
"Jadi mau yang mana?" tanya Fahmi
"Ini aja deh mas, seperti nya lebih kecil dari dua yang lain nya"
"Sayang di mana-mana kalau di kasih hadiah itu pilihan nya yang besar eh kamu malah yang kecil"
"Yang besar jika tidak amanah percuma mas, lebih baik yang kecil bisa barokah"
"Gemes deh pengen cium"
"Mas aku masih nifas loe" ingat Shela membuat Fahmi cemberut
"Jadi fix pilih yang ini sayang" tunjuk Fahmi pada ponsel nya
"Iya,nanti pembantu nya cukup satu aja buat masak sama bersih-bersih mas untuk ngurus Aslan aku bisa,jangan terlalu banyak ya"
"Sama tukang kebun satu sayang"
"Iya, pokoknya jangan terlalu ramai,jika Aslan tidur aku masih bisa bersih-bersih kamar mas"
"Yakin bisa sendiri?" tanya Fahmi
"Iya,tadi mama kamu juga sudah hubungi aku katanya bakalan sering ke rumah buat jaga Aslan"
"Mama bilang begitu?" tanya Fahmi tak percaya dan diangguki Shela, memang akhir-akhir ini sang mertua sering menghubungi nya membuat Shela merasa terbantu karena mama Fahmi sering mengirimkan makanan atau pun berkunjung menemani sang menantu
"Mama sudah banyak berubah sayang berkat kamu"
"Alhamdulillah mas" jawab Shela tersenyum kecil
****
"Untung saja dulu tidak aku buang si Carla saat papa nya meninggal jadi aku tidak hidup sendiri, minimal masih ada lah yang bisa aku suruh bekerja" gumam Mama Dina
"Carla memang berbakat menjadi pelakor seperti mama nya"Lanjut nya lagi
"Tapi sayang,mama nya harus meninggal saat melahirkan nya, dendam ku belum selesai Lastri aku masih tidak terima kamu memiliki anak bersama mas Anto meskipun kalian sama-sama sudah tiada tapi Carla masih ada! jadi dia yang harus menanggung semua nya" ujar Mama Dina.
***
"Mas Bahtiar" gumam Mama Dina melihat pak Bahtiar masuk kedalam restoran bersama Ben dan Nia
Mama Dina menunduk agar mereka tak melihat,dia harus mengawasi pergerakan mantan suami nya ini agar bisa mencari celah untuk bertemu.
"Seperti nya Ben menguasai nya sekarang,atau jangan-jangan mereka tinggal bersama"batin mama Dina
"Sial!!! Ben benar-benar membuat ku sulit bertemu mantan suami ku sendiri"kesal nya
Lama dia mengawasi pergerakan mereka dan akhirnya Ayah Bahtiar bergerak kearah toilet dan di ikuti mama Dina segera, dia tak ingin kesempatan emas nya menghilang begitu saja.
"Mas" panggil Mama Dina membuat Ayah Bahtiar berhenti sejenak
"Dina"
"Mas,maaf kan aku" Ujar Mama Dina mendekat dan ingin memeluk tubuh ayah Bahtiar tapi cepat di tepis oleh lelaki tua ini.
"Mas"
"Kita bukan suami istri lagi"tegas nya
"Mas, maafkan aku,aku mengaku salah mas,aku egois! mas ternyata aku tidak bisa hidup tanpa kamu mas" isak mama Dina
"Mas,aku mohon kita kembali,aku sudah datang ke rumah mu tapi tidak ada orang mas,maaf kan aku"
"Aku tidak bisa-"
"Ayah!!" Potong Nia melihat ayah nya sedang berbicara dengan Mantan istri nya membuat Nia sedikit marah
"Ni,ini tidak-"
"Ayo kita pulang yah,mas Ben sudah menunggu di luar, kita masih ada janji yah setelah ini" ajak Nia tanpa mau melihat mantan mama Tiri nya ini,Bukan maksud Nia sombong tapi Nia takut luluh akan mulut manis sang mantan mama tiri nya ini.
Ayah Bahtiar mengikuti langkah kaki Nia,kali ini dia mengikuti semua kemauan Nia,cukup sudah dia egois dengan menikahi Dina dulu hingga membuat Nia kecewa pada nya, tidak untuk sekarang dia sudah tua hanya Nia tempat bersandar nya kelak,Nia adalah pilihan yang tepat saat ini untuk lelaki tua ini.