
Pieter memilih pulang ke apartemen Carla saat ini kepala nya pusing memikirkan permasalahan yang ada dia butuh pelampiasan setidaknya berhubungan intim dengan Carla bisa membuat nya sedikit fresh,cara Pieter mengurangi beban pikiran nya dengan berhubungan badan tapi sesuai dengan versi nya.
"Mas,kamu pulang?" tanya Carla gugup melihat Pieter yang pulang dengan nafas memburu seperti mencari mangsa dan mata Pieter tajam menatap nya.
Pieter menarik Carla kedalam kamar dan segera membuka baju nya lalu mencumbu Carla secara paksa.
"Mas, lepas" ujar Carla menggelengkan kepalanya dia tidak suka cara Pieter yang memaksa nya saat ini.
Pieter merobek dress yang Carla pakai dengan kasar dan menarik bra Carla lalu membuang nya,Pieter sangat bernafsu ingin menyiksa tubuh Carla,dia menggigit ****** s*s* Carla kuat membuat Carla menjerit kesakitan.
Tak ada kelembutan yang terlihat dari lelaki bule ini membuat Carla semakin ketakutan dan merasa kalau Pieter bukan tempat ternyaman untuk nya, selama dengan Fahmi mereka tidak pernah bermain kasar.
Tiga jari dia masukkan langsung ke inti Carla,bukan membuat Carla keenakan tapi justru kesakitan.
"Mas,stop sakit" ringis Carla menarik tangan Pieter tapi tetap saja tenaga Carla tidak ada apa-apa nya di banding kan lelaki bertubuh kekar ini.
Carla berusaha berontak saat Pieter mencumbu nya.
Karena kesal Carla terus menolak Pieter mengambil mengikat tangan Carla di ranjang dan memukul istri nya ini dengan ikat pinggang nya membuat Carla menangis,dia pikir tadi Pieter datang untuk meminta maaf pada nya tapi justru berbeda Pieter datang untuk menyiksa nya.
"Lepaskan aku mas,kamu gila"
"Ya aku gila Carla,aku gila karena kelakuan mu yang selalu saja banyak menuntut ku" kesal Pieter
"Lepas kan aku mas,aku ini istri mu"
"Tapi aku tidak pernah menganggap kau istri ku,kau hanya mainan baru untuk ku Carla!" tegas Pieter membuat Carla ketakutan.
"Ceraikan aku kalau begitu" pekik Carla
"Hahahaha..... tidak semudah itu baby,jika sudah menjadi mainan ku tidak akan semudah itu bisa pergi begitu saja dari ku"seringai jahat Pieter.
****
"Jadi ayah memutuskan untuk bercerai sayang?" tanya Ben setelah Nia bercerita
"Hmmmm,ayah bilang itu permintaan mama Dina mas jadi dia mengikuti nya saja, mungkin memang sama-sama sudah tidak cocok, sebenarnya aku hanya khawatir jika ayah sendiri di rumah"
"Minta ayah tinggal dengan kita saja nanti sayang"
"Tadi aku sudah bicarakan itu mas tapi ayah belum memutuskan"
"Bagus lah jika ayah mau bercerai aku mendukung nya"ujar Ben membuat Nia mengerutkan keningnya mendengar ucapan sang suami.
"Kok malah bagus mas bukan nya simpati"
"Ya iya lah aku juga malu mengakui kalau Carla itu adik tiri kamu"
"Kenapa begitu?"
"Kamu lihat sendiri kan kelakuan nya bagaimana, meskipun aku merasa itu karma untuk Ambar tapi aku juga tidak setuju dengan pelakor sayang,Carla dan mama Dina kelakuan nya hampir sama,matre! Jadi biar saja ayah bercerai nanti kita carikan ayah jodoh yang lain dan kita bisa fokus pada ayah"
"Mas!! ayah sudah tua jangan yang aneh-aneh deh"
"Kalau ayah mau menikah lagi tidak masalah sayang,dia masih mampu kok"
"Aku yang tidak setuju mas, lebih baik memikirkan akhirat dari pada istri baru,nanti muncul dengan sifat baru dan kelakuan baru,kita kan tidak bisa menjamin mas kalau istri baru lebih baik dari pada mama Dina"
"Ya cari yang kita kenal lah sayang jangan yang seperti mama Dina,jahat"
"Biarlah ayah yang menentukan nya mas,jangan kita"ujar Nia, sebenarnya jika ayah nya bercerai Nia lebih setuju ayah nya ikut dengan dia di rumah mereka dari pada pulang kampung lalu menikah di sana tapi Nia juga tidak bisa memaksa kehendak nya semua keputusan dia serahkan pada ayah nya.