
Satu jam sudah Rendy di periksa di kantor polisi mengenai kasus yang di adukan keluarga Bianca tapi Rendy mencoba menghadapi nya dengan baik,dia mengikuti semua proses nya agar semua berjalan lancar.
Carla yang mendengar sang suami di panggil oleh pihak kepolisian menjadi ketakutan dia mencoba menghubungi Nia untuk meminta bantuan, Carla takut jika terjadi sesuatu pada Rendy dan ntah bagaimana dengan nasib ny nanti.
"Tenang saja nak,mbak mu dan Ben pasti akan menyelesaikan nya, percaya pada merek" ujar Ayah Bahtiar mencoba menenangkan Carla yang dari tadi menangis sejak Rendy pergi.
"Yah bagaimana jika mas Rendy di penjara yah, sekarang semua bisa saja menjadi terbalik,aku takut yah,aku takut nasib buruk menimpa ku" aku Carla terus menangis
"Sudah tenang saja, percaya kan pada Ben dia cukup berpengaruh,ayah tau watak Ben akan membantu jika benar-benar orang tersebut butuh bantuan"
Carla mencoba menenangkan dirinya tapi jika Rendy belum pulang Carla merasa gelisah.
****
"Mama sudah katakan pada mu Ren kalau kamu tidak baik tinggal di Jakarta,ayo ikut mama" ujar mama Veni yang ikut hadir di kantor polisi saat mendengar Rendy akan datang.
"Ma, tolong hargai keputusan ku ma, meskipun mama tak menyukai Carla tapi dia pilihan ku"
"Kamu ini sadar nggak sih Ren, kamu itu perjaka menikah dengan janda yang hamil dan bukan anak kamu lagi,atau jangan-jangan dia selingkuh saat kalian menikah"
"Ma,harus berapa kali aku jelaskan pada mama Carla tidak berselingkuh,ini semua kemauan ku dan aku yang sudah jatuh cinta pada nya ma, biarkan aku hidup tenang dengan Carla,mama tidak di rugikan bukan?"
"Enak saja dia, tidak akan mama biarkan kalian bahagia"
"Ma....mama sadar tidak dengan ucapan mama! mama ingin membuat keluarga ku menderita sama saja mama menjadi perusak rumah tangga anak mama sendiri dan mama yang menghancurkan semua impian ku bersama Carla"
"Mama hanya tidak suka pada perempuan itu!"tegas mana Veni
"Tidak menyukai Carla sama juga dengan mama membenci ku" jawab Rendy lagi
"Sekeras apa pun mama mencoba menjatuhkan rumah tangga ku sekeras itu juga aku akan mempertahankan nya" lanjut Rendy lalu pergi meninggalkan mama nya yang sedang berdiri kesal sendiri
Setelah pemeriksaan Rendy langsung pulang dia tidak mau meninggalkan Carla sendiri di rumah.
"Ayah"sapa Rendy menyalami punggung tangan sang mertua
"Kenapa sayang,ada ayah malu"
"Aku takut mas"
"Takut apa?"
"Dari tadi istri mu terus menangis Ren,dia takut kamu di penjara" jawab ayah Bahtiar membuat Rendy mengerutkan keningnya tak mengerti
"Maksudnya?" tanya Rendy
"Aku takut jika semua itu benar dan kamu-"
"kamu tidak percaya aku sayang?"
"Bukan begitu mas, aku takut kalau kamu khilaf bukan nya manusia itu memiliki banyak kesalahan"
"Ya sayang tapi bukan berarti kamu bisa menghakimi ku begitu" kesal Rendy
"Maaf mas aku hanya takut,aku benar-benar takut kehilangan kamu" isak Carla membuat Rendy menjadi merasa bersalah sudah menyudutkan istri nya ini.
"Alhamdulillah semua nya lancar dan aku tidak terbukti melakukan pelecehan apapun sayang"
"Alhamdulillah...mas"
"Alhamdulillah ya Ren,jadi hanya fitnahan belaka?" tanya ayah Bahtiar
"Iya yah do'a kan aku selalu dalam lindungan Allah ya yah dan bisa terus menjaga Carla dan Ardy" pinta Rendy dan di anggukki ayah Bahtiar pelan,dia sudah yakin kalau masalah ini akan selesai oleh Ben.
"Kamu harus cerita nanti mas bagaimana pertanyaan polisi"
" Iya sayang nanti ya sekarang aku lapar,makan yuk "ajak Rendy dan di anggukki Carla.