
"Seperti nya uang ini cukup untuk hidup kita tiga bukan ke depan ma jika kita bisa berhemat"ucap Carla
"La,kamu hamil dan butuh biaya persalinan nanti nya Bagaimana bisa cukup dengan uang yang hanya 150 juta ini" ucap mama Carla, mereka baru saja menjual mobil pemberian Pieter kemarin, mobil nya cukup mewah tapi Carla tak memiliki surat menyurat nya, semua nya ada bersama Pieter jadi Carla hanya bisa menjual dengan harga sepertiga nya.
"Cukup lah ma kalau di hemat,kita harus belajar hidup hemat ma saat ini sampai keuangan kita membaik"
"Bagaimana bisa membaik kalau kita hanya di rumah saja,kamu tidak bekerja dan tidak memiliki ATM berjalan, bagaimana bisa baik la,uang tidak datang dari langit semua nya butuh dicari" kesal Mama Dina kenapa malah bercerai dari ayah Bahtiar hidup nya makin nelangsa.
"Ma,aku akan bekerja nanti, tenang saja tunggu anak ini lahir dulu ma,beri aku waktu"
"Makanya la sebelum perut kamu makin membesar kamu gugurin saja, palingan hanya empat puluh hari kamu nggak bisa keluar selebihnya kamu bisa mencari lelaki kaya raya lagi la"
"Ma,aku tidak akan menggugurkan bayi ini!" tegas Carla,dia tidak mau menjadi pembunuh untuk anak nya yang ke dua kali.
"Terserah kamu lah la yang jelas mama tidak mau di repot kan dengan bayi itu nanti nya"ujar mama Dina
"Minta mama uang,mama mau makan enak rasa nya sudah lama mama tidak bisa menikmati makan enak atau bahkan mama sudah lupa rasanya makanan di restoran mewah saat ini"
"Ma kita harus berhemat dulu, lupakan makanan mewah "
"Kamu aja mama nggak bisa!! bagi mama uang satu juta buat makan di restoran"
"Tapi ma-"
"Mau jadi anak durhaka kamu la?"
"Bukan begitu ma-"
"Udah sini" pinta mama Dina menarik beberapa lembaran uang di tangan Carla
"Baru saja satu juta kamu sudah pelit la,janji nya mau bahagiain mama, punya suami kaya! boro-boro kaya ternyata psikopat"
"Aku juga tidak tau ma"jawab Carla lemah
"Makanya sebelum selingkuh itu di cari tau dulu jangan asal sosor aja,jadi nya begini kan,kalau sudah begini mama juga yang repot" kesal mama Dina lalu pergi meninggalkan Carla di kost sendirian.
Penyesalan amat dalam bagi Carla saat ini,dia merindukan sosok Fahmi yang dulu sangat sederhana dan mengerti dirinya, apakah dia bisa bertemu Fahmi kembali dan meminta maaf,jika setelah bayi nya lahir Fahmi mau kembali Carla mau dia akan merubah semua sifat nya, meskipun Fahmi hanya membawa nya tinggal di sebuah gubuk kecil yang jelas penuh ketenangan,Carla benar-benar merindukan Fahmi hingga air mata nya menetes.
****
"Sayang....."panggil Fahmi yang masuk kedalam rumah tergesa-gesa
"Sayang"
"Husf..... Aslan lagi tidur mas,kenapa teriak-teriak gitu,aku denger kok mas, kalau masuk salam dulu mas, kebiasaan deh" oceh Shela yang baru keluar dari kamar mereka
"Sorry.....habis nya aku bahagia sekali sayang"
"Bahagia kenapa?"
"Ini tadi papa kirim tiga model rumah di kawasan elit, dekat dengan rumah pak Ben sayang cuma beda blok saja"
"Buat apa mas?" tanya Shela tak mengerti
"Buat kita sayang,hadiah dari papa buat Aslan"
"Mas kamu minta sama papa?"
"Nggak!! Papa yang kasih kok ini dia yang kirim foto nya,kalau nggak percaya baca sediri Wa papa" ujar Fahmi memberikan ponsel nya pada Shela
"Tapi mas ini semua terlalu besar,aku takut tidak sanggup merapikan nya"
"Sayang, kenapa harus kamu yang merapikan nya,kita bisa sewa pembantu,aku cari uang buat kamu dan Aslan,buat kalian bahagia"
"Tapi mas-"
"Sayang, please kali ini saja kasih aku kepercayaan kalau aku bisa bahagiain kamu,mau ya hadiah nya" bujuk Fahmi dia benar-benar ingin menjadi kan Shela ratu di istana mereka.
"Kasihan donk mbak Dea jauh kalau mau ke sini sayang"
"Nanti kita carikan mbak Dea rumah yang dekat dari sana sayang kalau tidak tinggal di rumah kita juga tidak masalah nanti aku siap kan kamar mbak Dea dan anak nya"
"Jangan mas,aku tidak mau" jawab Shela cepat,dia tidak melarang Dea sesekali main ke rumah nya tapi untuk tinggal menetap dia tidak mau, Shela harus menjaga rumah tangga nya,dia bisa saja percaya pada Fahmi tapi tidak pada setan yang bisa saja merusak rumah tangga nya kapan pun dan di mana pun jadi lebih baik menghindari dari pada malah menjadi bumerang nanti nya untuk Shela dan Fahmi.
"Biar cari rumah saja mas yang dekat dari sana" lanjut Shela
"Terserah kamu sayang, semua nya aku percaya kan pada kamu,kamu pemilik nya" ujar Fahmi mencium kening Shela dan segera masuk ke dalam kamar dia sudah merindukan anak nya.
"Mas jangan di ganggu, Aslan masih tidur aku mau masak makan malam dulu"
"Gemes sayang,dia seenaknya gangguin aku kalau lagi mesra sama kamu"
"Mana dia tau mas,udah deh mandi dulu sana nanti aku bikinin teh"
"Oke deh,habis itu langsung pilih ya sayang mau rumah yang mana biar aku langsung lapor ke papa"
"Iya....iya" jawab Shela sambil berlalu ke luar.
****
"Aaaaarrrrggg.....kenapa kamu bodoh sekali,ini hanya perkara KDRT bukan pembunuhan" marah Pieter pada pengacara nya
"Tapi justru KDRT yang saat ini sedang Viral pak, susah jika bukan yang bersangkutan langsung yang mencabut nya"
"Cari Ambar, berikan dia kompensasi besar jika dia tidak mau ancam dia kalau perlu bunuh!" kesal Pieter
"Tidak semudah itu pak,jika Ambar mati anda yang makin berat hukuman nya karena Ambar tidak ada lagi"
"Lalu bagaimana,aku sudah tidak betah di sini, asisten bodoh itu tidak bisa di hubungi lagi"
"Perusahaan anda sudah bangkrut total pak, bahkan sudah banyak peralatan yang di jual untuk menanggulangi gaji para pegawai anda, apalagi ada sebagian yang menuntut pesangon" jelas pengacara Pieter
"Pesangon apa?? apa mereka tidak tau aku di penjara! jangan kan pesangon untuk keluar dari sini saja aku tidak bisa sekarang"
"Saya sudah berusaha semaksimal mungkin tapi memang sulit pak"
"Cari Ambar"
"Tidak bisa di temui hanya pengacara nya saja yang bertindak'
"Bodoh...... bodoh,,, bagaimana bisa Ambar bertindak sejauh ini"
"Cari juga Carla jangan sampai dia melaporkan ku juga,aman kan dia di apartemen ku daerah utara"
"Carla?"
"Ya, istri siri ku,aku menyekap nya di apartemen daerah Tebet, Apartemen yang aku sewa satu tahun ke depan jangan sampai dia juga melaporkan ku dan memperberat hukuman ku" ujar Pieter dan di anggukki pengacara nya.