Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Kritis


"Maaf kan aku Ren karena sudah menyembunyikan Carla dari kamu tapi ini murni permintaan nya,dia tidak ingin menganggu kehidupan mu bersama Bianca" aku Nia


"Aku yang salah mbak aku yang tidak bisa menyakinkan dia kalau aku mencintai nya bukan Bianca,Carla salah paham mbak" ucap Rendy lemah


"Kondisi Carla saat ini masih kritis kita berdo'a bersama agar dia segera pulih Ren dan Carla sudah melahirkan anak laki-laki nya Ren,sekali lagi maaf karena kami mengambil keputusan tanpa ada kamu, karena anak itu harus segera di keluarkan" jelas Nia lagi dan diangguki Rendy mengerti.


"Aku percaya pada kalian mbak,kalian menyayangi Carla,kalian lebih dulu mengenal Carla dari pada aku" jawab Rendy, meskipun kecewa tapi ini yang terbaik untuk istri nya itu.


Rendy berjalan pelan ke arah di mana ruangan Carla di rawat karena kondisi nya belum stabil Rendy belum di perbolehkan masuk, meskipun dia seorang dokter tapi Rendy tidak berwenang di rumah sakit ini.


"Aku mau lihat anak ku mbak" ujar Rendy membuat Nia terkaget.


"Maaf,aku sudah menganggap anak itu seperti anak ku sendiri mbak,bisa antar kan aku ke sana" pinta Rendy dan di anggukki Nia pelan.


Rendy memakai baju khusus untuk masuk ke dalam ruangan bayi tersebut.


Bayi mungil dengan bobot tubuh yang kecil membuat hati Rendy iba menatap nya,banyak alat yang di pasangkan di tubuh mungil nya.


"Hay jagoan papa, selamat datang ke dunia nak"sapa Rendy dengan suara bergetar sambil mengusap inkubator di hadapan nya.


"Maaf papa tidak bisa menjaga kalian dengan baik,tapi papa janji akan menebus semua kesalahan papa pada kamu dan mama,papa janji akan selalu ada untuk kalian, semangat untuk pulih ya jagoan papa, karena hanya kamu yang bisa mengembalikan keceriaan mama lagi,papa percaya kamu anak kuat,anak yang hebat" lanjut Rendy lagi.


Hati Rendy benar-benar rapuh saat ini, melihat bayi mungil tanpa dosa itu yang kini hidup nya bergantung dengan alat, apalagi dia sudah menganggap bayi itu sebagai anak nya,dia benar-benar merasa bersalah karena kelalaiannya Carla bisa begini,andai saja dia lebih awal menjelaskan semua nya pasti tidak akan ada drama seperti ini pasti Carla melahirkan dengan bulan yang cukup dan mereka tersenyum menanti kelahiran sang buah hati.


"Maaf kan papa sayang,papa berharap kamu kuat menjalani nya dan kita bisa berkumpul bersama nanti" ujar Rendy lagi


Nia melihat ketulusan Rendy membuat nya menitikkan air mata, Rendy lelaki yang baik pasti dia bisa menjaga Carla.


"Mas aku tidak kuat melihat nya" ujar Nia memeluk tubuh sang suami sambil menangis ,Nia tau ini sangat berat untuk mereka, cinta mereka benar-benar di uji saat ini.


"Sayang, kita sama-sama berdo'a dan berharap yang terbaik untuk Carla berserta anak nya" ucap Ben dan diangguki Nia pelan.


"Mungkin ini cara tuhan mempersatukan mereka sayang, semoga semua nya baik-baik saja"


"Aku berharap juga demikian mas"