Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Belanja


"Mas ini tempat mahal loe,jangan di sini" bisik Shela saat melihat harga baju yang tertera di butik tersebut.


"Pilih saja sayang" jawab Fahmi tenang dia tau saat ini pasti istri nya sedang ketar-ketir memikirkan harga baju nya.


"Mana bisa milih mas kalau satu dress saja hampir lima juta, itu melebihi gaji ku satu bulan"


"Sayang, tidak masalah anggap saja ini hadiah untuk anak kita" jawab Fahmi lagi membuat Shela tak bisa berkata-kata


Shela menarik Fahmi keluar dari butik tersebut.


"Mas satu baju lima juta nggak bisa di pakai tiap hari kan! lima juta bisa buat makan kita satu bulan mas, tinggal beli beras nya saja lagi" jawab Shela, memang jika urusan makanan Shela selalu berhemat dia tidak ingin hal yang mubazir tapi Shela juga tidak pelit dia kerap memasak makanan kesukaan Fahmi apalagi jika memang uang mereka ada tapi hanya cukup untuk dua kali makan,Shela tipe perempuan yang bisa menghitung jumlah pengeluaran nya tanpa berlebihan dan ini yang membuat Fahmi kagum pada perempuan muda ini apalagi Shela tidak butuh yang nama nya nongkrong di luaran dia cukup dengan cemilan dan drakor kesukaan nya jauh berbanding terbalik dengan Carla yang hobi jalan-jalan dan hura-hura bersama sahabat nya.


"Terus kita belanja di mana?" tanya Fahmi


"Sudah ke toko langganan ku saja mas,baju nya juga cantik-cantik nggak kalah keren dari di sini,aku nggak suka" jawab Shela


Di saat perempuan di luar sana ingin dengan gaya mewah nya Shela cukup dengan penampilan sederhana nya,dia sudah cukup bahagia dengan kehidupan saat ini tidak banyak tuntutan bahkan Shela rela hidup biasa saja asalkan selalu bersama suaminya ini.


Fahmi menginjak pedal gas nya ke toko yang di katakan langganan istri nya ini.


"Toko ini sayang?" tanya Fahmi


"Iya mas,di sini bagus-bagus juga mas kalau gajian aku sering kesini, belanja dua juta sudah dapat empat baju mas,terus bajunya juga cantik-cantik aku suka"


"Yakin?" tanya Fahmi dan di anggukki Shela cepat


"Di pakai nya juga saat hamil saja kan mas, sebentar lagi juga brojol nanti bakalan di simpan di lemari, mubazir kan"


"Kalau nggak mau mubazir ya hamil lagi saja sayang,jadi bisa di pakai terus" canda Fahmi


Fahmi membantu sang istri untuk keluar dari mobil,Shela tidak pernah mau tau berapa pendapatan Fahmi dan berapapun Fahmi memberikan nya Shela selalu berterima kasih pada suaminya ini benar-benar istri Sholeha.


"Hati-hati sayang" ucap Fahmi memegang erat tangan sang istri


"Cari apa bu?" tanya salah satu karyawan ramah


"Ada dress ibu hamil?" tanya Shela


"Ada,ibu mau yang bagus atau yang biasa?"


"Bagus mbak" jawab Fahmi cepat membuat Shela menatap sang suami yang sangat bersemangat.


"Baik pak, sebentar ya"


"Sayang,pilih saja mana yang kamu suka, sekalian yang lain nya yang kamu butuhkan"


"Dress buat acara saja dulu mas,yang lain nya bisa nyusul"


"Oh ya perlengkapan anak kita bagaimana sayang?" tanya Fahmi karena Shela tidak mengajak nya berbelanja barang bayi mereka berbeda dengan Carla dulu yang baru lima bulan sudah belanja ke Singapura untuk keperluan anak mereka yang sampai saat ini tidak di pakai,ntah di mana Carla menyimpan nya.


"Sudah aku cicil sedikit-sedikit mas"


"Kapan?"


"Tapi kamu nggak pernah minta uang nya padaku sayang?"


"Sisa uang belanja yang mas berikan,jika ada yang lucu-lucu langsung aku pesan,maaf ya mas nggak izin sama kamu habis nya aku gemes lihat baju bayi yang lucu-lucu langsung aku pesan deh"jelas Shela membuat Fahmi terenyuh,bukan masalah izin nya tapi istri nya benar-benar memanfaatkan uang yang dia berikan dengan baik sampai-sampai perlengkapan bayi pun bisa dia sisipkan di dalam uang belanja nya, perempuan seperti apa yang ada di hadapan nya ini,peri kah? batin Fahmi


"Mas kamu marah?" tanya Shela karena Fahmi terdiam


"Mas" panggil Shela khawatir


"Bukan marah sayang tapi kamu kelewatan hemat nya"


"Mas uang yang kamu kasih selalu berlebih ya jadi aku manfaat kan buat beli keperluan anak kita, Minggu kemarin juga mama ada mengirimkan kan beberapa pakaian bayi aku lupa bilang mas karena kamu terlalu sibuk dan pakaian nga juga sudah aku simpan"


"Mama??"


"Iya"


"Mama datang ke rumah?"


"Tidak,dia mengirim kan paket perlengkapan baju bayi, sebelum nya beliau telpon minta alamat lengkap ya aku kirim tau-tau nya ada peket datang" jawab Shela sambil memilih beberapa baju yang menurut Shela pas untuk nya


Fahmi berpikir sejenak tumben mama nya perhatian dulu bersama Carla tak sekalipun mama nya peduli kini bahkan mengirim kan baju untuk anak mereka.


"Mau yang ini mbak,ini juga ya"


"Hanya dua ini saja bu"


"Iya cukup dua saja, sebentar lagi saya juga melahirkan jadi bajunya juga bakalan di simpen kan,yang saya butuhkan daster mbak"


"Di sebelah sana juga ada daster dengan bahan Korea bu lebih dingin saat di pakai" tawar sang karyawan


"Sayang, ambil dua lagi saja buat ganti-ganti kalau keluar"


"Keluar kemana mas,paling juga angkat jemuran" jawab Shela tapi Fahmi justru Memilih kan dua Dress lagi untuk istri nya ini.


"Daster nya sekalian mbak"


"Mas di rumah masih banyak"


"Udah mumpung di sini,di toko langganan kamu beli aja sayang"


"Tapi mas"


"Cup"


"Nggak boleh bawel,pilih aja aku yang bayar" ujar Fahmi membuat Shela malu karena sang suami mencium nya di hadapan karyawan toko.


"Mas, ini di toko"


"Siapa bilang di rumah kalau di rumah aku pasti kan kamu sudah telanjang,ayo cepat ini keburu sore sayang kita masih harus lihat perkembangan dedek" ucap Fahmi


Shela mengambil empat daster itu pun semua nya pilihan Fahmi setelah puas berbelanja mereka segera ke dokter kandungan.