
"Lumayan asri ya rumah ya sayang,sejuk!"
"Ini rumah mama mbak Nia dan ayah dulu mas, selama aku tinggal di sini tidak ada yang diubah masih tetap sama,Ayah tetap ingin mengenang masa Lalunya bersama mama nya mbak Nia, terkadang itu yang membuat mama Dina sering marah dulu dan memicu pertengkaran mereka,mama Dina sering cemburu" cerita Carla
"Mereka bercerai atau meninggal sayang"
"Meninggal,mama mbak Nia meninggal karena sakit" jawab Carla
"Nanti ada pembantu yang datang dari yayasan sayang,tadi aku sudah minta agar bisa bantu kamu di rumah,agar aku bisa sedikit tenang jika bekerja"
"Iya mas,jangan lupa lihat Ardy aku takut malah kenapa-kenapa"
"Dia anak yang kuat,aku yakin dia mampu melewati semua ini, buktinya sekarang perkembangan nya sangat pesat"
Carla mengangguk kecil memang benar anak nya itu sudah semakin berisi dan semakin sehat.
****
"Papa sudah masukan laporan ke kantor polisi dan Rendy akan segera di periksa kamu jangan berbohong Bi, semua nya sudah jelas jangan ada yang kamu tutupi untuk menyelamatkan dokter bejat itu"
Bianca hanya diam sebenarnya dia tidak mau sampai urusan ke polisi tapi Rendy kini menghilang seperti di telan bumi hingga tak ada lagi jalan untuk mereka bersatu mau tak mau Bianca menerus kan sandiwara nya ini.
"Tapi aku masih ingin menikah dengan mas Rendy yah tidak akan ada yang mau menikah dengan ku"
"Sudah lupakan dia,nanti biar ayah yang Carikan laki-laki lain untuk kamu,jangan ingat dia lagi"
***
Tapi Rendy mengerutkan keningnya saat membaca pesan dari rekan kerja Rendy yang mengatakan kalau mama nya bertengkar di rumah sakit hingga Rendy di laporkan ke polisi,apa yang di perbuat mama nya hingga harus berurusan dengan polisi pikir Rendy dia segera menghubungi mama nya untuk minta penjelasan.
"Hallo ma"
"Rendy kamu benar-benar ya,buat malu mama sekarang kamu lari dari masalah,kamu tau keluarga Bianca melaporkan kamu ke polisi karena sudah menodai anak nya" oceh mama Veni membuat Rendy tak percaya
"Ma sabar dulu,ada apa ini?" tanya Rendy baik-baik
"Pulang kamu Ren,pulang sekarang juga! sudah mama bilang tinggal kan Jakarta ikut mama ke Surabaya kamu bisa kerja di sana, kamu masih ngotot di sini dengan segudang masalah.
"Ma, masalah bisa di selesaikan asal kan mama mendukung ku bukan justru mama yang menambah kan masalah pada ku ma,aku sekarang sedang fokus mengurus anak dan istri ku"
"Ceraikan perempuan itu Ren,kamu gila! anak itu bukan anak mu"
"Ma stop,aku tidak mau berdebat dengan mama hanya karena ini ma,aku menyayangi mama dan juga Carla jadi tolong hargai keputusan ku, semua akan berjalan baik-baik saja asalkan mama tidak menambah kan masalah untuk ku ma,Soal Bianca biarkan dia melaporkan apapun itu aku tidak pernah merasa melecehkan nya jadi semua nya akan baik-baik saja percaya aku ma"tekan Rendy membuat Mama Veni terdiam,apa memang dia yang terlalu keras dengan Rendy atau memang Rendy tidak pantas untuk Carla pikir nya.
Rendy menutup ponselnya lalu mengusap wajah pelan,dia harus segera kerumah sakit untuk menyelesaikan permasalah ini,dia tidak ingin nama nya buruk dan karir yang sudah lama dia bangun hancur begitu saja.
"Sayang,aku pergi sebentar ya,kamu di tinggal tidak masalah?" tanya Rendy lembut
"Ya mas, tidak apa-apa,aku juga sudah terbiasa di sini" jawab Carla
Rendy mencium lembut kening Carla lalu pamit pergi.
Dia harus segera menyelesaikan permasalah ini satu persatu karena sudah terlalu lama dia menghilang dan ini akan semakin berlarut.