Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Kemarahan Bianca


"La,kalau memang tidak sanggup hubungi saja Rendy katakan pada nya dari pada kamu tersiksa begini" saran Nia


"Jangan mbak aku tidak mau merusak hubungan nya dan Bianca, mereka sudah merencanakan pernikahan jauh sebelum aku ada dan sekarang aku harus menghancurkan semua impian mereka,jahat sekali aku mbak! cukup sudah dosa-dosa ku yang lalu"


"Tapi kamu belum dengar penjelasan Rendy kan"


"Mbak kami menikah karena kontrak perjanjian sampai Bianca kembali datang untuk memutuskan pernikahan dan sekarang itu terjadi, tidak mungkin aku mengemis pada Rendy yang jelas-jelas aku ini tiada arti mbak, apalagi anak yang aku kandung bukan anak Rendy mbak"jelas Carla dan di anggukki Nia pelan, kehidupan Carla sangat rumit Nia sendiri belum tentu mampu menjalani hidup seperti Carla hamil tanpa suami dan tidak tau arah tujuan hidup beruntung dia masih memiliki ayah sedang kan Carla yatim piatu.


"Aku kasihan melihat kamu begini la"


"Menjelang aku terbiasa mbak,nanti juga terbiasa tanpa dia" jawab Carla mencoba kuat.


"Ya sudah kalau kamu butuh apa-apa bilang ya,jangan lupa istirahat lihat tu mata kamu sembab tidak baik untuk kehamilan kamu la, untuk pelanggan butik biar mereka saja kamu cukup jadi kasir duduk di meja ini jangan kemana-mana"ingat Nia


"Iya mbak terimakasih" sahut Carla sambil mengusap perut nya pelan.


****


"Ada mas Rendy bik?" tanya Bianca yang baru datang


"A-da tapi"


"Di mana?"


"Ka-mar non,tapi pak Rendy sedang tidak terima tamu non"


"Bibi kenal saya kan? bibi tau siapa saya kan? jadi saya rasa tidak mungkin Rendy menolak kehadiran saya bik" ujar Bianca mendorong tubuh sang pembantu dan masuk ke dalam rumah Rendy


"Non....jangan" pekik pembantu Rendy tapi tak di hiraukan Bianca dia langsung naik ke lantai atas.


"Clek" pintu kamar Rendy terbuka


"Sayang" ujar Rendy dia mengira Carla yang pulang tapi ternyata Bianca yang berjalan kearah nya.


"Ya mas,kamu kira siapa? aku menghubungi kamu tapi tidak kamu angkat mas"


"Bi,aku sedang tidak ingin di ganggu"


"Mas aku hanya ingin kamu perjelas hubungan kita mas"


"Bukan nya kemarin sudah aku jelaskan kalau aku dan kamu sudah tidak ada apa-apa lagi,aku tidak bisa menikahi kamu bi"


"Apa alasan nya mas?"


"Aku sudah menikah dengan perempuan lain" tegas Rendy membuat Bianca terdiam dan mendorong tubuh Rendy.


"Kamu jahat mas,tega kamu" marah Bianca


"Selama ini aku setia mas sama kamu,aku tolak perjodohan orang tua ku hanya karena kamu mas,aku kira kamu setia mas bisa menunggu ku"


"Maaf kan aku bi tapi aku benar-benar tidak bisa menikahi kamu,aku mencintai istri ku Bi"


"Kamu jahat mas,aku sudah berkorban untuk kamu,aku sudah menentang orang tua ku untuk kamu mas,apa kurang perasaan cinta ku selama ini?"


"Bi,aku tau itu,aku minta maaf bi,tapi aku sudah mencoba menepis rasa itu tetap tidak bisa aku mencintai istri ku Bi,dari awal aku sudah mengajak mu menikah tapi kamu lebih mementingkan karir mu, studi mu dan aku selalu kamu acuh kan"


"Tapi aku kini kembali mas, kembali untuk kamu"


"Maaf bi aku tidak bisa"


"Brengsek kamu mas plak....." terdengar bunyi tamparan keras di pipi Rendy membuat lelaki tampan ini sedikit menyipitkan matanya menahan sakit.


Bianca membanting pintu kamar Rendy lalu segera pergi sambil menangis.


"Maaf kan aku bi,aku memang lelaki brengsek!" gumam Rendy pelan sambil mengusap wajah nya