Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Nikah siri


"Kaya nya kamu dan mama sudah semakin dekat la" ujar Rendy saat melihat Carla duduk Sendiri di balkon kamar mereka


"Mas, jujur aku takut"


"Kenapa?"


"Mama sangat berharap dengan anak ini mas, bagaimana reaksi mama saat tau kalau ini bukan anak kamu"


"Untuk sementara waktu biarkan mama mengira itu anak ku la, sampai Bianca dan aku menikah"


"Mas,aku tidak yakin bisa menemani mama besok"


"Kenapa?"


"Aku merasa tidak pantas mas di kenalkan sebagai menantu"


"La, untuk saat ini hampir semua orang tau kalau kamu itu istri aku jadi biarkan semua sandiwara ini berjalan toh hanya kita berdua yang tau bagaimana hal yang sesungguhnya"


"Kamu gampang banget ya mas ngadepin semua ini"


"Ya kenapa harus di buat ribet la, selama semua nya berjalan lancar tidak ada yang harus di takutkan bukan"


"Apa kamu nggak pikirin bagaimana perasaan mama kamu mas!"


"La, sudah aku bilang kalau saat ini kita jalani saja,kalau saat nya tiba ya kita hadapi nanti"


"Aku nggak ngerti deh jalan pikiran kamu mas" ujar Carla pergi meninggalkan Rendy sendiri


"La" panggil Rendy tapi Carla tak berhenti dia terus keluar kamar


"Ribet deh,,sering banget marah-marah nggak jelas,apa semua ibu hamil begitu" gumam Rendy


"La mau kemana?" tanya mama Veni


"Itu ma,mau cari sate disimpan depan"


"Kamu kepingin sate?"


"Iya ma, tiba-tiba pengen makan sate"


"Rendy mana?"


"Ya udah kamu tunggu di sini,mama minta mang Karyo beli ya"


"Nggak usah ma,aku bisa jalan sendiri ke depan, dekat juga"


"Jangan sayang ini sudah malam nggak baik ibu hamil jalan sendirian,biar mama yang minta mang Karyo beli,kamu tunggu di sini saja sambil baca majalah tu ada majalah ibu hamil mama beli tadi sore"tunjuk mama Veni membuat Carla menghela nafas panjang,mama Rendy sangat baik dengan nya membuat Carla tidak tega menyakiti perasaan perempuan tua itu.


"Mau sate apa?"


"Ayam aja ma, nggak usah pake lontong terus di kasih cabe yang banyak ma"


"Kamu baru habis sembelit jangan banyak makan cabe La,dikit aja yang penting sate nya dapat"


"Iya ma" Jawab Carla lagi


"Tunggu ya,mama keluar panggil mang Karyo"ucap mama Veni segera keluar


Andai saja ini pernikahan sungguhan mungkin saat ini Carla orang yang paling beruntung di dunia tapi semua nya hanya khayalan belaka.


Carla menghela nafas berat lalu duduk di kursi sambil membuka majalah ibu hamil yang memang sudah di siapkan sang mertua untuk nya.


Tiba-tiba Carla teringat akan Pieter bagaimana nasib suami Siri nya itu, apakah surat cerai nya sudah keluar, Carla ingin ke kamar untuk mengambil ponsel dan menghubungi mama nya bertanya akan hasil pengadilan tapi dia teringat kalau mama Dina bukan mama kandung nya akan berbahaya jika mama Dina tau keberadaan diri nya saat ini,akan jadi bumerang untuk Rendy nanti, semua nya juga akan runyam,Carla mengurungkan niatnya lalu duduk kembali ke kursi santai.


"Aku hanya menikah Siri biarkan saja" gumam Carla


"Siapa yang menikah Siri la?" tanya Mama Veni baru datang mendengar ucapan Carla


"It-u ma,hmmmm"


"Kami ma" jawab Rendy dia ingin menyelamatkan ucapan Carla


"Kalian menikah Siri?" tanya Mama Veni dan di anggukki Carla pelan


"Ya Tuhan Rendy kenapa hanya menikah Siri, bagaimana dengan status anak kalian nanti nya,kamu kelewatan ya Ren, pokoknya mama tidak mau tau kalian harus ulang menikah di KUA,mama saksi nya" tegas mama Veni membuat Carla dan Rendy saling tatap tak percaya


"Kenapa bengong, kasihan Carla dan nasib cucu mama,besok mama yang akan mengurus semua nya,kalian harus menikah"


"Tapi ma-"


"Tidak ada tapi-tapi Carla hamil anak kamu Ren,gila kamu ya' marah mama Veni membuat Rendy menggaruk kepalanya yang tidak gatal,niat nya menyelamatkan ucapan Carla tapi justru berbalik pada nya saat ini.