Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Belanja


"Ben mama cuma pinjam Nia sebentar kok,kamu kenapa jadi posesif gini deh Ben,paling juga 5 jam" ujar Mama Indah


"Kan sudah ada Wulan ma,kenapa nggak kalian berdua saja,lagi pula mama kalau belanja suka lupa waktu"protes Om Ben


"Sesekali belanja bareng menantu apa salah nya Ben,lagi pula mama kan belum pernah belanja bareng Nia,kamu di rumah saja ya sama papa" bujuk mama Ben


"Iya ben, biarkan Nia happy dengan mama dan adikmu" sahut sang papa membuat Ben putus asa,dari apartemen tadi sebenarnya Om Ben sudah tidak enak hati dia bisa menebak apa yang terjadi tapi dia tak bisa menolak permintaan istri nya yang ingin ke rumah mama nya hari ini.


"Ya sudah jangan lama-lama ma,nanti istri ku malah lelah"


"Alah paling juga kamu mau ngerjain Nia nanti malam makanya nggak boleh lelah" ucap mama Indah membuat Nia menundukkan kepalanya malu,sang mertua terlalu bicara vulgar dan sayang nya semua ucapan mertua nya benar karena Om Ben mengizinkan Nia ke rumah nya dengan bujukan malam nanti.


"Jangan mau Nia di kerjain terus dengan Ben,dia hampir sama dengan papa nya nggak ada puas nya" bisik Mama Indah membuat Nia menggeleng kecil.


"Sayang bawa kartu ini" ucap Om Ben menyerah kan kartu kredit nya pada Nia


"Aku masih ada uang mas" jawab Nia pelan


"Ambil saja mbak Nia kalau nggak mau buat aku" celetuk Wulan membuat Om Ben memukul kening Wulan


"Awww....jahat kamu mas,sakit tau"


"Kamu sama dengan Sari,matre!" ketus om Ben membuat Nia tertawa kecil


"Aku ada uang mas,lagi pula aku nggak akan belanja banyak" tolak Nia


"Kamu belum tau nafsu belanja nya mama dan Wulan bagaimana,kalau bisa di borong mall nya pasti akan mereka borong.Pegang saja buat jaga-jaga kalau uang mereka habis" ujar Om Ben memaksa Nia mengambil kartu kredit nya itu


"Pin nya ulang tahun kamu sayang" bisik nya lagi dan di anggukki Nia


"Aku pergi mas" pamit Nia tanpa mencium pipi sang suami karena masih malu di hadapan sang mertua


"Sayang,kamu melupakan sesuatu" pekik Om Ben membuat Nia menghentikan langkah nya


Nia pura-pura tidak mengerti membuat Om Ben gemas.


"Kamu lupa mencium ku" ucap nya tanpa malu


"Cepat Ni,,dari pada kita telat shopping nya" ucap mama Indah


Nia mencium pipi kiri dan kanan om Ben lalu om Ben mencium bibir Nia sekilas membuat Wulan berdecak kesal dengan kelakuan sang kakak.


"Mengumbar keromantisan di hadapan anak di bawah umur dosa lo mas" sindir Wulan tapi tak di hiraukan om Ben, lelaki tampan itu justru mengantarkan sang istri sampai keluar dengan merangkul nya membuat Nia menjadi salah tingkah sendiri.


"Sebelum makan siang harus pulang sayang,aku tidak mau makan sendiri" ucap Om Ben


"Kan ada papa mas,bisa makan bereng papa" Celetuk Wulan


"Aku mau di suap kan istri ku"


"Lebay" kesal Wulan lagi membuat Nia tertawa melihat adik dan kakak ini sudah seperti tom and Jerry.


"Jaga istri ku ma,jangan sampai kenapa-kenapa" pekik Om Ben saat melihat Nia pergi


Rasa nya sulit sekali melepaskan Nia pergi tanpa dirinya, mungkin karena sudah kebiasaan pasangan ini selalu berdua hanya bekerja saja mereka terpisah selebihnya selalu bersama.