
Fahmi menuntun Shela untuk turun dari ranjang karena Shela sudah di perbolehkan pulang dia tidak mengalami luka hanya Syock biasa tapi dokter menyarankan Shela untuk istirahat di rumah dulu dalam beberapa hari ini.
"Mas aku mau lihat dulu perempuan yang aku bantu tadi,kasihan dia mas hamil nya sudah cukup besar"ujar Shela
"Tapi sayang kita harus pulang kamu dengar kan kata dokter tadi kalau kamu harus istirahat" sebenarnya Fahmi sekarang sedang menjaga hati nya agar tak bertemu Nia,dia takut tidak sanggup.
"Sebentar saja mas" rengek Shela membuat Fahmi tidak tega
"Ya sudah lima menit sayang"ucap Fahmi dan di anggukki Shela
Mereka keluar dari ruangan dan Shela bertanya pada perawat di mana ruangan perempuan yang bersama nya tadi.
"Mas,dia di operasi" ujar Shela
"Apa ada luka yang serius sayang?" tanya Fahmi dan di jawab gelengan oleh Shela karena dia juga tidak tau
"Ayo mas kita lihat di ruangan operasi sebentar,takut nya belum ada keluarga nya yang datang"
Shela dan Fahmi berjalan ke ruangan operasi terlihat pak Bahtiar menunggu bersama sopir Nia di depan.
"Ayah kenapa di sini?" tanya Fahmi
"Nia harus di operasi Mi untuk mengeluarkan anak nya"
"Ibu ini yang membantu Bu Nia pak" bisik sopir Nia
"Terimakasih sudah membantu anak saya" ujar pak Bahtiar pada Nia
"Jadi kamu kecelakaan bersama Nia sayang?" tanya Fahmi
"Aku tidak tau mas"
"Yah kenal kan ini istri ku" ujar Fahmi gugup
"Ayah Nia"
"Shela pak"
"Ini mantan mertua ku sayang" ucap Fahmi jujur,dia tak mau menyembunyikan apapun lagi pada Shela karena dia ingin menjalankan rumah tangga yang baik bukan seperti bersama Carla dulu.
"Jadi bapak ini juga ayah bu Carla?"
"Iya" jawab Fahmi pelan dan diangguki pak Bahtiar
"Maaf pak saya tidak tau"
"Tidak apa-apa nak"
"Jadi bagaimana keadaan Nia yah?"
"Semoga ibu dan anak nya selamat ya pak"
"Amiin, terimakasih ya nak kamu sudah membantu kami"
"Mana suaminya pak?" tanya Shela
"Ben belum bisa di hubungi,tapi tadi saya sudah menghubungi mertua nia sebentar lagi juga akan datang"
"Kami tidak bisa berlama-lama di sini yah, karena istri saya masih butuh istirahat, mohon maaf ya yah, sampai kan salam kami pada Nia" ucap Fahmi
"Iya Mi, sekali lagi terimakasih untuk bantuan nya"
"Sama-sama yah" jawab Fahmi
Di perjalanan Fahmi hanya diam saja dia tak bisa berpikir jernih karena Shela membantu Nia saat hendak di tabrak mobil tadi,kenapa harus kebetulan begini semua saling berkaitan.
****
"Apa yang terjadi pak,di mana Nia?" tanya mama Indah
"Masih di dalam bu,Nia di operasi"
"Astaga,Ben kenapa tidak bisa id hubungi?"
"Pak Ben pergi ke Bali bu untuk acara peresmian Resort terbaru nya"
"Pentingan Resort dari pada istri,kamu juga kenapa nggak becus s
jaga Nia sampai ketabrak begini" kesal mama Indah pada sopir Nia
"Ma, sudah! keadaan panik jangan di bikin tambah panik ma,kita berdo'a saja yang terbaik untuk Nia dan anak nya"
"Pa, bagaimana keadaan menantu dan cucu mama di sana, mama takut pa"
"Ma,mbak Nia kuat kok,tenang saja" sahut Ulan ikut menenangkan sang mama
Satu jam sudah mereka menunggu di depan ruangan operasi,dari tadi mama Indah sibuk menghubungi nomer Ben dan akhirnya masuk.
"Ben,cepat pulang Nia sedang di operasi"
"Maksud mama?"
"Nia kecelakaan Ben!" tekan mama nya membuat Om Ben menjatuhkan ponsel nya, lelaki tampan ini langsung panik,tadi setelah sampai dia langsung ke hotel dan istirahat sejenak lupa menghidupkan ponsel nya saat hidup sudah banyak pesan dan beberapa panggilan.
Om Ben tak menghiraukan lagi barang-barang nya dia memesan tiket pesawat kembali untuk pulang ke Jakarta.