
"Nggak mungkin jeng, orang menantu saya sekarang sedang hamil besar mana mungkin dia kerja,lagi pula pasti nggak boleh sama Rendy apalagi kerja di butik,Rendy itu cukup kaya loe dan bisa memberikan istri nya uang banyak"ujar mama Veni tidak terima dengan ucapan sang teman.
"Kalau jeng nggak percaya jeng lihat di butik nya Nia, istri pengusaha itu loe"
"Nia!"
"Iya istri pengusaha kaya raya itu sekarang menantu jeng bekerja di sana jadi kasir nya" adu nya membuat mama Veni terdiam dia mengingat sesuatu ya Carla sempat bicara pada seseorang saat acara Fashion itu dan perempuan itu tidak asing untuk mama Veni apa dia yang bernama Nia.
Mama Veni menutup ponselnya dan menghubungi Carla tapi tidak ada jawaban lalu menghubungi Rendy juga tidak ada jawaban,ada apa ini pikir nya.
Rendy yang melihat ponsel nya terus berbunyi dan panggilan dari mama nya tidak mau mengangkat dia takut mama nya menanyakan Carla lagi apa alasan yang harus dia berikan tidak mungkin Carla di kamar mandi lagi.
"Sial..... kemana Rendy,apa benar Carla bekerja? jika ia kenapa Rendy membiarkan nya kan Carla sedang hamil besar"
Mama Veni segera menghubungi rumah
"Hallo kediaman dokter Rendy di sini"
"Bi mana Rendy?"
"Nyonya!"
"Mana Rendy bik?"
"Itu nya,pak Rendy sedang keluar"
"Carla?"
"Sama nya sedang kel-uar juga"
"Kamu bohong bik?"
"Nggak nya, memang i-bu dan bapak sedang kel-uar"jawab sang bibi gugup
"Jam berapa Carla pulang?"
"Tidak tau nya"
"Carla keluar setiap hari bik?"
"Ka-dang-ka-dang nya" jawab nya gugup membuat mama Veni curiga,mama Veni menghela nafas panjang
"Bik,jujur apa yang terjadi? saya tidak akan marah bik saya hanya bertanya apa yang terjadi dengan Rendy dan Carla?" tanya nya lembut
"Apa?"
"Jadi benar Carla sekarang bekerja"
"Saya tidak tau nya, yang jelas bu Carla sudah empat hari meninggal kan rum-ah" jawab nya takut
"Terus Rendy di mana?"
"Pak Rendy nggak mau keluar kamar nya,dia uring-uringan terus di tinggal bu Carla"
"Apa yang terjadi bik?"
"Saya juga tidak tau nya,hanya saja Bianca pacar pak Rendy dulu datang kemari nya"
"Bianca!!! gila Rendy apa-apa an dia" marah mama Veni
"Ya sudah biar saya ke Jakarta bi untuk menyelesaikan nya"
"Tapi jangan bilang sama pak Rendy saya yang mengadu ya nya saya takut,bisa di pecat nanti saya"
"Tidak kamu tenang saja bik" ujar mama Veni menutup panggilan nya.
"Jadi benar Carla sekarang bekerja karena keluar dari rumah Rendy, benar-benar ya Rendy apa mau nya anak ini membiarkan istri yang sedang hamil keluar rumah hanya karena perempuan keras kepala itu" gumam nya pelan
Mama Veni segera menghubungi teman nya untuk meminta alamat butik Nia agar dia bisa menemui Carla.
****
"Terus sekarang kabar nya mama gimana mbak?"
"Mas Ben sudah memberikan nya rumah untuk tempat tinggal dan modal usaha jika dia menghabiskan uang nya untuk foya-foya ya itu kesalahan nya La,dia sudah tua seharusnya berpikir lebih bijak lagi,terus menerus mengemis tidak akan ada habis nya"
"Aku kangen mbak sama mama tapi aku tidak bisa menemui nya dengan keadaan begini,aku takut mama hanya ingin tubuh ku ini bisa selalu menghasilkan uang untuk nya" jelas Carla sedih
"Sudah lah la, yang jelas sekarang hidup mama mu sudah lebih baik tidak usah di pikirkan lagi"
"Ya mbak,aku berterima kasih pada mbak dan mas Ben juga pada ayah,aku tidak bisa membalas kebaikan kalian"
"La, fokus saja sama kehamilan kamu ya, sebentar lagi kamu akan melahirkan jadi jangan berpikir macam-macam dulu"saran Nia dan di anggukan Carla patuh.