Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Terimakasih


"Terima kasih atas bantuannya, karena anda istri saya bisa melahirkan dengan sempurna tanpa kurang suatu apapun"ujar Ben


"Siapa pun yang ada di sana pasti akan saya bantu pak,itu hanya kebetulan saja bu Nia yang keluar dari dalam mobil" jawab Shela sopan


"Tapi kamu sampai mengorbankan dirimu, padahal kamu juga hamil kan, tidak semua orang mau memikirkan keselamatan orang lain dengan mengesampingkan keselamatan nya"


"Saya hanya yakin Tuhan akan melindungi kami"


"Nia orang baik dan Shela juga orang baik jadi pasti banyak yang menyayangi mereka pak Ben" potong Fahmi dan di angguki Ben setuju.


"Saya minta maaf untuk hal yang telah lalu, saya sangat menyayangi Nia,jika terjadi sesuatu pada dia dan bayi kami saya orang yang paling bersalah sudah meninggal dia dalam keadaan hamil besar" ungkap Ben pelan


"Saya juga bersalah untuk itu pak,saya rasa kita sama-sama ego saat itu! sudah lupakan saja dan selamat dengan kelahiran anak kalian"


"Saya dengar kamu sudah keluar dari perusahaan Pieter dan sekarang kamu bekerja di mana Mi?" tanya Ben karena dia sempat mencari tau keberadaan Fahmi tapi orang suruhan nya mengatakan kalau Fahmi sudah resign.


"Alhamdulillah saya bekerja di perusahaan papa saya sendiri sekarang pak"


"Jika kamu tertarik saya bisa mempekerjakan kamu sebagai ucapan terima kasih saya kasih istri kamu sudah menyelamatkan istri saya"


"Seperti nya tidak bisa pak,saya harus belajar untuk mengelola perusahaan papa, beliau sudah tua jika bukan saya siapa lagi yang bisa beliau percaya! tapi terimakasih sekali untuk tawaran nya,jika saya tidak bekerja pasti tawaran anda saya terima,siapa yang tidak tau dengan perusahaan besar milik anda" tolak Fahmi sopan


"Kamu terlalu berlebihan,jika ada orang terdekat kalian yang ingin bekerja tawarkan di perusahaan saya, karena saya buka anak cabang perusahaan yang baru"


Fahmi mengangguk kan kepala nya perlahan.


"Saya membantu bu Nia tulus pak tanpa mengharapkan imbalan sedikit pun, jadi anggap saja ini awal pertemanan kita" jawab Shela


"Terimakasih atas kebaikan kalian semoga Tuhan yang membalas nya"


"Amiiin"


"Oh ya pak sampai kan salam saya untuk bu Nia, selamat atas kelahiran baby nya, semoga bu Nia cepat pulih ya pak"


"Nanti akan saya sampaikan,Kalau begitu lusa nanti saya mengundang kalian untuk makan malam di rumah mama saya karena kami untuk sementara waktu tinggal di sana"


"Insyaallah pak kami datang " jawab Fahmi tersenyum kecil dan diangguki Shela.


****


"Kemana sih nggak bisa di hubungi ni bule bikin gue darah tinggi aja" kesal Carla karena dari tadi dia menghubungi sang suami tidak di angkat.


Carla melirik jam tangannya melihat sudah pukul tiga sore tapi sang suami tidak bisa di hubungi membuat Carla curiga kalau Mr.Pieter sedang bersenang-senang dengan Ambar istri tua nya.


"Awas saja kalau kamu pulang Mr, aku tidak akan mau di sentuh, kamu membuatku marah" gumam nya kesal, sedangkan di tempat lain Mr.Pieter sibuk memikirkan di mana keberadaan Ambar dia tidak mau kalau Ambar sampai bertemu Ben dan menggagalkan rencana nya.


Mr.Pieter mengarah kan beberapa anak buah nya untuk terus berjaga di apartemen nya dan mengawasi pergerakan Ben tapi Ben sudah lebih dulu mengambil langkah dia sudah mengira kalau Pieter akan curiga dengan dia karena kehilangan jejak Ambar sebaik mungkin Ben tidak membuat kecurigaan bahkan ada orang yang di percaya Ben untuk menjaga Ambar agar tidak bisa di temukan oleh Mr.Pieter lagi, sebelum nya bukti kekerasan fisik pada Ambar sudah di serahkan Ben pada pengacara nya,dia akan menjebloskan Pieter ke Penjara tapi sebelum itu terjadi Ben akan membuat perusahaan Pieter bangkrut terlebih dahulu agar tak ada lagi kesombongan lelaki bule ini.