Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Kedatangan Nia


"Aku kerja dulu ya sayang, jagoan papa jangan nakal jaga mama ya" ujar Rendy mengusap perut Carla lembut membuat Carla tersenyum malu-malu.


"Hati-hati mas"


"Hmmm....jangan lupa minum susu nya terus cemilan kamu sudah aku siapkan di kulkas" ujar Rendy, memang dokter muda ini selalu menyiapkan makanan sehat untuk Carla setiap hari nya dan Carla tinggal makan saja.


"Iya,bawel"


"Kamu yang bawel" ujar Rendy menarik pipi Carla gemas


"Sudah kaya bakpao sayang"


"Gendut ya mas"rengek Carla


"Tapi seksi sayang aku belum mencoba nya" canda Rendy membuat Carla malu dan memukul lengan suaminya ini pelan


"Sudah sana berangkat"usir Carla karena malu terus di goda oleh sang suami.


"Mungkin hari ini sedikit telat pulang nya sayang,ada anak magang di rumah sakit dan aku bertanggung jawab atas mereka"Sambil berjalan ke luar dan di ikuti Carla yang bergelayut mesra di lengan nya.


"Anak magang"


"Iya,kenapa? mau ikut?"


"Nggak di rumah aja,capek!"


"Ya sudah jangan sampai telat makan ya,aku pergi " pamit Rendy sambil mencium kening Carla


Carla masuk kembali ke dalam rumah dan langsung ke dapur untuk meminum susu hamil nya.


"Bu,ada yang mencari ibu" ujar pembantu Rendy


"Siapa bik?"


"Perempuan bu,nama nya Nia"


"Nia!!!"


"Iya bu"


Carla segera berjalan keluar dia penasaran kenapa Nia bisa menemukan tempat nya.


"Mbak Nia"


"Carla"


"Apa kabar mbak?" tanya Carla sambil memeluk Nia


"Alhamdulillah baik"


"Ayo silahkan duduk mbak,mbak mau minum apa?" tanya Carla


"Terserah" sahut Nia,Carla memanggil sang bibi untuk membuat kan minuman.


"Dari mana mbak tau rumah ini?" tanya Carla penasaran


"Kehamilan kamu sudah besar ya? kamu sudah menikah lagi la?"


"Untuk keberadaan kamu tidak sulit la bahkan keberadaan mama mu aku juga tau" sindir Nia


"Mama!"


"Ya mama Dina,kamu masih ingat kan dengan mama kamu?"tanya Nia dan di anggukki Carla pelan


"Kalau ingat kenapa kamu tinggal kan La an kamu hidup enak di rumah besar ini?" marah Nia


"Mbak cerita nya panjang" ucap Carla mulai menitikkan air mata,dia sayang dengan mama Dina tapi dia harus menjauh dari mama nya itu karena jika mama nya tau dia menikah dengan Rendy bisa-bisa Rendy akan di poroti habis oleh mama nya.


"La, cerita biar aku tidak salah paham, kamu tau di mana mama Dina sekarang?" ujar Nia dan di jawab gelengan oleh Carla


"Kolong jembatan! Aku bukan anak nya La jadi aku tidak bertanggung jawab atas diri nya"


"Mbak aku juga bukan anak nya" jawab Carla membuat Nia terdiam sejenak


Pembantu Rendy datang membawa kan segelas minuman dan melihat sang majikan menangis.


"Terimakasih" ucap Nia lembut


"Maksud kamu apa la?"tanya Nia lagi


"Mbak aku bukan anak mama Dina,aku sempat menghubungi keluarga papa jawaban nya sama"


"Lalu kamu anak siapa?"


"Aku juga belum menemukan fakta nya mbak hanya aku mendengar sendiri dari mulut mama kalau aku bukan anak nya mbak,tapi aku tidak lari dari tanggung jawab,aku merasa kalau dia sudah susah payah membesarkan mu mbak jadi saat dia kecelakaan aku yang membiayai semua nya mbak meskipun aku sendiri tak memiliki uang"jelas Carla


"Lalu kenapa kamu bisa menikah lagi dengan seorang dokter kamu menggoda nya?" tanya Nia


"Tidak mbak,aku terjebak di sini karena hutang"


"Hutang?"


"Ya mbak dokter Rendy yang membiayai semua nya" jawab Carla,Carla menjelaskan dari awal hingga akhir mengapa dia bisa di sini, tentang pernikahan nya dan Rendy yang hanya sementara dan di anggukki Nia,Nia juga merasa kan hal yang sama dulu nya dia terjebak hutang hingga menikah dengan Ben tapi mereka berakhir bahagia.


"Mbak aku minta tolong jangan katakan pada mama di mana keberadaan ku,aku takut mama bisa mengacaukan semua nya mbak, kasihan Mas Rendy" mohon Carla dan di anggukki Nia patuh


"Aku akan pergi mbak dari kehidupan mas Rendy karena dia juga berhak bahagia dengan kekasih nya,tapi aku hanya menunggu waktu yang tepat" ujar Carla


"Jika kamu butuh bantuan ku hubungi aku la,bukan nya kemarin aku sudah berikan kartu nama ku"


"Iya mbak aku hanya takut menganggu mbak saja"


"Tidak masalah,aku sudah menganggap mu seperti adik ku sendiri"


"Terimakasih mbak"ucap Carla memeluk tubuh Nia sambil menangis.


Nia mengelus lembut perut Carla, dengan keadaan hamil dia merasa semua penderita ini.


"Aku pulang dulu la,jika butuh bantuan jangan sungkan"


"Terimakasih mbak"