
"Kenapa bisa pingsan ya Lan, padahal Nia nggak bawa beban banyak,mama takut Ben malah marah Lan,aduh bagaimana ini lah" ujar mama Indah sambil meremas tangan nya sendiri,dia berharap tidak terjadi sesuatu pada menantu nya itu.
"Mungkin telat makan ma,kita sampai melupakan makan siang karena keasikan belanja,mana tau mbak Nia ada riwayat maag,atau penyakit lain" jawab Wulan yang juga takut
"Gimana cara jelasin sama mas kamu Lan, pasti marah besar dia ini, sudah kamu kirim lokasi kita?"
"Sudah ma, sebentar lagi juga datang"Jawab Wulan
"Ma di mana Nia?" tanya Om Ben yang baru datang
"Lagi di periksa dokter Ben, tunggu di sini saja dulu"
"Kenapa bisa pingsan ma,apa Nia terlalu banyak bawa barang belanjaan nya?"
"Tidak,Nia baru juga beli satu sepatu sama gaun tidur" jawab mama Indah
"Jadi kenapa bisa pingsan ma, bagaimana ceritanya?" tanya papa Ben yang ikut penasaran.
"Kami mau makan pa, tiba-tiba Nia jatuh gitu saat mau masuk restoran nya"
"Telat makan mungkin mas" celetuk Wulan membuat Om Ben jadi khawatir
Pintu ruangan periksa terbuka dan Om Ben segera masuk tanpa permisi dia sangat mengkhawatirkan istri cantik nya itu.
"Sayang,kamu kenapa bisa pingsan?" tanya Om Ben lembut terlihat jelas raut wajah khawatir nya.
"Mas....ma-s"
"Iya sayang,kenapa? ada yang sakit di sebelah mana beritahu aku,biar kita obat sayang,perut nya sakit atau yang mana" cecar om Ben
"Ma,ini bukan salah mama tapi aku yang tidak kuat ma"
"Iya seharusnya mama tidak memaksa kamu sayang,maaf kan mama ya,jadi apa penyakit menantu saya dok?" tanya Mama Indah mengalihkan pandangannya pada sang dokter.
"Ibu Nia tidak sakit pak,bu.Dari hasil pemeriksaan nya beliau positif hamil " jelas sang dokter membuat Om Ben terkejut.
"Apa dok?" tanya nya memastikan
"Ibu Nia sedang mengandung pak, untuk lebih jelasnya lagi saya akan rujuk beliau ke dokter kandungan ya pak untuk memeriksa kan kondisi kandungan nya" jelas sang dokter
"Sayang kamu hamil?" tanya Om Ben
"Iya mas kamu akan jadi papa" jawab Nia memeluk tubuh sang suami
"Terimakasih Tuhan sudah mendengar do'a ku, terima sayang sudah mau berjuang dengan ku" ucap Om Ben mencium puncak kepala Nia berkali-kali.Mama Indah pun turut bahagia dia memeluk suaminya karena akhirnya dia akan menjadi seorang oma,hal yang sudah lama sekali mereka tunggu-tunggu dan terwujud oleh Nia.
"Terimakasih Sayang kamu sudah memberikan kebahagiaan untuk keluarga ini" ujar Mama Indah dan di anggukki Nia pelan,dia juga berterima kasih karena secepat ini Tuhan memberikan kepercayaan untuk keluarga kecil nya.
"Ayo kita pulang sayang,kamu harus istirahat besok aku temani ke dokter kandungan ya,jangan banyak bergerak dulu,jangan shopping-shopping lagi tanpa aku, kamu membuat jantung ku berhenti berdetak mendengar kabar kamu pingsan" oceh Om Ben
"Kalau nggak pingsan ya nggak tau mas kalau aku hamil tau-tau nya udah gede aja perut nya" ujar Nia sambil mengerucutkan bibirnya.
"Mulai sekarang jangan membantah suami, Kualat kan!"
"Iya-iya, suami ku sayang" jawab Nia memeluk tubuh Om Ben yang sedang menuntun nya.