Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Bercerai


"Kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan La?"tanya mama Dina


"Iya ma,aku mau cerai dari Pieter dia sudah menyiksa ku ma,aku di sekap dan ini hasil nya! mama bisa lihat sendiri kan tubuh ku lebam semua"


"La,kamu hamil saat ini, bagaimana mungkin kalian bercerai siapa yang akan menghidupi anak mu nanti nya, pertengkaran di rumah tangga itu biasa"


"Ma aku bisa kerja!"


"Tidak semudah itu Carla, lebih baik di nafkahi dari pada mencari nafkah sendiri, apalagi Pieter orang kaya raya banyak perempuan yang mengincar nya"


"Aku sudah tidak sanggup ma, biarkan aku bercerai saja"mohon Carla


"La,kamu pikir kan lagi,kamu lagi emosi sayang, bisa saja Pieter marah karena memang kamu yang salah! kamu harus pikirkan nasib anak ini, bagaimana bisa kamu memutuskan untuk bercerai sementara kamu hamil dan Pieter akan bahagia dengan kehamilan kamu"kekeh mama Dina


"Tidak ma! Pieter tidak suka aku hamil, Pieter tidak menginginkan ada nya bayi di pernikahan kami"


Mama Dina terdiam sejenak, pernikahan yang baru sebulan sudah di landa masalah,dia tidak bisa membiarkan ini begitu saja.


"Ma aku mohon aku tidak ingin lagi bersama Pieter"isak Carla


"Oke...oke kita cari jalan dulu ya,jika memang kamu ingin bercerai kita harus bisa menguasai harta Pieter minimal setengah nya,kalian punya anak dari pernikahan ini, sia-sia kamu menikah jika hasil nya Zonk lagi,cukup dengan Fahmi yang Zonk jangan Pieter"usul mama Dina


"Terserah bagaimana baik nya ma saja, yang jelas aku mau cerai,aku tidak sanggup lagi"


"Lalu bagaimana dengan tagihan rumah sakit ini? dan bagaimana hidup kita ke depan nya,kamu tidak akan mungkin bekerja dengan keadaan hamil La,apa tunggu sampai kita punya tabungan saja kamu bercerai"


"Ma,aku keburu mati di siksa bule itu"


"Kalau kamu baik tidak mungkin Pieter menyiksa mu"


"Pieter itu memiliki kelainan *** ma, dia akan puas jika menyiksa lawan jenis nya hingga kesakitan" jelas Carla membuat mama Dina sedikit bergedik.


"Mama sih orang nya nggak sabaran,jual saja dulu ma ponsel ku,aku masih punya uang di tabungan sekitar sepuluh juta untuk hidup kita menjelang aku dapat pekerjaan tapi kita harus hemat" ucap Carla, Carla sudah memikirkan akan bekerja lagi dan meminta kembali pada Fahmi.


"Mobil kamu mana?"


"Ya aku tinggal lah ma, membawa badan ku saja sudah syukur mama tau aku hampir satu bulan ini di siksa oleh Bule sialan itu mana bisa aku bawa mobil hanya tas yang aku bawa itu pun isinya hanya tabungan dan ponsel.


"Mama punya ide,mama akan peras Pieter,kamu harus di Visum La agar bisa meminta uang ganti rugi pada Pieter,mama yakin Pieter itu akan membayar nya secara dia tidak akan mungkin mempertaruhkan karir nya begitu saja"


"Terserah mama,aku tidak ma berurusan dengan orang jahat seperti dia,aku trauma ma"


"Dulu kamu yang mau berselingkuh dengan dia, sekarang kamu yang ketakutan"


"Mungkin saja bu Ambar sudah dia bunuh ma karena memang sudah tidak terlihat lagi sampai sekarang,hanya saja tidak ada yang mengetahui nya"


"Yang bener kamu la?"


"Bisa jadi kan ma,masa bu Ambar membiarkan begitu saja si Bule itu Menikah lagi kalau dia masih ada,aku takut nasib ku bakal seperti bu Ambar ma" ujar Carla ketakutan.


****


"Sayang nya oma, lucu ya persis sekali dengan hidung kamu Fahmi"


"Iya ya ma"


"Iya Shel,mama jadi ingat Fahmi kecil dulu, tubuh nya putih seperti ini" ujar mama Fahmi


"Selamat ya sayang akhirnya mama punya cucu, terimakasih"lanjut mama Fahmi sambil tersenyum manis menatap bayi lelaki yang baru saja di lahir kan Shela.


"Iya ma,aku juga senang bisa jadi bagian dari keluarga ini" ucap Shela sambil menggenggam tangan Fahmi, lengkap sudah kebahagiaan Fahmi, rumah tangga yang utuh dengan saling cinta dan anak lelaki sebagai penerus nya belum lagi restu orang tua nya semua nya begitu sempurna.