
Fahmi langsung meninggalkan kantor papa nya saat mendapatkan kabar kalau Shela kecelakaan,dia sangat cemas memori kehilangan anak dari Carla terulang lagi di benak nya..
"Ya Tuhan... ampuni aku,kenapa harus begini,jangan biarkan aku kehilangan lagi" batin Fahmi
Semua do'a yang di ketahui di lafalkan nya,dia tak ingin semua terulang kembali.
Sesampainya di rumah sakit Fahmi segera mencari keberadaan sang istri tapi tengah di tangani dokter dia menunggu di luar.
Dada nya dag dig dug menunggu kabar dari sang dokter,Fahmi belum tau bagaimana ceritanya Shela bisa tertabrak.
Pak Bahtiar yang mendapat telpon dari sopir Nia langsung ke rumah sakit bersama Dina sang istri,Om Ben belum bisa di hubungi mungkin masih di dalam pesawat.
"Ayah" gumam Fahmi pelan saat melihat mantan mertua nya itu.
"Fahmi!"
"Kenapa kamu di sini? yang kecelakaan Nia bukan Carla jadi kamu tidak pernah datang kemari" ketus Mama Dina
"Ma"tegur pak Bahtiar
"Nia kecelakaan?" tanya Fahmi tak mengerti
"Ya nak Fahmi yang kecelakaan di dalam Nia bukan Carla" jelas pak Bakhtiar
"Tapi yah di dalam itu ada istri saya Shela"
"Shela?? kamu sudah menikah?" tanya mama Dina dan di anggukki Fahmi
"Tu kan yah Fahmi saja sudah menikah masa' anak kita Shela masih kamu larang, kasihan Carla yah, nggak perlu Iddah segala! Fahmi saja langsung menikah"
"Ma, pernikahan itu sakral bukan nya di jadikan ajang perlombaan, apalagi menikah bukan karena ibadah, untuk lelaki tidak berlaku masa Iddah ma"
"Tapi tetap saja kasihan Carla dia yang menjadi korban di sini"
"Sudah...sudah...kita ke sini mau lihat Nia karena Ben tidak ada bukan membahas pernikahan Fahmi ataupun Carla" kesal pal Bahtiar
"Jadi Nia juga di dalam yah?" tanya Fahmi lagi
"Iya"
"Keluarga ibu Nia"panggil Perawat
"Saya sus"
"Pak masuk ke dalam dokter mau bicara"pak Bahtiar mengikuti langkah kaki sang suster masuk kedalam ruangan sedangkan mama Dina tinggal di luar,dia masih penasaran ingin mengintrogasi Fahmi.
"Kamu ya baru bercerai langsung menikah apa jangan-jangan kamu sudah selingkuh dari Carla" ketus Mama Dina
"Ma saya tidak mau berdebat karena saya sedang menunggu istri saya di sini,jika soal perselingkuhan mama bisa tanyakan pada Carla siapa yang selingkuh"jawab Fahmi
"Jangan terus menuduh Carla dan meminta dia sempurna kalau kamus sendiri sebagai suaminya belum mampu memberikan apa yang dia inginkan,kamu suami yang pelit, perhitungan apa dengan istri baru mu ini kamu juga begitu?"
Fahmi hanya diam saja dia tak berniat meladeni mantan mertua nya ini.
Pak Bahtiar keluar dengan wajah murung.
"Bagaimana Nia yah?" tanya mama Dina
"Nia harus di operasi ma karena dokter harus segera mengeluarkan anak nya"
"Sudah,tapi Ben sedang di perjalanan ke Bali ponsel nya masih mati"
"Lalu bagaimana?"
"Mau tidak mau Nia harus melahirkan karena kehamilan nya juga sudah tua"
Mama Dina hanya tersenyum kecil dalam hati nya berkata dia ingin anak Nia juga tidak selamat seperti anak Carla dulu.
"Yah,mama mau pulang"
"Apa tidak sebaiknya mama disini dulu menemani ayah menunggu Nia?"
"Mama masih ada urusan yah,tadi mama lupa! ayah sendiri saja ya di sini,lagi pula menunggu operasi itu lama pa,nanti mama bosan"
"Terserah mama,ayah masih harus di sini menunggu Nia, setidaknya ayah harus memastikan keadaan Nia dan cucu kita"
"Cucu kita???cucu kamu sendiri lah,cucu ku dari anak Carla" batin mama Dina
"Ya sudah kalau mau nya ayah begitu mama pulang dulu"pamit mama Dina
Pak Bahtiar hanya bisa menggeleng kan kepala nya melihat kelakuan sang istri.
"Keluarga ibu Shela"
"Saya sus" jawab Fahmi segera masuk,dada nya dag dig dug saat ini,dia sangat takut.
"Pasien sudah siuman boleh di lihat pak"
"Alhamdulillah"Fahmi segera mendekati istri nya.
"Sayang,kenapa sampai begini,aku benar-benar takut"ujar Fahmi
"Aku tidak kenapa-napa mas,anak kita kuat" jawab Shela
"Kamu membuat ku khawatir sayang"
"Bagaimana keadaan perempuan itu mas?" tanya Shela
"Perempuan mana?"
"Perempuan yang juga hamil besar itu,aku membantu nya saat ada mobil hendak menabrak nya mas"
"Kamu membantu seseorang sampai begini sayang?"
"Iya"
"Astaga,kamu sudah membahayakan anak kita sayang,jangan lagi bertindak bodoh! hidup di Jakarta jangan mempedulikan orang lain sayang, Jakarta ini kejam! kalau saja tadi kamu dan anak kita kenapa-napa bagaimana? siapa yang akan bertanggung jawab untuk itu" marah Fahmi
"Mas,aku hanya berusaha membantu mas,aku percaya Tuhan itu adil dia tidak akan memberikan cobaan jika kita tidak mampu melewatinya,Tuhan masih memberikan aku dan anak kita tetap hidup Karena apa? karena Tuhan tau kalau aku pasti akan ikut mati jika anak kita mati" jawab Shela membuat Fahmi terdiam
"Aku hanya berusaha menjadi orang yang baik mas"ujar Shela sambil menitikkan air mata nya
"Sudah sayang,jangan menangis! maaf kan aku"
Shela hanya diam saja tak menggubris perkataan Fahmi, dia sedikit kesal pada suaminya ini.