
"Brugk" Carla tak sengaja menabrak seseorang di pusat perbelanjaan, dia sedang berbelanja mencari kebutuhan Ardy karena anak semata wayangnya itu baru pulang dari rumah sakit jadi Carla mencari segala sesuatu nya.
"Maaf"ujar Carla cepat sambil membantu orang tersebut berdiri.
"Maaf mbak" ucap Carla lagi
"Tidak apa-apa saya juga tidak melihat tadi" jawab nya sambil merapikan penampilan nya,Carla terdiam sejenak dia tau siapa perempuan ini tapi dia sedikit ragu.
"Bu Ambar" gumam Carla pelan
"Carla"
"Bu A-mbar"
"La, sudah dapat" pekik Nia yang menemani Carla berbelanja karena memang Carla belum tau kebutuhan untuk bayi apa saja.
"Nia" ujar Ambar menatap Nia lekat.
"Mbak Ambar" Nia pun kaget seketika melihat Ambar yang sekarang berubah menjadi muslimah, Ambar mengenakan hijab panjang membuat Nia pangling sudah lama sekali mereka tidak bertemu.
"Apa kabar Ni?" tanya Ambar lembut,tutur kata Ambar jauh berubah,apa yang terjadi dengan mantan istri suaminya ini.
"Baik mbak, sekarang mbak jauh berbeda ya, pangling saya mbak" ucap Nia kagum dengan perubahan Ambar
"Iya Ni,saya berusaha menjadi lebih baik sekarang, usia sudah semakin tua tidak ada salah nya untuk merubah diri bukan?"
"Mbak tambah cantik" puji Nia
"Kamu juga tambah cantik Ni"
"Mbak kerja di mana sekarang?" tanya Nia
"Alhamdulillah Saya sudah menikah lagi Ni dengan lelaki keturunan Arab dan sekarang saya menjadi ibu rumah tangga di rumah,suami saya tidak mengizinkan saya bekerja dia meminta saya untuk menutup aurat dan saya pun setuju, Alhamdulillah nya kehidupan saya jauh lebih baik setelah Istiqomah begini Ni"
"Oh ya,wah selamat ya mbak untuk pernikahan nya, setiap orang berhak bahagia mbak, Alhamdulillah nya mbak sudah menemukan pendamping hidup yang tepat ya"
"Iya Nia,kamu apa kabar sekarang? Ben bagaimana?"
"Jadi kamu dan Carla ini saling kenal ya?" tanya Ambar sambil menunjuk Carla
"Dia adik saya mbak"jawab Nia
"Wah saya baru tau kalau kalian kakak adik,pantasan sama-sama cantik ya" ujar Ambar sambil tertawa kecil membuat Carla tersenyum kaku,dia tidak enak hati karena pernah berselingkuh dengan Pieter di belakang Ambar dulu,ntah Ambar tau atau tidak yang jelas sekarang hanya rasa bersalah di hati Carla.
"Ya sudah kalau begitu saya pamit dulu ya Ni,la. masih ada yang mau di beli, kasihan suami saya menunggu lama di parkiran" lanjut Ambar sambil tersenyum kecil
"Iya mbak"
"Salam untuk Ben ya, bilang terimakasih"ucap Ambar lagi dan di anggukki Nia pelan
"Jauh berubah ya mbak dia sekarang padahal dulu dia arogan loe saat baru menikah dengan Pieter"
"Iya mbak juga pangling la,mbak kira ustazah mana tau-tau nya mantan mas Ben, setiap orang punya cara hidup nya masing-masing la, mungkin dia sudah menemukan hidayah nya bukti nya dia bahagia sekarang kan!"
"Mbak cemburu" goda Carla
" Sembarang kamu ya nggak lah, orang dia sudah punya suami juga untuk apa cemburu"
"Kalau mas Ben ketemu mbak Ambar dengan penampilan nya sekarang gimana ya mbak?" goda Carla lagi
"Ya nggak papa, orang cuma mantan doang, nggak mungkin mas Ben berpaling bisa mbak sunat dua kali dia kalau berani macam-macam"
"Hahaha...mbak mulai sadis ya sekarang jadi takut" ucap Carla sambil tertawa kecil
"Brugk"
"Awwww....'
"Maaf bu,maaf!"
"Carla!"
"Mama" gumam Carla pelan sambil menatap sang mertua yang terlihat terkejut melihat dirinya.