Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Lebih baik


Carla menangis mengisak saat mereka sudah di dalam mobil.


"Sudah lah la,kenapa masih menangis begitu, biarkan semua nya mengalir begitu saja La jika mertua mu belum bisa menerima kamu jangan bersedih ada Rendy yang siap menjaga kamu kan"


"Mbak aku ini memang tidak pantas untuk mas Rendy mbak,mbak tau sendiri kan kalau aku ini janda dan anak itu bukan anak mas Rendy, orang tua mana yang mau anak nya mendapatkan perempuan kotor seperti aku, sedangkan mas Rendy baik,lajang mbak"


"La,kamu dan Pieter menikah tidak ada yang salah menurut mbak dan kalian juga bercerai secara sah,kamu dan Rendy juga menikah jadi tidak ada yang kotor la,hanya saja kamu menikah bukan dengan orang yang tepat seperti Pieter,kamu masih muda kamu berhak mencari suami lagi jika Tuhan menakdir kan Rendy untuk mu mungkin Tuhan punya rencana lain, memilihkan kamu jodoh yang baik dan bisa merubah kamu jadi lebih baik" tekan Nia


"Tapi Mbak-"


"La jangan merasa kamu itu rendah tunjukkan kalau kamu wanita berkelas,kamu tau bagaimana mbak dan mas Ben menikah pertama kali hanya karena uang dan itu pun juga karena sakit hati Fahmi kamu rebut tapi sekarang kami berakhir bahagia la"potong Nia


"Tapi mbak berbeda mbak perempuan baik dan pintar,mas Ben beruntung mendapatkan mbak yang datang dari keluarga jelas asal-usulnya jelas keluarga mereka suka pada mbak"


"Kamu juga cantik dan pintar la,hanya masalah anak saja, banyak janda dengan anak yang banyak di luar sana dan menikah dengan lelaki lajang tidak ada permasalahan, yang bermasalah itu hati mama Rendy saja la yang sempit, mungkin kalau dia lihat bagaimana uring-uringan nya Rendy saat kamu tinggal kan dulu dia akan tau kalau anak nya lah yang cinta mati sama kamu" kesal Nia mengingat gelagat mama Rendy tadi


"Jujur mbak aku senang bisa memiliki kakak seperti mbak yang bisa membimbing ku jauh lebih baik, terima kasih mbak selalu ada untuk ku"peluk Carla


"Sudah jangan nangis lagi semua masalah pasti ada jalan penyelesaian nya" bujuk Nia


***


Mama Veni berpikir sejenak dari kata-kata Nia tadi ya memang jika Carla tak ada di sisi Rendy anak nya itu seperti mati rasa, Rendy seperti orang bodoh yang tidak tau arah hidup bahkan dia enggan untuk bekerja, laporan pembantu di rumah Rendy pun begitu Rendy tidak mau keluar kamar.


"Apa aku yang terlalu keras pada Rendy, hingga kehidupan kami bisa begini" gumam mama Veni pelan


"Apa kehidupan Rendy dan aku akan selamanya begini"lanjut nya pelan


Dulu dia bisa menerima Carla karena memang berpikir kalau kehamilan Carla adalah anak Rendy tapi salah Carla sudah menikah dengan lelaki lain sebelum Rendy tapi bagaimana bisa mereka menikah juga,banyak hal yang tidak di ketahui mama Veni,jika Rendy bisa menerima Carla dengan masa lalu nya sudah pasti kehidupan Carla sangat pahit sebelum ini.


"Apa yang harus ku perbuat, menerima Carla dan anak nya?" batin mama Veni


Perempuan tua itu menghela nafas berat dia belum sepenuhnya bisa menerima kenyataan ini tapi dia juga tidak ingin jauh dari anak lelaki satu-satunya itu,apa yang harus dia perbuat sekarang.