Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Nyaman


"Ehg......" lenguhan pelan terdengar dari bibir Carla, tidur nya benar-benar nyenyak malam ini, mungkin ini tidur yang paling ternyaman saat dia hamil,apa karena dia kelelahan? tapi tunggu dulu Carla membuka mata nya melihat ada tangan kekar yang sedang memeluk tubuh nya membuat dada Carla bergetar hebat tangan siapa ini pikir nya dia segera bangkit dan melihat Rendy yang tidur nyenyak di sebelah nya.


"Astaga, kenapa bisa,apa yang terjadi semalam" batin Carla melihat dia satu selimut dengan Rendy dan tangan Rendy menjadi bantal tidur nya.


Carla segera bangkit dan ke kamar mandi dia segera mandi untuk menghindari Rendy.


Rendy membuka mata nya perlahan di lihatnya Carla sudah masuk ke kamar mandi dia sedikit merenggangkan tangan nya yang terasa kebas karena di tiduri Carla tapi dia tidak tega membangunkannya Carla yang terlihat sangat lelap jadi dia merelakan tangan nya pegal saja.


Rendy mengambil minyak angin dan menggosok tangan nya.


"Mas kamu sudah bangun?" tanya Carla yang baru keluar dari kamar mandi


"Hmmmm...aku mandi dulu la setelah itu kita makan di restoran bawah"


Carla berjalan menyiapkan pakaian Rendy,hari ini mereka tidak ada planning ke mana-mana karena memang Carla masih lelah mungkin setelah sarapan mereka akan tidur kembali.


****


"Mas apa sudah ada kabar di mana keberadaan Carla"


"Dia menikah dengan seorang dokter muda di salah satu rumah sakit besar"


"Dokter muda"


"Ya,dan sekarang mereka sedang di luar negeri" jawab Ben membuat Nia bingung kenapa Carla begitu gampang nya mencari pengganti apa memang karena dia cantik, memang Nia akui Carla dari dulu gampang bergaul berbeda dengan Nia yang pendiam.


"Cari tau kepulangan nya mas aku akan temui Carla agar ayah tidak kepikiran lagi,aku ingin penjelasan dari Carla"


Nia masih kepikiran Bagaimana ibu dan anak itu bisa berpisah jika Carla anak durhaka seperti nya tidak dia rela meninggalkan Fahmi dan mendengar perintah mama nya mana mungkin dia meninggal kan mama nya begitu saja jika bukan kesalahan yang besar.


"Kamu coba tenang kan ayah dan beritahu pada ayah jangan gampang terhasut" ujar Ben lagi.


****


"Kenyang?" tanya Rendy setelah mereka sarapan


"Bukan kenyang lagi mas tapi udah penuh nih lihat makin besar perut nya" jawab Carla terkekeh kecil menunjuk ke arah perut nya yang kekenyangan.


"Masih bisa jalan?" tanya Rendy lagi


"Seperti nya harus tunggu sejenak mas,turun dulu makanan nya"


"Mau aku gendong?" tawar Rendy lagi


"Tidak....aku bisa,aku tidak mau merepotkan kamu" jawab Carla cepat


"Kalau tidak bisa jalan aku akan membantu kamu"


"Bisa mas" jawab Carla segera berdiri, meskipun kesulitan dia tetap berjalan dan Rendy memegang tangan Carla erat.


Benar hari ini mereka menghabiskan waktu di kamar hotel, Rendy banyak memesan cemilan untuk mereka karena Carla lebih memilih menonton film tapi sialnya film yang mereka tonton berisi adegan ciuman membuat Carla menghentikan kunyahan nya sedangkan Rendy menatap Carla yang terdiam.


Ntah berapa lama mereka saling tatap dan akhirnya bibir keduanya bertemu, berapa kuat Rendy menahan ada saja cobaan di hadapkan pada nya,dia manusia biasa yang memiliki hasrat dan nafsu begitu juga dengan Carla,di masa kehamilan nya justru libido nya meningkat hingga tanpa sadar kedua nya saling mengecup satu sama lain, Rendy sendiri tak bisa menahan lagi melihat tubuh Carla yang semakin seksi saat hamil.