
"Bapak menginap di sini?" tanya Shela pelan, karena dia melihat sudah pukul 10 malam tadi Fahmi tak beranjak dari rumah kecil mereka.
"Iya" jawab Fahmi singkat
Rumah dengan dua kamar dan perabotan nya cukup lengkap meskipun tidak banyak,Fahmi memang sudah menyiapkan untuk Shela hitung-hitungan jika dia bertengkar dengan Carla ada tempat berteduh lain nya.
"Aku siapkan dulu kamar sebelah nya pak" ujar Shela dan diangguki Fahmi pelan.
Fahmi memperhatikan gerak-gerik Shela tapi di tetap duduk tenang di kursi nya.
****
"Mas besok kamu ke kantor saja"
"Tunggu sampai kita pindah rumah saja sayang,nanti aku tidak akan fokus"
"Kalau kamu takut aku sendirian di apartemen aku akan menemani mu ke kantor mas" ujar Nia membuat Om Ben terkejut,dapat Ilham dari mana istri nya mau mengikuti nya sampai ke kantor.
"Kamu yakin sayang?"tanya Om Ben dan diangguki Nia pelan
"Ada ayah loe sayang di kantor"
"Tidak masalah mas,ayah kan juga bekerja" jawab Nia yakin
"Kalau memang kamu mau aku akan ke kantor besok,aku takut kalau kamu tidak ada di dekat ku saat ini sayang" ujar Om Ben membuat Nia tersenyum manis,dia bisa merasakan kan betapa besar nya cinta suaminya ini.
"Ayo tidur biar besok bisa ke kantor" ajak Nia
Om Ben menarik tubuh sang istri kedalam pelukannya, sambil mengusap lembut punggung Nia om Ben mencoba memejamkan mata nya.
***
Pagi-pagi sekali Shela sudah bangun dia sudah rapi dengan pakaian kantor nya tapi Shela tetap menyiapkan sarapan dan teh untuk Fahmi.l terlebih dahulu.
"Pak sarapan dulu" ujar Shela tersenyum kecil sambil menarik kursi makan nya
Fahmi mengancing kemeja nya dan mendekat ke arah meja makan.
"Kamu tidak makan?" tanya Fahmi yang melihat Shela dari tadi sibuk mengambil kan dia makanan dan minuman.
"Saya tidak biasa makan pagi pak"
"Mulai sekarang biasakan meskipun sedikit karena bukan hanya kamu yang perlu makan,ada nyawa lain yang butuh makanan dari kamu,jadi jangan pikirkan dirimu saja" ucap Fahmi
Shela hanya mengangguk pelan,Fahmi mengambil satu sendok nasi nya lalu menyuapi Shela.
"Buka mulut nya" ucap Fahmi memaksa Shela mau tak mau Shela membukanya
"Mulai sekarang harus makan pagi meskipun hanya beberapa sendok"
"Aaaa...."
"Sudah pak,nanti saya malah mau pup" ucap Shela mengambil air minum Fahmi lalu meminum nya hingga tandas dan di perhatikan oleh Fahmi.
"Maaf pak,sa-ya gan-ti gelas nya"ucap Shela terbata
"Tidak perlu,itu saja" jawab Fahmi membuat Shela tersenyum tipis, karena Fahmi sudah mulai mau berbagi pada nya.
"Bapak berangkat saja duluan nanti saya menyusul dengan Grab"
"Kenapa harus naik Grab,ayo kita pergi bersama"
"Tapi pak-"
"Nanti saya akan turunkan kamu sedikit menjauh dari kantor"potong Fahmi dan diangguki Shela pelan.
"Saya ambil tas dulu pak"
"Saya tunggu di mobil " ucap Fahmi berjalan meninggalkan Shela sendiri.
Shela segera merapikan meja makan lalu ke kamar untuk mengambil tas nya.