
"Mas Rendy nggak bisa di diamkan begini,makin hari dia makin cuek sama aku,apa yang terjadi pada nya" gumam Bianca karena sudah beberapa hari dia menghubungi Rendy tapi di abaikan oleh kekasihnya ini
"Aku harus pulang ke Indonesia dulu untuk bertemu kamu mas,apa kamu marah sama aku karena aku tidak pulang liburan kali ini,tapi aku benar-benar masih sibuk mas mu" lanjut nya berpikir sendiri.
"Hufs....... pilihan yang sulit aku tidak bisa meninggalkan study ku ini cita-cita ku mas,tapi kenapa kamu malah begini,bukan nya kamu juga dukung aku pergi ke Singapura waktu itu meskipun terpaksa" ujar nya lagi kesal.
****
"Sayang, bangun" bisik Rendy saat mereka sudah sampai di depan rumah
"Mas,, sudah sampai?" Tanya Carla yang baru terbangun dari tidurnya sambil beberapa kali menguap.
"Hmmmm....ayo turun" ajak Rendy
Carla beranjak pelan menggeser tubuhnya,bobot tubuh nya kini memang sedikit besar dari pada kehamilan pertama nya dulu karena Carla selalu membatasi makanan nya kalau sekarang Rendy justru memperbolehkan Carla makan apapun itu selagi bergizi dan tidak membahayakan untuk janin nya.
"Pelan-pelan ya"
"Mas barang nya"
"Biar nanti bibik dan Satpam yang membawakan nya" sahut Rendy yang terus menuntun Carla ke dalam rumah.
"Mana mama Bik?" tanya Carla yang lupa kalau sang mertua sudah pulang ke Surabaya.
"Kamu lupa mama sudah pulang"jawab Rendy mengingat kan
"Astaga.....ya sepi deh nggak ada mama!"ujar Carla dengan raut wajah kecewa meski dulu nya mereka sering cekcok tapi belakang mama Rendy yang sangat perhatian pada Carla sudah seperti mertua sendiri bahkan dia yang membuat Carla dan Rendy menikah, kepergian nya akan kah membuat sandiwara mereka berakhir pikir Carla? karena kedatangan beliau lah sandiwara itu di mulai.
"Kapan-kapan kita yang ke Surabaya lihat mama ya" ajak Rendy dan di anggukki Carla
"Terus oleh-oleh buat mama gimana mas?"
"Saat kamu melahirkan pasti mama ke sini"
"Udah basi lah mas"
"Sayang mandi dulu setelah itu makan, dari d pesawat tadi kamu tidak mau makan"
"Mungkin aku mabuk udara mas, terasa kembung"
"Mandi dulu pakai air hangat nanti aku gosok dengan minyak angin tubuh nya" ucap Rendy membuat Carla terdiam, jika Rendy ingin membantu nya menggosok tubuh otomatis Rendy bisa melihat semua nya,kalau sebatas perut memang Rendy sering lihat bahkan cium tapi untuk yang lain belum pernah,Carla tidak bisa membayangkan kalau Rendy melihat semua nya bisa-bisa-.
"Tolol! apa yang sedang aku pikir kan " batin Carla menggelengkan kepalanya pelan
"Mandi saja dulu lihat nanti" lanjut nya masuk ke kamar mandi, berendam di bathtub dengan air hangat seperti nya akan segar pikir Carla karena memang sudah lama tidak dia lakukan.
Dua puluh menit berlalu Carla belum juga keluar dari kamar mandi seperti biasa Rendy akan panik jika sang istri terlalu lama di kamar mandi.
"Sayang....."panggil Rendy tapi tak ada jawaban
"La...."
"Carla"
"Tok...tok" Rendy mengetuk pintu tapi tak juga ada jawaban dari dalam membuat nya panik.
"Carla,kamu masih di dalam sayang" panggil nya lagi tapi tetap tak ada jawaban membuat Rendy bingung,dia mondar-mandir mencari kunci cadangan karena Carla mengunci pintu nya dari dalam, sedikit sulit karena ada kunci di dalam sana membuat Rendy terus berusaha keras.
"Carla" Rendy terus memanggil agar Carla menjawab tapi tetap saja diam dan akhirnya pintu terbuka menampilkan pemandangan Carla berendam di bathtub dengan mata terpejam awalnya Rendy berpikir Carla pingsan tapi sepertinya tidak Carla sedang tertidur pulas
"Benar-benar membuat ku gila perempuan ini" gumam Rendy menghela nafas lega dia yang melihat Carla tertidur dengan keadaan bugil sangat menguji iman nya, Rendy segera membilas tubuh Carla dan membalutnya dengan handuk lalu menggendong dan membaringkan nya di ranjang,efek kelelahan membuat mata Carla enggan terbuka.
Carla merasa kan sedang di alam mimpi Rendy sedang memeluk dan mencium nya membuat nya tak mau membuka mata takut jika mimpi indah nya itu segera berakhir.
Rendy memakai kan daster di tubuh sang istri dan menutupi Carla dengan selimut lalu mencium pipi perempuan cantik ini.
Dia sengaja membiarkan Carla tertidur dulu, seminggu di negeri orang mungkin membuat Carla benar-benar lelah dan butuh istirahat.