjaan"
"Pekerjaan,suami kamu mana?"
"Aku sudah pergi dari rumah mbak, Rendy akan menikah dengan kekasih nya"
"Mbak aku mohon aku butuh pekerjaan mbak, apapun itu aku ingin bekerja untuk menyambung hidup ku dan anak ku mbak"
"Lebih baik kamu tinggal di apartemen ku dulu la,tenang kan diri sampai kamu benar-benar bisa berpikir jernih kamu sedang emosi, pasti ini hanya salah paham saja"bujuk Nia
"Mbak tidak ada salah paham bukan nya aku sudah bercerita dengan mbak tentang pernikahan ku dan sekarang perempuan itu datang mbak,dia sudah mau menjadi istri Rendy tidak mungkin aku bertahan di sana"
"La,kamu mau kerja apa dengan perut besar seperti ini,kamu tidak akan sanggup"
"Apa saja mbak yang penting halal dan aku bisa makan"
"Untuk sekarang kamu di apartemen saja aku akan sering ke sana sampai kamu melahirkan la, untuk makan jangan kamu pikir kan"ucap Nia tulus
"Mbak aku tidak mau merepotkan mbak lagi,aku benar-benar ingin bekerja mbak,aku ingin mencari nafkah untuk diri ku dan anak ku"mohon Carla
Nia menghela nafas berat dia kasihan melihat Carla jika harus bekerja sedangkan Carla kekeh ingin bekerja.
"Ya sudah kamu tinggal di butik saja ya,ada dua karyawan lain nya di sana,kamu bisa bekerja di sana melayani pembeli" putus Nia dan di anggukki Carla cepat.
"Terimakasih mbak,tapi aku minta tolong sama mbak jangan beritahu siapapun tentang keberadaan ku mbak apalagi mama Dina,aku ingin melahirkan anak ku dengan tenang"
"Iya,ayo aku antar ke sana" ajak Nia berdiri dan membantu Carla