Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Siksa


"Sakit....!!" rintih Ambar yang sedang di setubuhi Mr. Pieter secara brutal.


Mr.Pieter memasukan miliknya dengan kasar sambil meremas p******a Ambar tanpa ampun bahkan beberapa kali Mr.Pieter menampar pipi Ambar hingga mengeluarkan darah di sudut bibirnya.


Tangan Ambar di ikat di ranjang tanpa bisa melakukan perlawanan.


"Plak...Plak" berkali-kali tamparan itu terdengar membuat perempuan itu memekik menahan sakit.


"Jangan macam-macam dengan ku,kau tidak akan bisa lepas dari ku,aku tidak akan pernah menceraikan mu karena kau mainan untuk ku,kau sendiri yang datang pada ku jadi pantang untuk ku melepaskan mainan seperti mu,kau harus menjadi budak ku dan siap kapan pun aku ingin kan" ujar Mr.Pieter.


Ambar terus mengisak, beberapa hari ini dia sering pergi untuk mengawasi Nia membuat Mr.Pieter murka karena sering tak mendapati Ambar di rumah.


"Mulai sekarang kau akan di awasi oleh orang ku, tidak akan bisa kabur-kaburan lagi"


"Lepas kan aku,aku tidak mau lagi menjadi istri mu"


"Sayang nya itu tidak akan pernah terjadi,aku tidak akan pernah mengizinkan orang yang sudah datang pada ku pergi begitu saja" ujar nya dengan seringai licik


Mr.Pieter kini mengincar Carla karena dia tau kalau Carla kecelakaan dan anak nya sudah meninggal ini akan memudahkan mereka untuk berselingkuh,Mr.Pieter selalu memberikan kemudahan untuk Fahmi agar Fahmi tak bisa melawan pada nya nanti bahkan apapun yang di minta oleh Fahmi dia turuti.


"Bajingan kau Pieter, bangsat"


Mr.Pieter mencengkeram kuat pipi Ambar,dia tidak segan-segan menyiksa perempuan ini.


"Aku tidak pernah meminta kau untuk datang pada ku, karena Ben dulu tidak ada apa-apa nya kau yang datang menyerahkan tubuh mu, memang semua wanita matre,bisa di dapat dengan uang"


"Lepas....sakit!"ucap Ambar yang hanya bisa merintih


Mr.Pieter melepaskan cengkraman nya, terlihat pipi Ambar memerah menahan sakit.


"Sekali lagi kau membangkang akan lebih sakit dari ini" ancam Mr.Pieter lalu pergi meninggalkan Ambar yang sudah tak berdaya di atas ranjang dan masih tangan terikat.


****


"Mas,bangun dulu"


"Sayang kenapa sudah mandi,aku masih mau peluk"


"Ini sudah pukul delapan mas,kamu nggak lapar apa?"


"Gofood aja sayang"


"Aku sudah masak mas,ayo mandi terus makan"


"Kamu belanja sayang?" tanya Fahmi yang baru tersadar kalau sudah hampir tiga Minggu dia tidak menemani sang istri.


"Cuma belanja di tukang sayur mas,tadi ada tukang sayur keliling,aku lihat kamu capek banget pasti bangun nya laper"


"Kamu memang istri yang terbaik" puji Fahmi sambil mengecup bibir Shela sekilas lalu mengambil handuk untuk mandi


"Mas.....masih sempat-sempatnya cium"


"Habis nya kamu udah wangi bikin aku terangsang lagi" jawab Fahmi membuat Shela menggeleng kan kepala nya.


Shela menyiapkan sarapan untuk sang suami, karena memang dia sudah masak jadi kali ini makanan nya sedikit berat,nasi dan lauk pauk yang masih hangat tapi Fahmi menyukai semua masakan Shela bahkan dia merasa menjadi suami sesungguhnya bila bersama Shela.


"Kamu masak apa sayang?"


"Ada ayam kecap mas,terus sayur bayam sama ada tempe goreng" jawab Shela dan di anggukki Fahmi


"Sayang,habis ini kita periksa dedek ya, aku takut"


"Kenapa mas?"


"Semalam kita main sampai tiga kali,aku takut dedek kenapa-kenapa, pulang dari dokter langsung belanja bulanan,bulan ini aku belum kasih kamu uang bulanan"


"Uang kemarin juga masih ada mas"


"Simpan saja sayang,nanti aku kasih lagi ya" ujar Fahmi dan diangguki Shela patuh, memang bulan ini Fahmi belum memberikan gajinya untuk Carla dan rencana Fahmi dia juga tidak akan memberikan untuk Carla karena menurut nya Shela lebih membutuhkan nya karena Shela tengah hamil anak nya.