Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Kenaikan jabatan


Carla tidak menyangka kalau Pieter bisa berlaku kasar pada nya,dia kira Pieter jauh lebih baik dari Fahmi dan penurut ternyata Carla salah Pieter jauh lebih buruk dari Fahmi hanya saja lebih kaya raya.


Carla memilih pulang ke rumah ibu nya,dia harus menenangkan diri sejenak karena terlalu syock dengan perbuatan Pieter pada nya.


****


"Kau bisa lihat data itu dan datangi perusahaan Garuda grup, tawarkan mereka kerja sama yang lebih tinggi dari perusahaan Pieter agar mereka membatalkan kerja sama nya dan memilih perusahaan kita,kau datangi semua perusahaan yang ingin bekerja sama dengan Pieter tawarkan keuntungan untuk mereka jauh dari Pieter agar tak ada yang menjalin kerja sama dengan nya,tapi dengan cara halus tanpa di ketahui Pieter" jelas Ben pada anak buah nya


"Semua yang berhubungan dengan mu akan aku putuskan satu persatu Pieter, sudah hidup enak di negara ku malah kau bertingkah dan ingin berkuasa" gumam Ben kesal


Kali ini Ben benar-benar ingin menjatuhkan Pieter tanpa ampun tapi di mulai dari perusahaan nya karena jika Pieter bangkrut dia tidak akan mampu menyewa pengacara untuk berlawanan dengan Ambar nanti di pengadilan tapi Ben juga ingin memberikan Carla pelajaran terlebih dahulu, dari cerita Ambar, Ben bisa menyimpulkan itu akan terjadi juga pada Carla karena Pieter memiliki penyakit seksual dan itu pasti akan berlanjut hanya saja Ben juga harus punya bukti kuat agar bisa menjerat Pieter lama di penjara.


Untuk sekarang biarkan dulu Pieter kelabakan dengan perusahaannya dan nanti baru dengan kasus hukum nya.


****


"Tumben kamu pulang La,mama sudah beberapa kali menghubungi mu tapi tidak kamu angkat" ujar mama Dina


"Aku sibuk ma"


"Sibuk apa? sibuk menghabiskan uang Pieter" tanya mama Dina sambil tertawa dan di jawab Carla dengan tersenyum kaku,dia ingin bercerita pada mama nya tapi takut mama nya meminta dia bercerai dari Pieter jika itu terjadi dia belum dapat apa-apa dari pernikahan ini.


"Aku ingin tidur sejenak ma"


"Kamu dari mana?"


"Ya sudah ke kamar saja,mama mau masak dulu untuk makan siang"


"Ya ma" Sahut Carla lalu berjalan cepat ke arah kamar nya


Di dalam kamar dia berpikir bagaimana dia bisa menguasai harta Pieter setidaknya dia harus mendapatkan rumah dan perhiasan banyak baru dia bisa pergi dari kehidupan lelaki bule itu tapi Pieter sangat sulit di taklukkan.


***


"Papa bangga pada mu saat ini,kau jauh lebih dewasa dan sudah bisa berpikir mana yang baik dan buruk,kau sudah bisa naik jabatan" ujar papa Fahmi


"Tapi satu pesan papa jangan sombong dengan apa yang kau dapati saat ini, selalu belajar jangan pernah bosan untuk mencoba tau hal yang baru" lanjut papa Fahmi


Lelaki tua ini sudah percaya dengan anak nya saat ini dan dia berniat akan mengangkat Fahmi sebagai Wakil CEO di perusahaan nya karena beberapa bulan ini dia melihat perubahan Fahmi yang makin baik, bahkan sang istri bercerita kalau Fahmi sudah bisa bertanggung jawab pada istri nya Shela, mungkin karena peran istri Fahmi juga baik membuat Fahmi jauh lebih baik.


"Mulai besok kau menduduki wakil CEO"


"Om Aryo bagaimana pa?" tanya Fahmi, meskipun dia bahagia dengan kenaikan jabatan nya tapi dia tidak ingin menggeser posisi orang lain.


"Om Aryo akan resign,dia akan pindah ke Surabaya ikut dengan anak nya di sana" jawab papa Fahmi


"Papa pikir kamu lah yang pantas untuk mengambil posisi ini dan papa mempercayai penuh perusahaan pada mu, sekarang lah kamu bukti kan kalau kamu bisa memajukan perusahaan papa,papa berharap kamu bisa memegang amanah ini dan untuk pengangkatan mu sebagai wakil CEO kita akan mengadakan syukuran kecil-kecilan sekaligus mengenalkan Shela istri mu pada semua karyawan"


"Terimakasih pa" ujar Fahmi dengan tersenyum bahagia,dia sudah tidak sabar memberikan kejutan ini pada Shela, mungkin ini buah kesabaran sang istri yang membuat Fahmi bisa sukses.