Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Sama-sama tersiksa


"Sarapan dulu pak" ujar sang bibi pada Rendy yang terlihat lemah, Rendy benar-benar galau bahkan untuk menelan roti pun dia tidak sanggup karena tidak ada Carla di sebelah nya,sang bibi bisa merasakan kesedihan majikan nya ini membuat nya kasihan.


"Saya yakin ibu pasti kembali pak ini hanya kesalahan pahaman kecil saja,makan dulu pak biar kuat cari ibu nya"


"Ini salah saya bik saya yang bodoh tidak mengatakan langsung maksud saya hanya ingin menegaskan dengan tindakan kalau saya mencintai nya agar dia bisa merasakan bagaimana tulus dan Sayang nya saya pada dia agar dia percaya tapi semua nya berantakan karena kedatangan Bianca bik"jelas Rendy kesal


"Maaf jika saya lancang apa bapak sudah menyelesaikan hubungan bapak dan non Bianca?"


"Sudah bik saya sengaja membawa Bianca pergi agar Carla tak melihat nya,saya sudah memutuskan Bianca di hadapan orang tua nya, memang Bianca tidak terima bik tapi saya tidak bisa menikahi nya karena kami sulit bersatu, Bianca terlalu egois dan mementingkan Karir sedangkan saya butuh istri seperti Carla yang penurut, orang tua Bianca tidak menyetujui pernikahan kami begitu juga dengan mama saya, sedangkan Carla sudah jelas-jelas di terima mama meskipun awalnya berbeda" jawab Rendy dan di anggukki sang bibi.


"Kemana lagi saya harus cari Carla bi? saya bingung benar-benar bingung" aku Rendy lemah.


"Pak coba tanya kan pada ibu yang datang kemarin"


"Siapa bik?"


"Perempuan cantik yang kemarin pak"


"Saya lupa bik"jawab Rendy tak bisa berpikir jernih karena tubuh nya benar-benar lemah.


"Sarapan dulu pak agar ada tenaga dan bisa berpikir" ujar sang bibi dan diangguki Rendy pelan


Sementara di sisi lain Carla baru bangun tidur dan mata nya sembab karena menangis semalaman,dia merindukan Rendy seperti nya dia tidak bisa begini baru satu malam saja berjauhan membuat tubuh nya benar-benar tersiksa,dada nya terasa sesak karena tak henti-henti menangis tapi dia tidak bisa kembali ke rumah itu dia takut kalau Bianca sudah menjadi nyonya rumah.


"Butuh sesuatu mbak?" tanya Tina


"Tidak tin,hanya sedikit lelah saja" jawab Carla cepat dia tidak ingin merepotkan orang lain dia harus berjuang sendiri untuk hidup nya dan anak nya nanti.


"Kalau butuh apa-apa bilang ya mbak jangan sungkan"


"Iya terima kasih Tin" jawab Carla lalu segera pergi untuk mandi agar tubuh nya segar.


****


"Sayang kamu di mana? apa kamu sudah sarapan anak kita bagaimana apa pagi ini sudah ada pergerakan" ujar Rendy sambil memandang foto Carla


"Aku rindu sayang, semalam aku tidak bisa tidur karena memikirkan kamu dan anak kita, terdengar lebay tapi begitu lah kenyataan nya aku benar-benar tidak bisa jauh dari kamu,pulang sayang" oceh Rendy lalu mencium Foto Carla di ponsel nya.


Mood Rendy benar-benar buruk dia tidak ingin bekerja karena menurut nya percuma tidak ada Carla yang mengantarkan dia pergi dan menunggu nya saat pulang.


Tiba-tiba ponsel Rendy berbunyi mama nya menelpon membuat Rendy panik, bagaimana jika mama nya menanyakan Carla seperti biasanya.


"Ha-llo ma"


"Ren,apa kabar sayang? mana Carla? mama hubungi dia ponsel nya tidak aktif"


"I-tu ma lagi di kamar mandi,ya di ka-mar mandi" jawab Rendy gugup


"Carla sehat kan?"


"Sehat ma, Alhamdulillah sehat,mama apa kabar?"


"Alhamdulillah sehat,kata kan pada Carla kalau mama belum bisa ke sana, mungkin setelah kehamilan Carla delapan bulan akhir mama ke sana ya, karena kakak mu meminta mama ke luar negeri dulu menemani nya, suami nya ada perjalanan bisnis di negara lain"


"O...iya ma, di sana saja dulu temani dia,Carla biar aku yang jaga ma"


"Iya, sampai kan salam mama untuk Carla ya"


"Iya ma" jawab Rendy lalu mematikan ponsel nya dam menghela nafas panjang,berat sekali berbohong pada mama nya.


"Sayang,cepat pulang aku benar-benar tidak bisa tanpa kamu,aku bingung menjelaskan pada mama sayang" gumam Rendy meremas rambut nya kasar.