
"Jangan main-main dengan ku Pieter jika kau tidak memberikan ku sepertiga harta mu aku akan membuat mu mendekam lebih lama"gumam mama Dina
"Ma,hari ini aku akan coba cari pekerjaan ma"
"Pekerjaan apa? siapa yang akan menerima orang hamil seperti mu"
"Terserah apa saja pelayanan toko juga boleh atau pelayanan di Kafe"
"Hahaha....Carla,,, Carla siapa yang mau mempekerjakan perempuan hamil hanya akan membuat susah"
"Siapa tau ada ma, seharusnya mama memberikan ku semangat"
"Terserah kamu,kamu anak yang sudah diatur sama dengan -"
"Dengan siapa ma?" potong Carla
"Sudah lah,sama dengan papa mu yang tidak bisa di atur" jawab Mama Dina
"Mama hari ini di rumah saja kan? jika ia bantu aku ya ma membereskan kost nya"
"Enak saja mama mana bisa beres-beres kamu tau sendiri kan dulu di rumah pakai bibi yang di sewa ayah buat bersih-bersih,mana mama tahan cium bau kotor"
"Ma,di sini nggak ada bibi ma buat sewa pun kita nggak punya uang,tolong bantu lah ma"
"Nggak-nggak,mama juga mau keluar,enak saja" kesal mama Dina,dia mengambil tas dan segera pergi.
Carla hanya menghela nafas panjang melihat kelakuan sang mama, dia sudah memikirkan semalam tidak bisa terus berdiam diri sampai lahiran setidaknya dia harus bisa kerja untuk penyambung hidup terlebih dahulu apabila sekarang Pieter sudah di penjara setidaknya dia sedikit aman.
Carla segera pergi dia ingin mencari pekerjaan yang dia bisa menjadi penjaga toko yang ringan-ringan saja.
****
Mama Dina menatap tubuh nya di kaca-kaca toko tempat di berjalan seperti nya dia merasa tidak terlalu buruk bahkan dia memikirkan kalau dia yang akan menggaet para lelaki hidung belang tapi apa stamina nya masih mampu.
Untuk bekerja kasar seperti nya tidak akan bisa untuk nya yang sudah berusia 45 tahun ini tapi untuk melayani hidung belang seperti nya bisa satu atau dua ronde pikirnya karena hanya itu pekerjaan yang mudah dan mendapatkan uang cepat sedang kan Carla dalam keadaan hamil jika tidak pasti dia yang akan menjual Carla.
Di perjalanan tiba-tiba terlintas di benak mama Dina untuk membeli obat penggugur kandungan jadi seolah-olah tanpa sengaja anak itu gugur dan Carla bisa kembali bekerja untuk nya.
"Iya, seperti nya ide bagus" gumam nya tersenyum licik
Mama Dina segera ke apotik untuk membelinya.
"Yes.....ini jalan terbaik" ucap nya sambil menggenggam pil penggugur kandungan
Mama Dina yang terus tersenyum menatap pil nya tanpa sadar tidak melihat jalan hingga sebuah mobil menyerempet nya membuat nya terpental di jalanan.
"Brugk....."
****
"Maaf mbak tidak ada lowongan di sini"
"Tolong lah kak,saya butuh sekali kak buat melahirkan"
Perempuan itu menatap Carla dari ujung kaki sampai kepala cukup cantik bisa menarik pembeli tapi sayang sedang hamil.
"Sekali lagi maaf ya mbak nggak bisa"
Carla menghela nafas berat di mana lagi dia harus mencari pekerjaan sudah hampir lima toko yang dia datangi tapi terus menolak nya membuat Carla putus asa.
Carla berjalan pelan sambil menggosok perut nya,rasa mual dan lapar bercampur aduk saat ini.
Carla ingin menyebrang jalan tapi tiba-tiba mobil berhenti di hadapan nya membuat Carla bingung mobil siapa,dua orang lelaki berpakaian hitam turun dan menyeret paksa Carla membuat Carla terpekik dan orang di jalanan segera membantu Carla hingga lelaki berbaju hijau itu kabur.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya seorang perempuan
"Tidak bu, terimakasih"
"Hati-hati nak sekarang marah penculikan"
"Buat apa mereka menculik saya bu,mau minta tebusan saya orang miskin nggak punya apa-apa"ujar Carla pelan
"Mungkin bisa jadi motif lain"
"Saya juga tidak tau bu" ujar Carla ketakutan
"Biar di antar saja pulang nya nak, kasihan kamu"
"Tidak usah bu"tolak Carla dia masih syock saat ini.
"Ya sudah hati-hati ya"
"Iya neng hati-hati" ucap seseorang yang juga membantu Carla tadi,Carla hanya mengangguk kecil.